Tiket Kereta Api Lebaran 2016 Tanpa Tempat Duduk Masih Ada dan Dijual


Siapa bilang di kereta api tidak boleh ada penumpang yang berdiri. Ini saya punya bukti bahwa masih ada tiket berdiri atau tanpa nomer tempat duduk yang dijual untuk Lebaran ternyata masih dijual dan ada di pasaran. 

Apalagi mendekati masa masa mudik Lebaran 2016, dimana tiket kereta untuk semua kelas sudah ludes terjual habis. Banyak calon penumpang mencari cari tiket yang masih tersisa dengan berbagai macam cara, ada yang lewat calo calo tiket atau agent travel, ada yang mencari di forum forum Medsos bahkan ada pula yang STRESS hingga harus mencari ke dukun.

Bagaimana tidak STRESS, mumet dan pusing kepala, untuk mereka yang jago IT dan terbiasa dengan gadget gadget canggih susah luar biasa menembus benteng tangguh website KAI saat mencoba memesan tiket kereta api lebaran 2016, laptop dengan RAM tinggi, MAC book bahkan Mak Mak, TAB super tipis dengan jaringan fiber optik kadang tak mampu menembus hantu hantu ERROR di website KAI. Kopi, rokok, jamu tolak angin dan tolak ngantuk bahkan kemenyan dan dupa disiapkan di depan peralatan super canggih tersebut. Tepat jam dua belas malam hanya lewat beberapa menit saja ribuan tiket kereta api lebaran 2016 ke semua jurusan hilang entah kemana. Dibawa kabur SETAN  hahaha.

Namun jangan putus asa dan bersedih karena ternyata tiket berdiri dan tanpa tempat duduk ternyata dijual. Berikut ini adalah bukti bahwa tiket tiket kereta tersebut masih dijual dan beredar. 



Namun kelihatannya ada yang aneh ya dengan tiket tiket tersebut, ternyata itu adalah tiket kereta tahun 2010 dan 2011 yang masih saya simpan dengan baik sampai sekarang. Untuk koleksi anak cucu saya besok, bahwa dulu kakek buyutnya terbiasa naik kereta dari Jakarta ke Surabaya dengan cara berdiri karena tidak kebagian tiket.

Festival Rujak Ulek 2016 di Surabaya


Hari ini Minggu 29 Mei 2016 diadakan Festival Rujak Ulek dalam rangka memperingati HUT Kota Surabaya ke 723. Artikel ini sebenarnya titipan dari sobat saya yang kebetulan hadir di acara tersebut dan menyempatkan mengambil foto foto dari momen acara tersebut. Acara ini kabarnya diikuti oleh kurang lebih 1500 ibu ibu yang akan mengulek rujak secara bersamaan dan akan dibuka oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini, bakal calon Gubernur Jakarta yang akan menjadi pesaing berat AHOK di pilgub Jakarta yang akan datang.

Acara tersebut diadakan di Kya Kya di Jalan Kembang Jepun. Lokasinya berdekatan dengan Jembatan Merah yang terkenal tersebut. Jalan Kembang Jepun sendiri adalah salah satu daerah Pecinan di sudut kota Surabaya yang terkenal dengan pusat perkulakan mesin mesin dan alat alat tulis. Kya Kaya sendiri yang dalam bahasa Indonesia berarti jalan jalan adalah sentra kuliner yang digagas oleh walikota Surabaya sebelumnya, namun sayang keberadaannya kini mengenaskan karena sepinya pengunjung.


Kembali ke festival Rujak Ulek, seperti kita ketahui salah satu kuliner yang terkenal dari Surabaya adalah Rujak Cingur, sebenarnya keduanya hampir berasal dari varian yang sama yakni Rujak dengan bumbu utama Petis dan kacang yang cara membuatnya di ulek. Bedanya hanya pada tambahan bahannya yakni Cingur. Harga rujak Ulek yang berisi Cingur atau Congor sapi tentunya lebih mahal daripada rujak ulek biasa. Festival kali ini diikuti oleh perwakilan dari masing masing kelurahan yang ada di kota Surabaya memperebutkan Piala dari Walikota Surabaya tentunya.




Bahan bahan dari rujak sendiri adalah bumbu berupa petis, kacang tanah goreng, bawang putih goreng dan pisang hijau mentah. Sedangkan bahan isinya adalah tahu dan tempe goreng, cingur, buah buahan, kangkung dan kecambah panjang, ketimun, bendoyo. Ada dua jenis rujak yakni matengan dan campur, matengan berarti hanya menggunakan bahan bahan yang telah diolah seperti tahu dan tempe goreng serta kangkung dan kecambah. Sedangkan campur berarti semua bahan dicampur menjadi satu.

Kuliner ini semakin tersisih di tengah gempuran makanan makanan asing dan gerai kuliner cepat saji. Namun jangan khawatir di gang gang pinggiran Surabaya atau kampung kampung masih banyak yang menjualnya. Dulu masih banyak yang menjajakan rujak Ulek dan Cingur ini dengan cara disunggi atau ditaruh diatas kepala. Rata rata mereka adalah mbok mbok dari Madura, dan jangan diragukan lagi rasanya hmmm MAKNYUSSS



Kembali ke festival ini, mudah mudahan dapat melestarikan kuliner asli bangsa sendiri yang kian tahun semakin tersisih dengan kuliner bangsa lain yang menurut saya gak jelas rasanya. Lebih enak makanan dari Indonesia lah menurut lidah saya, kadang kita saja yang merasa latah, malu dan ikut ikutan kalo tidak makan makanan asing. Paling tidak ada usaha nyata dan berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk melestarikan kuliner asli.daerah setempat.

