Catatan perjalanan hidup seorang QC dalam melakoni kehidupan dan pekerjaannya sehari-hari

Latest Posts

13 September 2019

Trip Report Naik Bus EKA Surabaya Purbalingga

Suasana dalam bus EKA
Hari itu kebetulan setelah pending akhirnya saya dapatkan order freelance di Purbalingga untuk inspeksi bulu mata. Ini adalah hal yang baru bagi saya. Beberapa tahun yang lalu saya sempat mendapat tawaran inspek barang yang sama di daerah yang sama juga namun saya tolak karena terlalu jauh dari Jakarta dan juga saya bingung masalah transportasi menuju kesana.

Karena sekarang home base ada di Surabaya saya merasa beruntung karena walaupun banyak order yang berada di Jawa Tengah namun saya tidak terlalu pusing masalah transportasi kesana karena banyak moda transportasi yang melayani.

Purbalingga adalah satu kabupaten kecil dekat dengan kota Purwokerto yang jelas lebih mapan infrastrukturnya. Daerah ini terkenal dengan industri bulu matanya baik skala rumahan sebagai pengepul dan skala pabrikan. Barang yang kelihatan sepele ini telah di ekspor di berbagai negara di belahan dunia lain.
Suasana dalam bus EKA
 Untung saja ada rekan kerja yang dengan senang hati membantu memberi contoh dokumen inspeksinya kepada saya. Dia telah puluhan kali mengecek produk ini sebelumnya. Pengalamannya sebagai seorang QC mungkin telah melebihi saya baik dari segi lama maupun bidang yang telah dia inspeksi.

Skip......skip.... sebenarnya saya lebih memilih naik kereta dari Surabaya ke Purwokerto namun saat hari keberangkatan tiket kelas ekonomi tak ada yang tersedia alias habis yang tinggal hanyalah tiket kereta kelas eksekutif dengan harga yang lumayan menguras kantong. Chit chat dengan orang pabrik dia menyarankan saya untuk naik saja bus EKA jurusan Purbalingga dan nanti turun di terminal Purbalingga karena letak pabrik yang hanya 15 menit saja dari terminal. 

Lalu saya coba mencari info di internet mengenai jadwal bus EKA yang mengarah ke Purbalingga, saya agak lupa waktu itu info yang saya dapat jam berapa? Nyatanya saya menunggu bus di bypass Krian sekitar jam 8 dan disaat di perjalanan sekilas lewat bus EKA yang saya cari. 

Dengan terpaksa saya naik bus EKA selanjutnya yang selang waktunya tak lama sekitar 10 menit kemudian. Sopir bus EKA jurusan Magelang itu berkata jangan kuatir Mas nanti bus tersebut akan stay di terminal Tirtonadi beberapa saat. Dan sampeyan akan bisa mengejar waktunya dengan naik bus ini. 

Benar saja sekitar jam 1 atau setengah 2 malam saya lupa tepatnya bus yang saya tumpangi sampai di terminal Tirtonadi Solo. Dengan terkantuk kantuk saya berjalan dari pemberhentian akhir ke arah bus EKA yang sedang ngetem di sisi barat terminal. Nampak kondektur berdiri di pintu bus lalu saya hampiri dia sambil berkata "Mas ini jurusan bus Purbalingga? Iya benar Pak. Untuk memastikan saya tanyakan lagi bensr nih tujuan terakhir terminal Purbalingga? Iya Pak. 

Tak berhenti sampai di situ saya tanyakan juga kira kira sampai Purbalingga jam berapa? Dia menjawab sekitar jam 6 sampai setengah 7 pagi paling lambat. Oh, ok jawab saya sambil naik kedalam bus. Didalam bus terlihat penumpang hampir semua dalam keadaan tertidur maklum masih dini hari ditambah lagi dengan kondisi dalam bus yang sejuk karena pendingin ruangan. 

Saya lupa berada di bangku nomer berapa namun masih ingat di sisi sebelah kiri sopir. Walaupun bus tersebut bukan bus jenis terbaru armada EKA yakni jetbus 3 namun telah dilengkapi selimut di tiap-tiap kursi penumpang. Oh ya tarif tiket dari Solo ke Purbalingga di kisaran 70 ribu rupiah.

Kurang lebih 5 menit menunggu bus melaju kembali melanjutkan perjalanan meninggalkan kota Solo ke arah Jogja. Skip.....skip entah jam berapa bus sudah memasuki terminal Giwangan Jogjakarta saya kembali tertidur hingga akhirnya bus sampai di lampu merah Blondo Magelang. Tak menunggu lama saya tertidur kembali. Jalanan Solo ke arah Magelang dan Wonosobo walaupun tidak terlalu lebar namun aspalnya bagus dan tidak bergelombang sehingga tidak terasa bagi penumpang didalam bus.

Saya akhirnya terjaga ketika bus mulai memasuki daerah Temanggung Wonosobo, hawa dingin menyengat merambati bodi bus dan berefek kedalam. Untung saja ada selimut yang disediakan oleh armada bus EKA yang membantu menghangatkan tubuh. Maklum saja Wonosobo adalah letak dataran tinggi Dieng yang terkenal dinginnya. 
Terminal Purbalingga

Saya terjaga sambil sesekali melihat suasana di luar bus dan mendengarkan pembicaraan antara kondektur dan sopir. Di jam-jam kritis seperti ini perlu bagi kondektur untuk mengetahui kondisi stamina sopirnya, maklum sudah hampir 10 jam sang sopir dibalik kemudi dengan waktu istirahat yang hanya beberapa saat di Ngawi dan Solo. 

Mereka terus berbincang dengan topik pembicaraan yang lumayan menarik bagi saya dan mungkin lain kali akan saya tulis sebagai artikel.

Jalanan naik turun dengan tenang dilalui bus EKA tersebut nampak skill mumpuni sopir bus bekas PO Sumber Alam atau Sinar Jaya tersebut. Memasuki kabupaten Purbalingga penumpang hanya tersisa 2 orang. Saya dengan satu penumpang cewek yang rupanya sudah langganan naik bus EKA karena terlihat jelas bersenda gurau dengan kru bus tersebut di akhir perjalanan. Dia rupanya bekerja sebagai seorang perawat di Purbalingga. 

Sekitar jam 6 pagi bus akhirnya merapat di Terminal Purbalingga. Sebuah terminal mungil yang besarnya hampir sama dengan terminal di Magelang. Alhamdulillah sampai juga di tujuan perjalanan saya hari itu.
(Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA)

Recent Posts

Popular Posts

INDO.INSPECTOR. Powered by Blogger.

Artikel Unggulan

Hadiah Kaos Kaki dari Google Local Guide. Lumayan lah

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *