EDISI PENERIMAAN SISWA SISWI BARU

Kebetulan akhir pekan yang lalu ada waktu main ke rumah kakak di Gresik, sambil test drive mobil baru. Kakak berkeluh kesah masalah anaknya yang baru lulus SD dan hendak mendaftarkan ke SMP Negeri di daerahnya. Kebetulan nilai NEM nya untuk "Ukuran Sekarang" termasuk menengah yakni 24,46. 

Sebagai orang tua tentunya menginginkan yang terbaik untuk anaknya, begitu pula dengan kakak saya, dengan memantau secara online dapat kita ketahui posisi ranking dari anak dari sekian ratus pendaftar. Ya, kebetulan saja SMP tujuan keponakan saya termasuk SMP Negeri favorit di daerahnya, saya coba lihat dengan bantuin TAB canggih saya hehehe, ya ternyata nama nya tidak ada dalam rangking terbawah sekalipun di dua SMP Negeri tujuan. Saya sempat mencatat nilai terendah dari dua sekolah tersebut ada di rata rata 26 koma... dan 27 koma...

Saya sempat termenung, dengan hanya 3 mata pelajaran yang di UN kan, maka nilai keponakan saya memiliki rata rata 8. Namun ternyata untuk bisa bersaing dengan anak anak lain nilai 8 tersebut tidak berarti apa apa karena anak lain memiliki nilai rata rata di atas 8 dan 9. Hhhhm bisa saya bayangkan betapa "pintarnya" anak jaman sekarang.

Saya teringat ketika jaman saya SD, dengan 5 mata pelajaran yang diujikan yakni PMP, Matematika, Bahasa Indonesia, IPA dan IPS, untuk satu sekolah saja hanya bisa menghasilkan 2 atau maksimal 5 anak dengan nilai rata rata NEM 8, sedangkan kebanyakan nilai NEM saat itu adalah 6 dan 7 saja.
Memang hal tersebut tidak bisa dijadikan bahan perbandingan karena apa yang diterima murid murid sekolah sekarang berbeda dengan apa yang kita terima dulu.

Saat SD dulu bahasa Inggris belum diajarkan seperti sekarang, saat kelas 1 pun kita masih belajar mengeja dan menulis secara benar. Berbeda dengan anak sekarang yang saat masuk SD harus sudah bisa membaca dan menulis dengan baik.

Saat SD dulu selepas sekolah kita masih bisa bermain petak umpet, gundu atau kelereng, atau mencari ikan di empang. Beda dengan anak jaman sekarang, sepulang sekolah harus ikut les ini itu atau bahkan ikut FULL DAY SCHOOL, hingga mereka kehilangan waktu bermain mereka.

Saat SD dulu paling mentok kita hanya bisa main GIMBOT atau game watch dengan cara menyewanya 25 rupiah untuk setiap 5 menitnya, sedangkan anak kecil sekarang terbiasa menggunakan laptop dan tablet serta smartphone

Ya sekali lagi, jaman telah berubah, tingkat kompetisi dan persaingan sekarang berbeda dengan dahulu. Orang tua sekaranga dihantui fobia atau ketakutan anaknya tidak bisa bersaing dengan teman temannya di sekolah atau bahkan kelak jika dewasa. Namun patut menjadi telaah kita yang sekarang menjadi orang tua bahwa sikap hidup, etika dan moral dalam kehidupan adalah lebih penting daripada kemampuan penguasaan bahasa asing dan teknologi. Mereka akan menjadi lebih bijak bahwa dengan kemudahan yang mereka dapatkan sekarang adalah menjadi alat bagi mereka dan bukannya mereka yang menjadi alat atas semua fasilitas dan kemudahan tersebut.

Suatu malam di kereta api

Suatu malam di kereta api

Hari ini tidak seperti biasa saya pulang ke Surabaya, biasanya saya pulang untuk berjumpa dengan keluarga di setiap hari Jumat sore dan sampai di rumah hari Sabtu dini hari. Minggu ini saya sengaja cuti pada hari Jumat, karena kebetulan saja tiket untuk hari Jumat tidak saya dapatkan maka kuputuskan untuk pulang di hari Kamis. Hari ini bertepatan dengan satu minggu berjalan puasa Ramadhan 2015, dan kebetulan liburan anak sekolah. 
Ternyata, kondisi di stasiun besar Pasar Senen penuh sesak dengan para penumpang kereta, yang mungkin saja memilih mudik lebih awal atau sengaja memulangkan anak istri mereka lebih awal ke kampung halaman masing masing. Sebenarnya walaupun tidak bertepatan dengan hari libur kereta ekonomi tujuan ke Jawa selalu penuh sesak, ini bisa dimaklumi karena moda transportasi ini relatif lebih murah dan nyaman. Apalagi PT KAI dua tahun terakhir telah banyak berbenah untuk meningkatkan pelayanan ke konsumen.