# Biaya Hidup di Surabaya 2017 untuk Bujangan/Single #


Biaya Hidup di Surabaya 2017 - Sebagai kota kedua terbesar di Indonesia, Surabaya tentunya menjadi magnet bagi para pendatang yang ingin mengadu nasib dan bekerja di Kota Pahlawan ini. Saya akan berikan sedikit gambaran mengenai biaya hidup per bulan di Surabaya untuk anda yang masih single atau bujangan, mungkin ada beberapa point yang dapat anda hilangkan dan anda tambahkan bila tidak sesuai.

Berikut ini adalah perhitungan biaya hidup yang mesti anda keluarkan per bulan jika tinggal di kota Surabaya tahun 2017:
  • Kost (sewa kamar 2x3 meter/ kamar mandi luar) 350 ribu
  • Makan (asumsikan paling murah 10 ribu sekali makan, 2x sehari) 600 ribu
  • Biaya kebersihan (sabun, sampo, detergen, dll) 75 ribu
  • Rokok, jajanan, dll  75 ribu
  • Pulsa HP, 100 ribu
  •  Transport (anggap lokasi kerja dekat dengan kost) jadi biaya 0 rupiah. Satu hal penting adalah angkutan umum di Surabaya tidak terlalu banyak seperti di Jakarta. Lebih baik anda menggunakan sepeda motor sebagai transportasi utama karena akan lebih cepat dan murah, anggap biaya beli bensin sebulan 100 ribu
Total = (350+600+75+75+100+100) = 1.3 juta rupiah/ bulan

Biaya hidup di atas saya buat berdasarkan pengalaman dan kenyataan hidup sehari hari, namun tentu saja ini menyesuaikan dengan gaya hidup anda, lokasi kost atau kontrakan, karena di tiap lokasi yang berbeda tentunya biaya untuk sewa kost, makan, dan transportasi akan sedikit berbeda.

Dengan UMR di Surabaya tahun 2016 sekitar 3.3 juta rupiah, mungkin bagi anda para bujangan atau single masih bisa SAVING / MENABUNG dari sisa gaji anda tiap bulannya kurang lebih 2 juta rupiah. [Simak UMK atau UMR tahun 2017 di Propinsi Jawa Timur]

Gambaran diatas bisa anda jadikan pertimbangan jika ingin bekerja dan tinggal di kota Surabaya, namun perlu diingat semua tergantung dari gaya hidup anda sehari hari akan mempengaruhi perhitungan diatas.

Tips Rahasia Memilih Kursi atau Seat Favorit di Kereta Api Ekonomi


Suasana di dalam gerbong kereta api kelas ekonomi

Naik kereta api memang sekarang lebih nyaman dan aman. Namun khusus untuk kereta api kelas ekonomi jelas fasilitas nya berbeda dengan kelas bisnis dan eksekutif. Karena bangku atau kursi nya lebih keras dan tegak lurus karena tidak bisa di miringkan, namanya juga kelas ekonomi. Untuk anda yang tidak biasa hidup susah hahaha dan terpaksa harus naik kereta api ekonomi saya bagikan tips rahasia memilih kursi atau seat favorit di kereta api ekonomi

Bangku atau kursi kereta api kelas ekonomi
Ingat tips ini sangat rahasia dan jarang banget orang yang tahu.

1. Jangan pilih gerbong no 1 apalagi yang dekat dengan lokomotif karena suara berisik mesin diesel kereta akan membuat anda terjaga dan gelisah sepanjang malam.

2. Jangan pilih seat atau bangku di gerbong paling akhir karena tidak semua stasiun memiliki apron yang panjang, otomatis anda akan kesulitan turun dari atas kereta karena jarak dengan tanah yang lumayan tinggi.
3. Jangan pilih seat pada gerbong yang pas di belakang kereta makan atau restorasi karena ada genset pembangkit listrik yang suaranya BUSYET dah membuat kuping berderik derik sepanjang perjalanan.
4. Jangan pilih seat atau kursi dengan konfigurasi 3 atau no dengan akhiran C, B dan A  kecuali  kursi no 1 dan 2. Karena kursi yang ditempati 3 orang dan berhadap harapan dengan kursi di depannya membuat anda akan pegel linu seusai perjalanan. Kalo terpaksa pilih yang no C karena terletak di lorong sehingga kaki bisa anda selonjorkan di lorong.

Bangku atau kursi kereta api kelas ekonomi no A, B dan C
Bangku atau kursi kereta api kelas ekonomi no D dan E
5. Pilih kursi atau seat konfigurasi 2 tempat duduk dengan no akhir D dan E kalo bisa no 23 dan 24.
Nih bukti bahwa TIPS dari saya manjur, tidur pulas di kursi favorit

6. Khusus untuk TIPS no 5 tersebut itu adalah kursi favorit bagi para PENGLAJU atau PJKA (Pejuang Jumat Kembali Ahad), satu hal rahasia dari kursi ini adalah kursi ini adalah kursi jatah dari "anggota". Saya sering sekali mendapati kursi sebelah saya kosong atau tidak ada yang menempati dari Jakarta ke Surabaya dan sebaliknya. Jadi kita bisa tidur pulas selama perjalanan. Ingat TIPS MEMILIH KURSI FAVORIT KERETA API EKONOMI  ini sangat rahasia, jangan dibagi bagikan ke orang lain ya.





