QC Buyer Agent di Indonesia

QC Buyer Agent di Indonesia


Sekedar info aja bagi rekan rekan sesama QC, baik itu QC dari softline maupun hardline. Berikut adalah beberapa agent buyer ataupun buyer representative office yang ada di Indonesia. 
1. Intertek testing services indonesia 
2. BV Indonesia 
3. STR 
4. Sucofindo 
5. William E Connor 
6. Li&Fung 
7. Asia Inspection 
8. API 
9. JC Penny 
Yang tersebut diatas mempunyai banyak divisi inspeksi baik soft maupun hardline.

Sedang yang mengkhususkan hanya pada hardline seperti tersebut dibawah ini: 
1. Crate n Barrel 
2. Steinhoff 
3. BUT Sourcing 
4. SBN (Source by Net) 
5. IKEA 
6. Habufa 
7. Rooms to Go Furn. 
8. Basset Furn. 
9. Maitland Smith. 
10. WSI (William Sonoma Inc.) 
11. Outlook International. dll 
Lima nama terakhir merupakan agent buyer yang berdomisili di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Memang banyak pilihan bagi mereka yang menjatuhkan pilihan profesinya sebagai seorang QC, dari kesemuanya semua memiliki nilai lebih dan kekurangan masing-masing. Untuk agent buyer yang memiliki kantor pusat di Jakarta memang lebih menjanjikan dari segi salary dan fasilitas namun juga harus kita perhitungkan biaya hidup juga besar di ibukota. Namun juga saya sering miris dengan teman seprofesi yang ada di daerah karena minimnya fasilitas yang diterima, apalagi sekarang lagi musim yang namanya inspek 100%, apa gak rontok tuh yang namanya pinggang he he.

Tugas seorang QC Buyer "Furniture"

- TUGAS QC FURNITURE - 


Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, maka sedikit saya bagikan sedikit gambaran tugas dari QC buyer furniture. Biasanya tugas tersebut terbagi menjadi 3 bagian: 
1. Raw material check 
2. Inline production check (assembly,, sanding dan finishing) 
3. Final inspection check (packing dan visual check) 

Dulu ketiga bagian ini dilakukan sendiri oleh seorang QC, tapi pada akhir tahun 2010, ada trend di buyer agent atau buyer representative untuk menempatkan khusus QC mereka pada tiap tiap bagian proses tersebut. Ini dilakukan karena semakin meningkatnya standar kualitas dari buyer. Namun masih banyak juga agent buyer yang tidak secara khusus memperhatikan hal tersebut karena dianggap belum perlu. 

Akan saya jelaskan sedikit proses dari tiap bagian tersebut. 

1. RAW MATERIAL CHECK. Biasanya QC melakukan pengecekan material yang dipakai dalam proses produksi, baik itu material kayu maupun veneer. Biasanya hal yang perlu diperhatikan adalah MC (kadar air dalam kayu) serta proses kiln dry (pengeringan kayu) itu sendiri. Hal yang perlu diperhatikan adalah memastikan bahwa material kayu sesuai dengan spek yang diminta dan memeriksa kadar air (MC/ moisture content) sesuai standard biasanya 8-16% untuk outdoor furniture dan 8-12% untuk indoor furniture. Pengecekan MC dilakukan dengan alat khusus yakni MC tester, biasanya ada dua yang umum digunakan yakni jenis tusuk dan surface.


2. INLINE PRODUCTION. Disini yang perlu mendapat perhatian adalah proses assembling dari produk (baik barang itu Knock Down, maupun built up). Sedang pada proses sanding perlu diperhatikan apakah penggunaan amplas gosok sesuai dengan step prosesnya, pada proses ini grade amplas yang dipakai biasanya 100-180. Dan yang terakhir proses finishing (pengecatan), perlu dicek apakah step step pada finishing sesuai dengan step panel yang telah ditentukan dan yang terpenting adalah warna produk sesuai dengan approval color yang ditetapkan. 

3. FINAL INSPECTION. Hal yang perlu diperhatikan adalah apakah secara visual barang yang akan dipacking tidak ada defect didalamnya yang bisa menimbulkan klaim atau komen dari pembeli, dan apakah packaging dari produk sesuai dengan packaging step yang ada.