Ya, sebagai pengguna setia kereta api jarak jauh saya patut bersyukur dengan kondisi ini, tiket semakin mudah didapat dengan berbagai macam cara tidak hanya dengan mengantri berlama lama di stasiun, demikian pula dengan kondisi di dalam kereta sendiri, sudah tidak ada pedagang asongan, pengamen atau bahkan copet yang berkeliaran. Sehingga para penumpang bisa menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman.

Kondisi dalam gerbong ekonomi yang kini sudah dilengkapi dengan AC
Para penumpang pun bisa beristirahat dan tidur dengan nyenyak karena hawa dalam gerbong yang sejuk karena setiap gerbong sudah dilengkapi dengan AC. Para penumpang yang merokok pun dibatasi ruang geraknya karena tidak diperbolehkan lahi merokok dalam setiap jengkal area kereta. Namun masih ada yang mencoba mencuri curi dengan merokok di kamar mandi.

Barang bawaan penumpang 
Saya sendiri adalah perokok berat namun masih bisa mengontrol diri untuk tidak merokok selama perjalanan. Mungkin karena saya sudah paham betul peraturan di dalam kereta. Yang justru membuat saya jengkel adalah para penumpang baru serta cowok cowok ALAY, yang merasa sok tahu dan justru mengabaikan peraturan yang ada. Bagi mereka mungkin kereta yang sekarang sama seperti kereta kereta jaman BAHEULA.

Padahal kalo kita menaati peraturan yang ada maka itu akan membawa dampak positif bagi kita, memang ruang lingkup kita agak dibatasi. Namun sebenarnya pembatasan tersebut bermanfaat bagi kita sendiri dan orang lain. Semoga kita lebih bijak dan mau menaati peraturan yang ada.


Dari Stasiun Pasar Turi ke Terminal Bungur Asih/ Purabaya (2015) Part 2

Menyambung posting saya sebelumnya, akan saya bagikan sedikit informasi yang mudah mudahan berguna. Pada posting sebelumnya saya hanya membahas cara bagaimana anda ke Terminal Bungurasih jika anda menggunakan KA Kertajaya yang datang dari Jakarta kira kira jam setengah dua dini hari. Memang agak susah mencari angkutan di saat tersebut namun saya sudah jelaskan di posting yang pertama.

Kali ini saya akan jelaskan bagi anda yang datang dari Jakarta atau kota lainnya ke Stasiun Pasar Turi dengan waktu kedatangan di pagi dan siang hari, seperti dibawah ini:
KA GUMARANG datang kira kira jam 4 pagi, 
KA SEMBRANI jam 6 pagi dan 
KA ARGO ANGGREK MALAM jam 7 pagi. dan KA ARGO ANGGREK PAGI jam 7 malam

Bisa anda lihat pada gambar dibawah ini, setelah keluar kereta biasanya ada 2 pintu keluar yang dipersiapkan, biasanya pintu keluar UTARA untuk kereta kelas ekonomi dan pintu keluar SELATAN untuk kereta kelas bisnis dan eksekutif. 

Anda ikuti saja arah keluar stasiun sampai di depan jalan Semarang, baik dari pintu UTARA maupun pintu SELATAN, tips. jangan hiraukan calo calo, tukang ojek dan sopir taxi pura pura aja sudah tahu kondisi. 

Jika kebetulan anda naik KA GUMARANG saya sarankan anda ikuti jalan pintu SELATAN dan menunggu bus yang lewat dalam kota menuju Terminal Bungurasih di perempatan depan stasiun Pasar Turi seperti pada gambar. 