Tags: "TIPS JITU" Mendapatkan Tiket Kereta LebaranBayar Tiket Kereta Api di ATM BCACara Mencetak Tiket Kereta ApiHal Penting Pemesanan Tiket Kereta secara ONLINEPejuang PJKAKejadian Unik di Kereta ApiLarangan Dalam Gerbong Kereta ApiTips Naik Kereta Api Ekonomi Jarak JauhCara Membatalkan dan Merubah Jadwal Tiket Kereta ApiHarga Makanan dan Minuman di Kereta Api

Empat Alasan Kenapa Jakarta Macet


Banyak hasil survey yang menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota termacet di dunia, dengan daftar peringkat yang berbeda tentunya. Dengan jumlah  penduduk sekitar 12 juta jiwa dan status sebagai ibukota negara, Jakarta dikelilingi dengan kota kota satelit lainnya macam Bekasi Tangerang, Depok dan Bogor atau istilahnya JABODETABEK. Kebanyakan penduduk didaerah penyangga tersebut bekerja di Jakarta sehingga wajar saja bila pada saat saat jam pergi dan pulang kantor kemacetan terjadi. 

Mungkin di saat jam jam sibuk jumlah penduduk Jakarta bisa menjadi 20 juta orang dan sepersepuluh nya tumpah di jalan. Tidak heran pada saat pagi hari pintu masuk ke Jakarta dari arah Halim dan Cawang, kemudian di Tol Kebon Jeruk terjadi kemacetan yang luar biasa. 

Saya yang kebetulan adalah warga pendatang dan sudah 5 tahun tinggal di Jakarta masih pusing kalau melihat kemacetan tersebut, padahal saya jarang bersentuhan dengan kemacetan karena saya kost di belakang kantor sehingga hanya butuh berjalan kaki saja. Namun di saat ada pekerjaan keluar kantor saya bisa merasakan benar dampak kemacetan tersebut.


Beberapa penyebab kemacetan di Jakarta bisa saya rangkum sebagai berikut: 
1. Pertumbuhan kepemilikan mobil dan motor yang tidak seimbang dengan pertumbuhan jalanan. Setiap tahun ribuan kendaraan baik motor maupun mobil baru terjual tanpa ada pengetatan kebijakan dari pemerintah, sehingga volume lalu lintas makin bertambah besar tidak.imbang dengan lajur jalan baru.
2. Masih buruk dan kurangnya transportasi publik. Keberadaan transportasi publik yang baik dan terintegrasi sebenarnya salah satu cara untuk mengatasi kemacetan yang ada, namun sayang infrastruktur serta peraturan yang mengikat dan benar dalam pelaksanaannya kurang terkontrol.
3. Buruk dan tidak rapinya infrastruktur penunjang lalu lintas. Keberadaan infrastruktur penunjang lalu lintas yang baik tentunya akan membuat para pengendara kendaraan bermotor dapat berkendara dengan tertib dan nyaman, hal ini rupanya masih belum bisa dengan baik disediakan oleh pemerintah dan pihak terkait.
4. Kurangnya kesadaran dan disiplin para pengguna jalan. Sudah mahfum bagi kita bahwa bangsa kita memiliki tingkat kesadaran dan disiplin yang kurang dalam berlalu lintas. Hal ini tentu menjadi penyebab kemacetan karena keinginan untuk cepat sampai di tujuan menjadikan pengendara memilih cara yang cepat baik itu menerobos marka, berjalan di bahu jalan, dan tidak mau mengalah.

Itulah beberapa penyebab kemacetan di Jakarta utamanya dan di kota kota besar lainnya di Indonesia. Jika saja kita sebagai individu bisa berbuat hal hal kecil untuk menghindari kemacetan maka mungkin saja kemacetan akan bisa berkurang.


KERETA API GAYA BARU MALAM SELATAN | DAHULU DAN SEKARANG

KA Gaya Baru Malam Selatan melintas di stasiun Cirebon Prujakan

Sejak dari saya kecil sudah sering melihat gambar kereta ini di makanan yang terkenal dijajakan di kereta api yakni wingko Babat. Saya ingat pertama kali naik kereta api Gaya Baru Malam Selatan ini sewaktu masih kuliah sekitar tahun 2000 dari Stasiun Jakarta Pasar Senen ke Stasiun Gubeng Surabaya, harga tiket kereta ini pada saat itu masih 12 ribu rupiah.  Pada saat itu kita bebas memilih tempat yang ada karena yang jadi semboyan adalah siapa yang duduk terlebih dahulu adalah yang memiliki tempat duduk

Tiket kereta api Gaya Baru Malam Selatan tahun 2012

Tiket kereta api Gaya Baru Malam Selatan tahun 2014

Tiket kereta api Gaya Baru Malam Selatan tahun 2015

Situasi dalam kereta saat itu saya masih ingat benar seperti di rimba belantara, bayangkan ada sepeda angin yang ditaruh didalam toilet sementara pemiliknya sendiri entah berada dimana. Sementara dalam gerbong kereta penuh sesak dengan penumpang dan pedagang asongan. 

