Skip to main content

Artikel Unggulan

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

"TAK HANYA TAMAN" HUTAN WISATA MANGROVE WONOREJO SURABAYA

Jembatan kayu di Ekowisata Mangrove Surabaya
Salah satu tempat wisata unik dan tidak biasa yang bisa anda kunjungi ketika berada di Surabaya adalah Hutan Mangrove Wonorejo. Untuk menuju tempat wisata ini anda bisa lewat jalan raya MERR2 lurus dari Mall Galaxy menuju ke arah Gunung Anyar dan setelah melewati jembatan Wonorejo anda ambil jalan ke kiri melewati sisi kiri sungai. Atau dari jalan outer Ring Road Surabaya anda bisa putar balik setelah jembatan besar.

Perjalanan melewati kampung Wonorejo timur jalanan cukup sempit hingga harus bergantian jika ada mobil berpapasan. Jalanan yang becek dan berlubang anda akan jumpai di sepanjang perjalanan. Ini mungkin bisa menjadi perhatian dari Pemerintah Kota Surabaya, agar infra struktur jalan menuju lokasi bisa segera diperbaiki. 

Setelah kira kira 3 kilometer anda akan menemui perumahan yang  saya lupa namanya, anda belok ke kanan, ada papan kecil bertuliskan WISATA MANGROVE WONOREJO di sebelah kanan jalan, anda harus cermat memperhatikannya. Kemudian anda akan menjumpai gardu PLN yang cukup besar di sebelah kiri jalan, anda lurus saja mengikuti jalan yang ada hingga anda temui area parkir yang cukup luas di sebelah kiri jalan ini berarti anda sudah sampai di lokasi.

Memasuki area wisata tersebut pengunjung dikenakan tiket masuk 5 ribu rupiah untuk kendaraan mobil, dan untuk sepeda motor dikenakan 2 ribu rupiah. Area parkir cukup luas, didekatnya terdapat mushola dan toilet. Sayang untuk fasilitas toilet kita di kenakan biaya 2 ribu rupiah per-orangnya. Hmmm mestinya GRATIS DONK kalo pengelolanya pemkot Surabaya. Di area parkir mobil dan sepeda lumayan becek karena habis hujan. Memasuki wahana Mangrove di sebelah kiri dekat area parkir kita tidak dikenakan biaya,dan juga ada petunjuk peta disana.





Di dekat lokasi parkir terdapat lesehan yang berbentuk JOGLO di sediakan untuk istirahat sehabis berwisata di wahana wisata mangrove. Saya kira lokasi ini biasa dijadikan tempat briefing jika ada studi wisata dari sekolah sekolah. Sayang sekali waktu saya berkunjung kesana kondisi sekitar Joglo sangat kotor, sampah makanan dan minuman berserakan baik di dalam dan di luar. Harusnya pihak pengelola menyediakan lebih banyak lagi tong tong sampah atau mungkin pengunjung yang kurang menyadari tentang arti KEBERSIHAN.



Rumah Joglo di lapangan parkir
Sampah berserakan di rumah Joglo


Hutan mangrove itu bukan hutan seperti biasanya lo yaa... karena biota yang ada didalamnya pencampuran biota darat dan laut. Di dalam lokasi terdapat pondok-pondok kecil (bukan pondok pesantren lo yaa....) tapi rumah rumah kecil yang terbuat dari kayu dan biasanya ada di dekat dekat hutan. Pondok kayu tersebut adalah perpustakaan kecil yang didalamnya banyak terdapat koleksi buku buku. Di depan pondok kayu ini adalah tempat favorit pengunjung sebagai lokasi pengambilan foto, baik itu foto pre wedding, foto profesional maupun foto foto selfie.

Masuk disana kita langsung naik tangga kecil, jalannya terbuat dari kayu di bawahnya adalah rawa-rawa dengan mangrove atau bakau sebagai biota utamanya. Di sepanjang jalan yang berupa jembatan kayu ada pembatasnya supaya pengunjung tidak terperosok/jatuh ke dalam rawa rawa, dan di pembatasnya di tempelkan papan pengetahuan tentang  mahkluk mahkluk yang ada di wahana wisata mangrove itu. Seperti jenis jenis burung yang ada pada gambar di bawah ini:


Papan informasi habitat burung
Sayang sekali rutenya pendek dan ada satu jalur dari jembatan kayu tersebut putus dan ambrol sehingga kita tidak bisa melintas secara langsung ke sisi bagian kanan. Kita harus kembali lagi ke posisi awal dan berbelok ke kanan untuk menuju wahana selanjutnya. Apa mungkin bu Risma sudah tahu tentang hal ini ya??? Kalo tahu pasti sudah diperbaiki atau masih menunggu anggaran tahun depan??? Sedih dehhh...


Jembatan kayu penghubung
Memasuki sisi kanan area wisata ini kondisinya memprihatinkan, jalan penghubungnya adalah jalan makadam (jalan batu kerikil dan berpasir) dan kebetulan becek sehabis hujan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemkot Surabaya, kiranya jalan masuk ke lokasi utama perlu di aspal atau paling tidak di paving agar lebih nyaman bagi para pengunjung.