Bis kota pertama biasanya jam setengah 5 pagi, kenek bus akan berteriak teriak BUNGUR BUNGUR, anda naik saja jangan takut salah naik bus. Jarak antar bus cukup lama bisa mencapai 45 menit, jadi anda jangan sampai kelewatan dan menunggu terlalu lama. Untuk anda yang tidak tergesa gesa dan diburu waktu dapat memilih bus kota ini, namun jika diatas jam 6 pagi lalu lintas mulai ramai anda dapat memilih alternatif BUS KOTA P5 yang melintas di depan PGS atau PUSAT GROSIR SURABAYA.

Bus kota P5 yang pertama melintas biasanya jam setengah 6 pagi, cara menuju PGS dapat anda lihat pada gambar. Ingat jika anda membawa banyak barang bawaan mending naik becak saja, daripada jalan walaupun hanya 200 meter saja dari stasiun tetap aja CAPEKKK. Tarif becak paling mahal 15 ribu, tawar dulu hingga sepakat jangan SOK SOK AN ntar malah tertipu.

Setelah sampai di depan PGS, anda duduk manis di situ dan tunggu bis tersebut melintas. Informasi tambahan di depan PGS juga melintas bis dengan tujuan kota Sidoarjo. Tarif Rp 6000,- dan selang waktu antar bus kira kira 45 menit. Bis P5 ini akan langsung masuk TOL DEMAK KE ARAH WARU, dan hanya 2 kali ngetem di depan jalan DEMAK dan di PASAR LOAK sebelum masuk TOL. Waktu tempuh sekitar 45 menit sampai ke terminal Bungurasih.

[Bagi anda yang ingin memakai jasa ojek dan taxi online tentu saja tersedia namun harus berjalan agak jauh ke sisi sebelah kanan dari luar stasiun kira-kira 250 meter dekat SPBU jalan Semarang disitu mereka biasanya mangkal dan mau menjemput anda]


Beda Mebel Export dan Mebel Lokal

Mebeler atau furniture kualitas export

Mumpung lagi sepi kerjaan nih, tema posting kali ini sesuai dengan bidang kerja saya bidang mebeler atau furniture.  Tema kali ini yakni beberapa perbedaan antara MEBEL EXPORT DAN MEBEL LOKAL. Di Indonesia furniture atau barang mebeler mungkin masih menjadi kebutuhan sekunder atau tersier bagi kebanyakan orang. Jika ada kebanyakan menghiasi ruang kantor dan ruang tidur, yakni meja kursi tamu dan ranjang untuk tempat tidur dan meja kursi makan. Sedangkan untuk meja kerja, meja belajar dan rak TV mungkin jika diperlukan saja.

Untuk di Indonesia orang mungkin masih favorit dengan mebel Jepara an istilah yang sering kita temui. Memang dengan harga relatif murah dan bersaing kita masih bisa dapatkan mebel lokal dengan kualitas yang lumayan menurut saya. Dengan kisaran harga 2.5 - 3.5 juta kita sudah bisa mendapatkan satu set meja dan kursi tamu yang sudah di finishing. Sedangkan untuk meja dan kursi makan kisaran harga dari 1-2 juta tergantung dari banyak kursi kita sudah mendapat satu set meja dan kursi makan. Sedangkan untuk ranjang tempat tidur kisaran harga antara 3-5 juta itupun tergantung dari matras yang kita pilih.

Mebel lokal, sumber foto Google
Sebenarnya untuk mebel mebel Jeparaan ini kualitas cukup bagus, namun ada beberapa kelemahan mendasar yang sering saya temui, antara lain:

1. Sering kita temukan kayu yang split/retak pada beberapa bagian setelah pemakaian beberapa bulan, ini dikarenakan proses (KD/kiln dry) atau pengeringan kayu tidak bagus sehingga kadar air dalam kayu atau istilah mebelnya MC tidak mencapai standard bakunya yakni 10-12%. Seringkali kayu yang digunakan masih terlalu basah dan tinggi kadar airnya, sehingga bila terkena perubahan cuaca maka kayu akan mengalami keretakan di beberapa titik. Biasanya penjual mebel akan mengakali retak retak ini dengan menggunakan dempul kayu. Baca artikel saya yang lain mengenai cara menggunakan MC meter untuk kayu.

2. Finishing yang ala kadarnya. Finishing yang digunakan umumnya menggunakan plitur atau politur kayu dengan ditambah aplikasi stain serta sedikit antique finish. Untuk orang awam biasanya tidak terlalu mempermasalahkan hal ini, namun bagi yang tahu mengenai mebel mungkin mebel lokal memiliki proses finishing yang kurang halus.