Mungkin saya harus memutar ulang ingatan berapa jam perjalanan yang ditempuh, kurang lebih 20 jam karena berangkat dari Jakarta sekitar jam 10 pagi dan sampai Surabaya jam 7 pagi. Maklum saat itu PJKA yang sekarang berubah menjadi PT KAI masih carut marut pengelolaannya, kereta bisa berhenti dimana stasiun mana saja kalo ada yang kasih TIPS bukan.rahasia umum tentunya. Seperti lagu Iwan Fals "namun sayang kereta terlambat dua jam cerita lama" hahaha.

Hampir 10 tahun yang lalu kini dunia perkeretaapian Indonesia sudah berubah, berkat tangan dingin seorang Ignatius Jonan dan jajarannya. Lambat laun kereta aprilia berbenah dan menjadi moda transportasi darat paling diminati masyarakat terutama kalangan menengah ke bawah. Jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta api bisa dikatakan tepat waktu. Suasana dalam gerbong sudah dingin karena ber AC, ramai hiruk pikuk pedagang asongan sudah tidak ada sehingga penumpang bisa tidur dengan nyaman.

Suasana dalam gerbong kereta

Begitu juga dengan kereta api Gaya Baru Malam Selatan sekarang menjadi lebih nyaman, dengan harga tiket hanya 110 ribu rupiah untuk perjalanan Jakarta ke Surabaya dan sebaliknya penumpang bisa tenang selama perjalanan melewati kota kota yang disinggahi yakni Jatibarang, Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Yogjakarta, Klaten, Purwosari, Sragen, Madiun, Jombang, Mojokerto dan terakhir di Surabaya. 



Simak Jadwal Keberangkatan Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan seperti dibawah ini:


Jadwal keberangkatan KA Gaya Baru Malam Selatan dari Surabaya, sumber Wikipedia

Jadwal keberangkatan KA Gaya Baru Malam Selatan dari Jakarta, sumber Wikipedia



Dulu kereta ini berangkat dari stasiun Jakarta Kota namun kini berubah ke stasiun Pasar Senen dengan jadwal keberangkatan jam setengah 11 pagi dan akan tiba di Surabaya kira kira jam 2 dini hari. 

Bagi anda yang akan melakukan perjalanan dengan kereta ini siapkan saja fisik anda karena waktu tempuh yang cukup lama, bawa perbekalan secukupnya dan obat obatan ringan. Harga tiket kereta api Gaya Baru Malam Selatan dari Jakarta ke Surabaya dan sebaliknya tahun 2017 adalah 104 ribu rupiah. Salam dari saya NAIK KERETA API TUT TUT 




Tags: "TIPS JITU" Mendapatkan Tiket Kereta LebaranBayar Tiket Kereta Api di ATM BCACara Mencetak Tiket Kereta ApiHal Penting Pemesanan Tiket Kereta secara ONLINEPejuang PJKAKejadian Unik di Kereta ApiLarangan Dalam Gerbong Kereta ApiTips Naik Kereta Api Ekonomi Jarak JauhCara Membatalkan dan Merubah Jadwal Tiket Kereta Api, Harga Makanan dan Minuman di Kereta Api, Tips Memilih Kursi Favorit di Kereta Api

Mobil Omprengan dari RS Harapan Kita ke Bitung dan Balaraja


Beberapa bulan yang lalu karena di razia oleh Gubernur Jakarta Ahok lewat dinas perhubungan karena tidak memiliki izin resmi angkutan umum plat hitam atau omprengan ini sempat menghilang dari daerah seberang RS Harapan Kita tepatnya di dekat jembatan penyeberangan halte Transjakarta. 

Dulu sebelum ada pesaingnya yakni bus Trans Citra Raya dan Elf Kuning Telaga Bestari omprengan ini selalu penuh sesak pada jam 6, 7 ,dan 8 pagi. Omprengan ini berangkat dari seberang RS HARAPAN KITA menuju Bitung Tangerang dan terakhir di Balaraja. Dengan ongkos 10 ribu rupiah untuk tujuan Bitung dan 12 ribu rupiah untuk Balaraja. Omprengan ini dulu dan mungkin sampai sekarang banyak dinaiki oleh pedagang pedagang baju dan pakaian yang selesai kulakan dari pasar Tanah Abang. Mobil yang biasa dipakai adalah sejenis carry dengan kursi yang telah dimodifikasi seperti angkot yakni penumpang saling berhadap hadapan. 

Sekarang nasib mereka memprihatinkan karena walaupun telah NGETEM lama penumpang pun tidak akan penuh seperti dulu. Paling banter 4-6 orang saja biasanya akan ada penumpang tambahan belokan yang mengarah masuk ke jalan TOL Jakarta Tangerang. Waktu tunggu atau ngetem yang lama mungkin menjadi alasan banyak penumpang akhirnya memilih naik angkutan lain baik itu ELF kuning, bus Trans Citra Raya dan bus besar yang mengarah ke Rangkasbitung dan Merak dengan tarif yang kurang lebih hampir sama.

Saya sendiri kadang masih menggunakan omprengan atau angkot ini jika ingin ke Bitung Tangerang itupun jika terpaksa dan memang angkot itu sudah akan berangkat. Mungkin karena stress atau pusing memikirkan.penumpang yang makin lama makin sepi, sebenarnya saya agak.kuatir naik angkutan ini karena cara menyetir mobil ngawur dan ngebut di jalan Tol, kadang juga setelah hampir sampai di Bitung saya diturunkan di atas tol Bitung dan terpaksa turun ke bawah dan berjalan kaki sampai di Kolong Bitung. Alasannya klasik yakni macet dan mengejar waktu untuk cepat sampai di Balaraja. 