Sentra makanan di Ekowisata Mangrove Wonorejo
Jogging track Ekowisata Mangrove Wonorejo
Kira kira 100 meter kemudian terdapat sentra kuliner sayang tidak menjual kuliner khas Surabaya, hanya menjual snack dan minuman. Tak jauh dari sentra makanan tersebut terdapat persewaan perahu motor bagi pengunjung yang tidak ingin capek dengan berjalan kaki menikmati wahana Mangrove ini tarifnya 25 ribu rupiah per orang.

Loket penjualan tiket masuk Ekowisata Mangrove Wonorejo


Perahu motor di Ekowisata Mangrove Wonorejo


100 meter kedepan terdapat pintu masuk ke wahana mangrove yang posisinya menjorok ke laut, di lokasi JOGGING TRACK pengunjung dikenakan tarif masuk 2 ribu rupiah per orang. Saran saya sebelum anda memasuki wisata ini apalagi di area Jogging tracknya sebaiknya bawa persediaa  air minum karena track yang lumayan panjang dan ada baiknya memakai lotion anti nyamuk yang biasanya banyak jika musim hujan dan kalo hari menjelang sore.

Secara garis besar sebenarnya tempat wisata ini bisa menjadi wisata baru andalan kota Surabaya, namun maaf di banyak sisi ada hal yang harus dibenahi. Yakni, infrastruktur jalan masuk ke lokasi, fasilitas bagi pengunjung semisal TOILET mestinya di GRATISKAN, jembatan kayu di area wisata ada 2 titik yang ambrol (harusnya segera diperbaiki), infrastruktur jalan di lokasi utama, sarana informasi bagi pengunjung (customer service, petugas guide tour).


Comments

Popular posts from this blog

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

Selimut fasilitas bus EKA Menyambung artikel sebelumnya yakni trip report naik bus EKA dari Solo ke Purbalingga di akhir perjalanan ketika bus sudah memasuki wilayah kabupaten Purbalingga kondektur mulai membersihkan kursi dan merapikan kembali selimut selimut yang disediakan khusus bagi penumpang.  Setahu saya hanya armada bus EKA tertentu saja yang dilengkapi dengan fasilitas tambahan selimut. Selimut yang disediakan menurut saya cukup bagus dan menarik. Dengan warna menarik dan bahan lembut dan hangat tentu memancing "gairah nakal" tersendiri bagi oknum penumpang.  Ketika kondektur telah sampai di kursi bagian depan dia pun berkata kepada sang sopir. Pak selimute ilang siji maneh! Pak selimutnya hilang lagi satu. Kemudian saat kondektur kembali ke kursinya mulai terdengar percakapan mereka berdua mengenai hilangnya selimut tersebut. Sang kondektur sambar atau mengeluh ini adalah selimut kedua yang hilang dalam kurun satu bulan terakhir. Harga satu selimut itu lu...

Berapa Hari Transfer Uang dari Luar Negeri Sampai ke Rekening Bank di Indonesia

Bukti Transfer dari Luar Negeri ke Indonesia Selama hampir 4 tahun lamanya saya bekerja freelance atau pekerjaan sampingan sebagai quality control dimana agent yang saya wakili berada di Shenzhen China. Hampir dalam seluruh kurun waktu tersebut bayaran atau fee yang saya terima dikirim lewat bank transfer atau transfer antar rekening bank. Sejauh ini tidak ada permasalahan berarti baik itu dari pihak saya maupun pihak pengirim yakni klien saya. Uang yang saya terima biasanya akan masuk ke rekening bank saya setelah sehari pemberitahuan dari klien bahwa mereka sudah melakukan proses transfer uang. Memang menurut pengalaman saya bila klien mengirim email pemberitahuan bahwa transfer sudah dilakukan maka keesokan harinya setelah makan siang maka uang sudah berada di rekening tabungan saya. Ini berlaku saat hari kerja yakni Senin sampai Kamis, namun jika transfer dilakukan hari Jumat maka mau tak mau uang tersebut baru akan sampai di rekening kita pada hari Senin setelah...

NAIK ANGKOT APA YA??? DARI STASIUN GUBENG KE TERMINAL BUNGURASIH

Stasiun Surabaya Gubeng Baru Bagi anda yang pertama kali datang ke kota Surabaya dengan menggunakan kereta api, anda harap perhatikan hal ini. Ada dua stasiun besar di Surabaya yakni, Stasiun Gubeng melayani jalur lintas Selatan dan Stasiun Pasar Turi yang melayani jalur lintas Utara.  JALUR LINTAS SELATAN kereta yang mengarah ke Banyuwangi, Malang, Kediri, dan Jakarta (lewat Madiun, Solo dan Jogjakarta), sedangkan  JALUR LINTAS UTARA  (kereta yang mengarah ke Lamongan, Babat, Bojonegoro, dan Jakarta (lewat Semarang).  Sejak tahun 2013 semua kereta api Ekonomi, Bisnis dan Ekskutif berjalan langsung di Stasiun Wonokromo alias tidak berhenti di Wonokromo lagi, jadi sekarang semua kereta api terakhir berhenti di Surabaya Gubeng. Ini jelas agak merepotkan apalagi bagi anda yang ingin melanjutkan perjalanan ke arah Sidoarjo atau ke terminal Bungurasih . Stasiun Surabaya Gubeng Lama Namun perlu anda tahu sebelumnya kenapa ada Stasiun Gubeng Bar...