3. Konstruksi yang kurang bagus, untuk mebel yang bukan upholstered (bagian dalam berupa kanvas) atau orang umum menyebutnya sofa mungkin tidak menjadi masalah besar. Ini kebanyakan saya dijumpai di sofa sofa lokal dimana konstruksi bagian dalam nya kurang halus dan cenderung berbahaya jika kita mengerti konstruksi mebeler. Namun untuk mbeler seperti kursi, meja dan almari jangan khawatir masalah konstruksi saya bisa jamin karena bagus menurut pengalaman saya.

Untuk jenis yang kedua yakni mebel buatan industri besar yang kebanyakan orang bilang mebel MDF an. Mebel jenis ini biasanya memiliki model minimalis dan terbuat dari MDF, dan particle board yang dilapisi veneer, baik itu wood veneer maupun resin veneer. Untuk konsumsi kebanyakan orang Indonesia adalah meja belajar, rak TV, rak rak dapur dan lemari pakaian serta nakas nakas kecil. Mebel jenis ini biasanya berkonstruksi KD (knok down) artinya bisa dirakit dan dicopot ulang. Beberapa kelemahan mebel jenis ini adalah:

1. Karena material yang digunakan adalah MDF dan PB, maka mebel ini rawan sekali terkena jamur dan terkikis perlahan jika terkena kelembaban apalagi air secara langsung. Terlebih lagi kelembaban di Indonesia sebagai negara tropis tergolong tinggi sehingga masalah ini akan terjadi jika kita tidak pandai merawat dan menempatkan mebel kita. Artikel mengenai material ini dapat anda baca di postingan saya tips memilih furniture.

2. Model dan warna yang kurang NYENI menurut saya, karena memang mebel jenis ini bersifat minimalis.

3. Konstruksi yang lemah, karena bersifat knock down, jangan harap kita mendapatkan mebel yang awet seperti mebel peninggalan kakek nenek kita dulu. Konstruksi yang digunakan biasanya adalah dowel kayu dan pen besi serta screw sebagai penguatnya. Saran saya cek secara rutin bagian bagian sambungan dari mebeler anda, apabila ada bagian yang loose atau kurang segera kencangkan lagi dan bisa anda gunakan lem kayu sebagai penguat namun dengan resiko mebel anda tidak bisa anda copot copot lagi kedepannya.

Untuk mebel yang kualitas export saya sambung lagi di POSTING selanjutnya....

Old and New QC


Sudah 3 bulan saya pegang GADGET baru dari kantor, dasar iseng kucoba cari tahu harganya di toko online. Wah lumayan juga masih disekitaran 5 - 6 jeti. Namanya gadget baru tentu saja masih belum banyak aplikasi yang terpasang, hanya email OPIS yang sudah built in dan aplikasi baru untuk para QC seperti saya.

Gua patut bersyukur karena sampai saat ini GADGET ini baru saya dan team IT opis yang pegang, gua coba otak atik dulu aplikasi untuk mendukung kinerja saya, ya makin mudah memang untuk bekerja ke depannya. Namun dibalik kemudahan pastinya ada kesulitan, yang pasti report harus dikerjakan on time/ same day report ini yang akan menjadi kendala, karena pihak vendor harus signed pada akhir form REPORT.

GADGET memang membantu aktifitas kerja kita, apalagi di jaman yang serba modern, apalagi semenjak demam si ROBOT IJO dan touch screen devices. Email, browsing, office spreadsheet, camera, dll semua ada dalam satu tools. Komplit pake Telor Pokoknya.

Saya teringat 7 tahun yang lalu, fasilitas laptop hanya diberikan kepada kepala regu atau supervisor QC, QC hanya diberikan kamera itupun satu lokasi pabrik satu paling banter 2 dengan kepala regunya. MC meter wajib satu satu, senjata yang paling utama adalah RED ARROW sticker dan ID sticker. Ah itu masih mendingan ada juga yang hanya dibekali isolasi kertas (LAKBAN) istilah kerennya.

Paling tidak saya telah mengalami semuanya, dari QC yang konvensional hingga QC yang new style. Jaman memang sudah bergeser, QC new style mengandalkan reporting yang lengkap tentang sebuah produk dalam inspeksinya tentunya tidak mudah membuat sebuah reporting yang bagus. Butuh jam terbang dan ketelitian tinggi. Kadang dengan mudah kita bisa cantumkan hasil PENDING atau FAIL pada reporting karena temuan kita pada hasil inspeksi.