Hal ini juga berlaku sama bagi angkot atau omprengan dari Bitung dengan tujuan Kebon Jeruk dan relasi atau kembali lagi ke arah Tangerang. Kini sepi sudah penumpangnya karena waktu NGETEM cukup lama sehingga kesabaran penumpang habis, dan lebih memilih naik angkutan lainnya.

Masjid Kubah Emas "DIAN AL MAHRI" Depok


Minggu terakhir di Jakarta saya ditawari teman satu kost untuk jalan jalan ke tempat di Jakarta yang belum saya kunjungi. Kebetulan teman kost adalah driver ojek Online yang tentunya tahu sekali jalanan di Jakarta dan sekitarnya. Dia menawarkan untuk mengantar ke Masjid Kubah Emas di Depok, saya hanya menjawab balik, "situ emang sudah tahu jalannya". Dia berkata, tahu banget karena sewaktu masih bekerja sebagai sopir di pabrik roti sering ke arah Depok. 

Jam menunjukkan pukul dua siang, kebetulan cuaca di Jakarta hari itu mendung jadi kena buat jalan jalan dengan sepeda motor. Tanpa pikir panjang kita melaju dari daerah Slipi menuju Depok. Melewati stasiun Palmerah kemudian Kebayoran Pondok Indah, terus ke arah Lebak Bulus jalanan masih relatif lancar maklum hari Minggu. Namun begitu memasuki daerah perbatasan Depok yang kebetulan adalah daerah perumahan jalanan mulai macet di dua sisi. Jalanan sempit ditambah lalu lintas yang ramai membuat laju kendaraan terutama mobil tersendat, untung saja naik motor jadi bisa goyang kiri goyang kanan. Saya sendiri hanya bisa membayangkan bagaimana kondisi lalu lintas jika pada saat hari dan jam jam kerja. Selama ini dari berita yang saya dengar baik di televisi maupun radio dan media lainnya bahwa kemacetan di Kota Depok parah, ternyata benar adanya. Jalanan dengan hanya dua sisi tidak bisa menampung volume kendaraan yang demikian besar.


Rupanya teman saya tidak tahu lokasi sebenarnya dari Masjid Kubah Emas tersebut, saya menoleh ke kanan dan kiri ternyata kita sudah memasuki daerah Limo Depok. Akhirnya teman memutuskan untuk berhenti sejenak dan bertanya kepada orang setempat letak masjid tersebut. Setelah bertanya rupanya lokasi tidak terlalu jauh dan masjid terletak di sebelah kiri jalan. Kurang dari 7 menit perjalanan atau sekitar 4 km kemudian tampaklah Masjid besar dengan warna kubahnya yang mencolok yakni warna emas.  Konon warna emas kubah masjid tersebut memang adalah lapisan emas asli dengan tebal 3-5 mm. Masjid yang menurut beberapa sumber ini dibangun oleh Hj Dian Al Mahri, dimana profil beliau sangat sulit untuk ditelusuri. Ada yang menjelaskan bahwa masjid ini dibangun atas biaya sendiri, adapula yang mengatakan bahwa masjid ini didanai dari salah satu pemerintah negara di Timur Tengah.

Gapura depan masjid bertema gapura biasa dengan warna cat abu abu dan kelihatan mulai luntur. Parkir motor terletak di sebelah kanan pintu masuk, tiket parkir untuk motor adalah 3 ribu rupiah saja. Nampak pedagang asongan menjajakan barang dagangan berupa cinderamata berupa tasbih, gantungan kunci, dll. Serta penjual minuman dingin, mereka hanya berjualan di depan pintu masuk saja dan dilarang berjualan didalamnya. Sebelah kanan dan kiri masjid adalah taman bunga yang luas, sekilas saya lihat tanaman euphorbia dan kamboja Jepang dalam pot. Sedang di sisi kanan dekat masjid saya kira adalah kebun pohon mangga.

Untuk parkir mobil pengunjung saya kurang tahu posisi pastinya, kelihatannya di belakang sebelah kanan masjid. Saat itu saya lihat beberapa bus pariwisata dengan plat nomer A dan E yang sedang melintas masuk dan keluar masjid, serta kopaja dari Jakarta. Pintu masuk untuk masuk masjid bagi jamaah pria dan wanita dibedakan, untuk wanita letaknya sebelah timur atau setelah pintu masuk pria. Sedangkan toilet dan tempat wudhu berlokasi di bawah bangunan utama. 



Begitu masuk tempat wudhu, ternyata lantai nya terbuat dari marmer bukan keramik biasa, istimewa. Naik lagi dan masuk ke bangunan utama masjid, pintu terbuat dari kayu jati tua polos dan tak nampak ukir ukiran di pintu tersebut. Karpet hijau menghiasi lantai nampaknya juga karpet import, diatas atau tepatnya lubang kubah terdapat lukisan awan awan yang kini lagi trend di masjid besar lainnya. Konon warna awan akan berubah mengikuti kondisi cuaca di luar. Saya kurang memperhatikan berapa banyak pilar penyangga masjid. Namun nampaknya pilar pilar tersebut terbuat atau dilapisi marmer import. Menurut sumber yang saya baca masjid bagian dalam mampu menampung jamaah hingga 10 ribu orang, sedangkan total jamaah yang bisa tertampung di sekitar area masjid adalah 20 ribu orang.