Gaji seorang QC Buyer

- BICARA GAJI QC DISINI - 

Gaji seorang QC Buyer / Inspector tahun 2016 mungkin bervariatif, namun bidang kerja yang satu ini memang agak unik dan spesifik dibanding bidang kerja yang lain. Karena lingkaran kerja bidang ini berkutat pada orang orang itu saja. Berikut ini kisaran gaji seorang QC buyer: 1. QC buyer furniture: 5-11 jt (Jkt, Sby) sedang untuk daerah lain (Jawa Tengah dan Barat) berkisar 3-5 jt, semuanya all in. 

Kecuali untuk buyer tertentu yang menyediakan uang transport/voucher taxi (spt LiFung ato William e Connor, ITS, BV, Target) 2. QC hardline (tidak spesifik pada satu macam product): 7-12 jt (kebanyakan base camp Jkt) tergantung pada masa kerja, fasilitas : (hotel untuk inspect luar kota, meal 60rb/hari, transport/voucher taxi) (spt Lifung, William E Connor, STR, ITS, BV, dll) 3. QC softline (garment/textile), kira kira sama seperti yg diterima oleh QC hardline. 

Tertarik untuk menjadi QC inspector?? Biasanya mereka dulu jebolan dari qc pabrik yang kemudian kenal dengan agent/buyer tertentu. Jarang sekali ditemui fresh graduate untuk bisa masuk ke bidang ini. Dari kerja yang dilakukan memang enak menjadi qc buyer tinggal tempel-tempel aja red arrow di product yang mempunyai defect, ato cari cari aja kesalahan orang pabrik beres dah.. tapi lebih dari itu pekerjaan ini sangat rawan dan kritis karena sekali kita berbuat kesalahan akan fatal akibatnya dan lingkaran kerja yang itu itu membuat rekam jejak kerja kita sangat mudah dikenali oleh rekan seprofesi.

Japre episode 2

- JAPRE EPISODE 2 - 

Menyambung pada bagian pertama JAPRE (Jatah Preman), suatu saat saya mendapat kesempatan untuk bergabung dengan agent besar yang kebetulan akan membuka kantor cabang di Surabaya, mungkin sebuah kebetulan atau sebuah anugerah akhirnya saya diberi kepercayaan untuk inspek barang kerajinan tangan di Bali, tidak butuh waktu lama untuk inspek barang barang kerajinan tangan karena produknya tidak rumit waktu itu seingat saya yakni sandal jepit yang dihiasi dengan manik manik dan lilin berbentuk bunga bunga. 

Setelah selesai inspek dan berpamitan pulang, manajer pabrik menitipkan dua amplop sambil berkata, Pak ini untuk bapak dan satunya untuk temen bapak Mrs. X. Mungkin karena tidak pernah menerima pemberian semacam itu, awal mulanya saya menolak dengan halus dan berkata balik "Pak maaf saya tidak diperbolehkan menerima pemberian apapun dari pabrik terkait dengan adanya kode etik dari perusahaan", namun dia balik berkilah "Pak hal semacam ini sudah biasa kita lakukan pada semua QC termasuk teman teman Bapak sebelumnya, ini bukan apa-apa Pak hanya sekedar untuk uang makan di airport nanti", akhirnya dengan hati bimbang saya terima pemberian JAPRE dari orang pabrik tersebut.

Dan sesampai di Surabaya baru saya buka amplop pemberian pabrik, beberapa ratus ribu rupiah lumayan lha untuk ukuran di tahun itu. Penulis hanya terngiang ucapan manajer pabrik "ini sudah biasa kita lakukan pada semua QC termasuk teman teman Bapak sebelumnya". Memang hal semacam itu sudah lumrah di dunia per QC-an apalagi di QC Buyer, tapi satu hal yang perlu kita cam kan adalah, "Jangan pernah meminta apapun dari pabrik, tapi kalo kita diberi ya apa boleh buat terima aja daripada mubadzir...... :-)

Artikel Unggulan

SEPINYA ORDER GOJEK "INIKAH AKHIR MIMPI MANIS OJEK ONLINE"

Tak terasa sudah lebih dari enam tahun Gojek moda transportasi berbasis aplikasi menemani keseharian masyarakat Indonesia. Terobosan fen...

DMCA

DMCA