Beda halnya dengan QC yang konvensional yang lebih banyak terjun langsung di produksi yang mengamati produk satu persatu dan merelease hasil inspeksi mereka satu persatu, reporting kadang menjadi sesuatu hal membebani. Memang cara ini ada benarnya juga karena produk diawasi kualitasnya dengan baik selama proses, namun bagaimanapun juga jaman telah berubah.

Seorang QC yang bagus harus memiliki PRODUCT KNOWLEDGE yang kuat akan barang yang di inspek, sehingga saat memutuskan hasil inspeksi tidak ada keraguan dalam dirinya tentang KUALITAS PRODUK jika telah berada di user end (konsumen akhir). QC yang baik juga harus berfikir bagaimana cara kerja yang efisien, cerdas dan bertanggungjawab. Bagaimanapun juga perlu untuk belajar PAPER WORK, dan membuat satu reporting yang bagus.

KLIEN BARU

Sumber: pedulijilbab.com
- KLIEN BARU - Seperti kata orang orang bijak lebih berbuat salah daripada hanya berpikir saja. Mungkin gak ada hubungannya dengan postingan saya kali ini, Sudah hampir 3 tahun saya coba hunting agen atau buyer untuk koneksi langsung dengan saya di Indonesia. Awalnya memang suatu ketidak sengajaan ketika saya bertemu dengan orang vendor yang singkat ceritanya dari situ saya baru tahu telah banyak QC yang menjalani profesi sebagai freelancer inspector.

Awalnya saya tidak tertarik, namun karena kebanyakan di kantor tidak ada pekerjaan di luar iseng iseng saya coba menata kembali profile dan CV saya agar kelihatan menarik dengan menambahkan beberapa pengalaman inspeksi produk baru. Saya kirim CV dan profile saya ke hampir semua agent QC dan buyer buyer yang sebelumnya udah saya searching di Mbah GOOGLE. 

Singkat cerita 2 tahun yang lalu saya akhirnya mendapat kepercayaan untuk menjadi freelancer dari sebuah agent di China. Dua tahun menikmati hasil kerja saya berupa pundi pundi Dollar rupanya membuat saya terlena untuk tidak lagi mengupgrade koneksi yang ada, hingga ada gonjang ganjing di Opis yang membuat saya semangat untuk mencari klien baru lagi.

Sebenarnya ada lebih dari 5 klien baru yang sudah melalui pendekatan intensif namun seringkali masalah harga yang menjadi kendala utama. Wajar jika klien baru tersebut meminta harga yang murah dengan requirement yang njlimet banget menurut saya, kadang saya harus banting harga untuk menyesuaikan permintaan mereka namun tetap saja order belum berhasil turun. Sebenarnya penyebabnya ada banyak:

1) Order yang bersifat direct ke Indonesia untuk produk hardline kuantitinya sangat sedikit jika dibanding dengan negara lain terutama China dan Vietnam.
2) Boomingnya agent besar semisal AI (Asia Inspection) yang menawarkan jasa inspeksi dengan akurasi data tinggi dan harga murah. 
3) Masalah trust (kepercayaan), faktor ini yang saya rasa memegang peranan penting. Karena antara para freelancer, agent (klien) dan buyer sama sama belum pernah bertemu di dunia nyata, hanya melewati email, chat dan telepon (kalo urgent)

Entah beruntung atau mungkin profile CV saya yang bagus, akhirnya ada satu klien baru yang mempercayakan ordernya pada saya. Namun saya harus mengerut dahi karena harga yang saya terima sangat rendah dibanding harga pasaran, saya bukan terpaksa melakukannya namun proses negoisasi dari pihak klien yang saya akui memang SSI (speak speak iblis) hebat menurut saya.

Awal minggu ini sudah saya jalankan proses inspeksi nya dan memang saya akui saya salah nego harga. Tidak sesuai dengan beratnya proses inspeksi yang mesti dijalani. Si klien pun pada hari berikutnya mengirim email mengenai report saya yang kurang bagus dan kurang detail namun di sisi baiknya kelihatannya dia masih interest untuk memakai jasa saya kedepannya. Saya berharap order akan lancar sehingga pundi pundi DOLLAR saya bertambah. Namun satu yang pasti saya akan ajukan negoisasi ulang masalah harga, kalo tidak ketemu harga baru mungkin saya akan jual mahal.