Beberapa jamaah nampak khusyu sholat atau wiridan, sedangkan ada beberapa jamaah yang nampak tidur tiduran dan ada. Juga yang berbincang bincang. Saya sendiri selepas sholat ashar berjamaah menyempatkan mengambil foto foto kondisi didalam masjid, namun tidak bisa leluasa karena takut mengganggu jamaah lainnya.



Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari masjid ini kecuali beberapa bahan bangunannya serta warna mencolok kubah kubahnya. Tempatnya yang dikelilingi taman taman bunga dan buah yang luas menjadikannya berbeda dan berkesan sejuk dan nyaman. Saran saya bagi yang ingin mengunjungi masjid ini lebih baik di hari hari libur saja mengingat lokasi yang identik dengan kemacetan. Datanglah pagi pagi atau sore sekalian agar terhindar dari kemacetan kota Depok yang parah. Siapkan gadget fotografi anda karena "view" tempat ini cocok untuk berfoto foto ria.

Soto Daging Betawi di Cikupa


Kadang makanan enak memang tak pandang apapun, tempat atau pantangan. Biasanya makanan enak selalu identik restoran, harga mahal dan tempat yang mewah. Hal itu bisa jadi benar atau bisa juga tidak. 

Banyak warung makan di pinggir jalan dengan meja kayu biasa dan kursi atau bangku panjang namun pengunjungnya selalu penuh karena memang masakan yang dijual enak dan murah. Tidak pandang orang kaya maupun orang biasa yang suka kuliner tidak menjadikan dimana mereka makan yang penting rasanya.


Kali ini saya akan review kuliner Soto Betawi yang berlokasi di daerah Bitung Tangerang Banten, alamat lengkapnya saya kurang tahu, maklum di daerah Jabodetabek satu alamat bisa jadi ada di beberapa tempat. Di warung yang sebenarnya gandeng dengan rumah sang pemilik ini hanya ada satu meja kayu dengan 4 kursi plastik dan satu meja tamu dengan model duduk lesehan, hingga kalo pengunjung ramai ruang tamu rumah jadi tempat makan dadakan. 

Di tempat ini seperti halnya Soto Betawi lainnya, ada dua jenis kuah yakni bening dan butek atau santan. Saya lebih memilih kuah bening karena menghindari makanan bersantan. Selain itu pilihannya juga sop daging ayam dan daging sapi tentunya. Saat nasi putih dihidangkan dengan taburan bawang goreng di atasnya biasanya akan selalu saya santap terlebih dahulu hingga menyisakan separuh saja saat semangkuk soto panas dihidangkan. 


Seperti ciri khas Soto Betawi selalu ditaburkan emping Melinjo diatasnya, juga irisan daun bawang yang aromanya menggoda. Juga potongan tomat merah yang memanjakan mata dan lidah. Menginjak ke dagingnya, potongan daging sapi yang dihidangkan tidak terlalu besar, yang terpenting tidak banyak lemak yang ikut dalam irisan irisan dagingnya, Pas lah. Lumayan banyak sesuai dengan harganya yang juga tidak terlalu mahal, sekitar 18 ribu rupiah per porsinya. Jangan lupa sertakan irisan jeruk hijau untuk menambah rasa dan aroma.

Sayangnya kadang kadang rasa soto nya terlalu asin, hingga bagi para penderita darah tinggi seperti saya akan terasa langsung pusing kepala karena rasa asinnya. Namun bumbu dan rasa lainnya terasa pas di lidah dan tidak berubah dari waktu ke waktu.

Nasi Goreng Betawi Bang Yusuf Slipi Jakarta Barat


Saya mungkin tak akan lupa walaupun beberapa hari ke depan Jakarta akan segera kutinggalkan. Ya, kuliner yang satu ini telah menemani saya selama lebih dari lima tahun belakangan ini. Nasi goreng memang enak dimakan saat makan pagi hari, namun saat pagi hari tentu saja tidak ada yang berjualan. Di Jakarta penjual nasi goreng di Jakarta mayoritas adalah orang dari Brebes dan Tegal, rasa dan harga bisa jadi hampir semuanya sama. Entah koq bisa begitu ya, ada arisan khusus atau perhimpunan pedagang nasi goreng HaHaha. 

Saat malam hari memang adalah saat yang pas untuk menikmati kuliner yang satu ini. Lima tahun yang lalu harga nasi goreng keliling di Jakarta masih di angka delapan ribu rupiah, hingga lima tahun kemudian atau kini tahun 2016 telah berubah menjadi 12 ribu rupiah. Harga itu sama untuk nasi, mie goreng, kwietiau goreng keliling. Ciri khas nasi goreng keliling itu yakni kita akan mendapat kerupuk kecil berwarna warni yang kadang kadang telah dibungkus plastik atau langsung diambil dari kaleng kerupuk, yang kedua kita bisa memilih telor bisa diceplok, dicampur dan didadar. Berbeda dengan nasi goreng di Jawa Timur khususnya di Surabaya dan sekitarnya bumbu tambahan di Jakarta hanyalah kecap manis, kalo di Jawa masih ditambah lagi dengan saos tomat sehingga warnanya menjadi agak merah.

Namun ada satu warung tenda pinggir jalan di dekat kost di jalan Brigjend Katamso di seberang kantor NCS dan NSS Honda yakni warung nasi goreng betawi Bang Yusuf. Di warung ini tersedia masakan seperti nasi, mie, kwietiau, bihun goreng, fuyung hay, mie rebus dengan campuran daging sapi, ayam, sosis, ati ampela, petai, dll. Harga nasi goreng disini sedikit lebih mahal yakni 14 ribu rupiah untuk nasi goreng biasa. Namun rasa nasi goreng disini tentu saja berbeda dengan nasi goreng keliling tentunya. Saat menggoreng nasi, nasi terlebih dahulu digoreng dulu dalam satu wajan besar di mana didalamnya telah ditambah bumbu tertentu berwarna putih yang saya sendiri kurang tahu apa. Setelah itu di goreng lagi saat pelanggan memesan. Hasil gorengan nasinya meninggalkan sedikit saja minyak sehingga tidak eneg rasanya. Ditambah keripik emping diatas nasi goreng dan yang spesial menurut saya disini adalah acar timun dan wortelnya yang terasa segar banget. 


Seringkali juga saya memesan nasi goreng ati ampelas dengan harga 16 ribu rupiah saja, rasanya Maknyusss, cuman sekarang sudah saya kurangi karena kolesterol yang sudah tidak bisa kompromi. Dan sesekali tentunya nasi goreng campur petai, wow irisan kecil petai membuat rasa nasi goreng lebih padat dan mantap. Dan terakhir terakhir ini saya lebih condong memesan mie rebus karena cocok dengan cuaca Jakarta yang sering hujan beberapa bulan terakhir ini. Harga mie rebus ini juga sama yakni 16 ribu rupiah saja, rasanya hmmm istimewa terutama kuahnya yang hangat dan sedap gurih. 

Thanks bang Yusuf atas nasi goreng dan mie rebusnya yang telah menemani saya makan malam selama lima tahun terakhir ini. Dan bagi anda yang sedang berada di daerah Slipi, Jakarta Barat tidak ada salahnya mampir dan mencoba kuliner yang satu ini, warung tenda pinggir jalan dengan spanduk putih besar didepannya WARUNG NASI GORENG BETAWI BANG YUSUF, dengan ciri khas mobil Espass warna merah disebelahnya sebagai kendaraan operasional.

~GURIHNYA BEBEK DAN AYAM KREMES BU UJU SLIPI~


Sebenarnya saya sudah pernah sekali sih makan bebek goreng Bu Uju, cuman baru NGeeEH setelah kemarin di kantor dapat makan siang GRATISAN dari sobat kantor ane yang lagi ulang tahun. Pas ditawarin saya lebih memilih ayam goreng kremes nya karena kolesterol sudah tinggi banget gara gara kebanyakan makan kuliner enak enak di Bali beberapa pekan terakhir. 


Pas break meeting jam 12 segera saja bungkusan kotak berisi nasi dan ayam goreng kremes saya buka dan tak sampai 10 menit sudah licin tandas, ditambah lagi dengan 2 potong kepala ayam yang sengaja dibeli teman sebagai tambahan sudah beralih ke usus besar saya hahaha. Sayang saya lupa untuk merekam reka ulang adegannya dan baru teringat lagi di.kamar kost tatkala saya masih membawa satu kotak berisi ayam.goreng kempes saja dengan dua buah pilihan sambal, yakni sambal gledek dan sambal manisnya.



Dari sisi penggemar kuliner saya akan membuat review sedikit mengenai ayam goreng kremes nya saja karena waktu itu yang saya makan hanya itu. Dari tampilan awalnya bentuk kremesan dari ayam gorengnya yang kelihatan sangat menarik bahkan mengalahkan potongan daging dada ayam gorengnya yang relatif kecil. Rasa dan kriuk kremesannya bernilai lumayanlah, beralih ke daging ayam gorengnya, yang saya pesan adalah dada ternyata mendapat potongan dada atas jadi dapat sedikit bonus potongan sayapnya. Terlihat jelas yang dipakai adalah ayam kampung karena dagingnya kecil, tidak ada yang istimewa dari rasanya alias biasa saja, dagingnya juga tidak terlalu empuk dan tidak bisa disuwir suwir dengan mudah. 


Sekarang menginjak ke sambalnya, ada dua bungkus kecil sambal disertakan dalam setiap porsinya yakni sambal manis dan gledek atau pedas. Dari tampilan awalnya saya mengincar yang gledek karena potongan cabenya sudah kelihatan menggoda, dan benar saja rasanya lumayan istimewa. Hampir sama persis dengan sambal korek Pak Slamet. Bagi penggemar sambal, satu bungkus sambal rasanya tidaklah cukup, sedangkan sambal manisnya rasanya lumayanlah, cocok bagi mereka yang tidak suka pedas. 

Lumayanlah bisa membuat satu artikel mengenai Ayam dan Bebek Goreng Kremes Sambal Geledek Bu Uju di tengah kemacetan Tol Kebon Jeruk. Silahkan saja datang ke TKP yakni di dekat RS PELNI Petamburan Slipi seberang Halte Salvator. Rasakan sendiri kuliner yang satu ini, semua tergantung selera anda, selamat berburu kuliner baru.

Nih saya bagi info dari alamat dan no telepon:

BEBEK KREMES SAMBAL GELEDEK BU UJU Jl. KS Tubun Raya No. 111 (Sebelah Kobar) Seberang Halte Salvator 081218654878, 021-90265629

KANTONG PLASTIK KRESEK BAYAR DUA RATUS RUPIAH

Kita mungkin tidak menyadari selama bahwa penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari hari ternyata memakan beban energi yang besar dan meninggalkan residu sampah yang demikian banyak. Karena itu di saat ada peraturan pemerintah baru mengenai penggunaan kantong plastik berbayar di saat kita berbeda di toko swalayan sebesar Rp  200,- saya adalah salah satu orang yang mendukung hal tersebut. Di negara negara maju peraturan tersebut telah lama dijalankan, kini di negara negara tersebut orang banyak memakai kantong kertas sebagai alat pembungkus yang lebih mudah di daur ulang oleh alam. Sedangkan pemakaian kantong tetap ada dengan membayar sekitar 2 sen tiap kantongnya.

Saya akan memberikan gambaran berapa besar penggunaan kantong plastik ini di Indonesia. Menurut survey setiap tahunnya orang Indonesia memakai 700 lembar kantong plastik, dengan jumlah penduduk Indonesia yang sudah berpotensi menggunakan plastik tersebut adalah 200 juta orang. Maka jumlah plastik yang digunakan adalah 1.4 triliun lembar plastik per tahun. Berat kantong plastik rata rata 4 gram, maka berat sampah plastik per tahun yang dihasilkan orang Indonesia adalah 5.6 juta ton. WOW jumlah yang tidak sedikit khan.

Belum lagi jumlah energi yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu kantong plastik setara dengan energi mobil untuk menempuh jarak 1.7 km. Bayangkan jika energi tersebut dikalikan dengan jumlah plastik yang digunakan penduduk Indonesia setiap tahunnya. Namun dampak terbesarnya adalah karena plastik adalah barang yang tidak mudah untuk diurai kembali oleh alam, plastik bisa benar benar terurai setelah 200-400 tahun. Ini berarti setelah 3 sampai 6 generasi setelah kita sampah plastik akan benar benar hilang. Berarti kita telah meninggalkan warisan sampah.untuk anak cucu kita. 

Dilema juga muncul jika kita menggunakan kantong kertas jika berbelanja, pemakaian kertas berarti juga berdampak pada penebangan pepohonan. Karena bahan baku utama kertas adalah bubur kayu atau pulp. Namun kertas bisa dengan mudah terurai oleh alam. Semua pemakaian bahan alam memang berdampak bagi manusia, namun jika kita lebih bijak dan berpikir lebih jernih mungkin semua hal bisa menjadi lebih baik.
Nah mulai sekarang bijaklah dalam bertindak.

~BEBEK GORENG MADURA CAKUNG~

Nasi Bebek Goreng Madura

Siapa sih yang tidak pernah merasakan kuliner satu ini, ya benar bebek goreng. Namun bagi anda yang memiliki pantangan karena memiliki kolesterol tinggi hendaknya menghindari makanan satu ini. Mungkin sudah takdir, dalam makanan yang enak pasti ada pantangannya hahaha. 

Saya sendiri adalah pengidap penyakit darah tinggi namun tetap saja tidak tahan jika disuguhi kuliner ini dihadapan saya, pasti akan licin tandas masuk ke perut saya. Banyak ragam jenis bebek goreng di pasaran baik itu dari sambalnya maupun jenis olahan bebek itu sendiri. Ada bebek kremes, bebek tulang lunak, bebek rica rica dan bebek goreng biasa. Dari bermacam olahan bebek tersebut saya lebih suka bebek goreng biasa daripada diolah dengan cara lain. Satu diantara favorit saya adalah bebek goreng Madura, dengan sambal koreknya yang khas. 


Kebetulan kalo saya sedang bertugas di daerah KBN Cakung Cilincing saya selalu pesan ke orang pabrik untuk dibelikan menu makan siang nasi Bebek. Di daerah Cakung dan sekitarnya banyak berjejer warung makan Madura yang menyajikan menu bebek goreng. Hampir semua olahan bebek disini hampir sama rasanya, maklum si penjual dari daerah yang sama yakni Madura. 

Perbedaan mendasar dari bebek goreng Madura dengan bebek goreng lainnya adalah potongan daging bebek nya lebih kecil dan tidak utuh. Dan hampir semua bagian bebek dijual disini, mulai dada, paha, jeroan, kepala, leher dan kaki. Satu lagi sambal koreknya yang pedasnya minta ampun serta asin. Dengan harga satu bungkus nasi bebek yakni 24 ribu kita.mendapat satu porsi besar nasi putih dan beberapa potong daging bebek, bisa campur atau kita memilih yang kita sukai ditambah lalapan daun kemangi dan mentimun serta siraman minyak bekas gorengan bebek yang MAKNYUSS rasanya.

Sejak kecil waktu tinggal di Surabaya saya sudah terbiasa dengan kuliner yang satu ini, maklum rumah saya berada di lingkungan yang cukup banyak orang Maduranya. Berbagai olahan bebek goreng Madura telah saya dicicipi dan rasanya memang MAKNYUSS.

Over all saya lebih suka bebek goreng Madura, walaupun kadang dagingnya ada yang agak alot, namun rasa gurih dan sedapnya tidak terkalahkan.

Artikel Unggulan

SEPINYA ORDER GOJEK "INIKAH AKHIR MIMPI MANIS OJEK ONLINE"

Tak terasa sudah lebih dari enam tahun Gojek moda transportasi berbasis aplikasi menemani keseharian masyarakat Indonesia. Terobosan fen...

DMCA

DMCA