Angkutan Dari Terminal Bungurasih ke Stasiun Pasar Turi

Suasana terminal Bungurasih keberangkatan dalam kota

Saya sempat posting kurang lebih satu  bulan yang lalu bagaimana cara kita naik angkutan dari  Stasiun Pasar Turi ke Terminal Bungurasih. Pada kesempatan kali ini saya akan posting perjalanan sebaliknya bagaimana cara menuju Stasiun Pasar Turi dari Terminal Bungurasih. 

Mungkin bagi anda yang berada di luar kota Surabaya yang hendak berangkat menggunakan moda transportasi kereta api dan kebetulan berangkat dari Stasiun Pasar Turi semoga terbantu dengan posting saya ini. Terminal Bungurasih merupakan gerbang transit ke kota Surabaya dari kota kota di sekitar Surabaya dan Sidoarjo, terminal ini memiliki 3 terminal utama yakni terminal keberangkatan dalam kota, keberangkatan luar kota dan antar propinsi serta terminal kedatangan.

Setelah bis berhenti di terminal kedatangan dan anda hendak melanjutkan perjalanan ke dalam kota Surabaya anda ikuti saja lorong lurus dari terminal kedatangan tersebut hingga anda akan bertemu dengan banyak timer bus dalam kota, jika anda kurang yakin dengan bis yang akan anda naiki saya sarankan anda bertanya saja karena sejauh yang saya tahu mereka tidak akan memungut ongkos apa apa karena mereka akan langsung memungut uang tips dari kondektur bus. Ini tentu saja lebih aman daripada terminal terminal yang ada di Jakarta, seperti halnya Kampung Rambutan dan Pulogadung yang terkenal angker dan berbahaya bagi pendatang yang lugu.

Jika anda hanya transit dan ingin melanjutkan ke kota lain di Jawa Timur, anda ikuti saja lorong tersebut dan pas di tengah tengah ada papan petunjuk ke arah kiri lorong tempat terminal keberangkatan antar kota antar propinsi, sekali lagi tanyakan tujuan anda ke kondektur bis atau timer jika kurang yakin dan jangan khawatir orang Surabaya ramah ramah KOQ. Mending bertanya daripada sesat di JALAN. Anda bisa baca Jadwal dan Tarif Bis AKAP dan AKDP.

Bus Patas P5 Bungurasih JMP via tol
Kembali lagi ke bus dalam kota ke Stasiun Pasar Turi, setelah masuk terminal dalam kota ada 2 alternatif bus ke arah stasiun yang bisa kita pakai yakni bus PATAS P5 lewat TOL dan biasa lewat tengah kota. JANGAN dibayangkan PATAS berarti bis nya ber AC, tidak karena PATAS disini bis setelah keluar dari terminal akan masuk langsung TOL WARU dan keluar TOL DEMAK dan langsung ke arah Stasiun Pasar Turi. Jika lancar perjalanan hanya ditempuh dalam waktu 20 menit, yang lama biasanya waktu NGETEM di terminal saja.


Alternatif yang kedua yakni naik bis yang lewat tengah kota, saya tidak menyarankan hal ini jika anda diburu JAM keberangkatan kereta. Karena bis akan NGETEM di banyak tempat, jika perjalanan lancar saja mungkin waktunya sekitar 1 jam lebih untuk sampai di daerah BUBUTAN, anda harus turun di daerah ini dan berjalan kaki atau naik becak untuk bisa sampai ke stasiun.

Pasar turi Surabaya
Lanjut ke bus PATAS seingat saya adalah bus PATAS P5 dengan jurusan Bungurasih ke Jembatan Merah lewat PGS via TOL, jadi anda tidak akan langsung berhenti di depan stasiun melainkan di depan PGS (Pusat Grosir Surabaya) biasanya kernet akan berteriak teriak menyampaikan yang turun stasiun PERSIAPAN PERSIAPAN, jadi jangan khawatir anda kebablasan. Oh ya siapkan uang pas 6 ribu rupiah untuk ongkos dengan waktu tempuh perjalanan paling lama 30 menit dari Terminal Bungurasih ke Stasiun Pasar Turi. Dari tempat anda turun anda harus menyebrang ke seberang jalan. Biasanya banyak becak yang menawarkan jasanya, kalo anda banyak membawa barang bawaan mending anda naik becak saja, tarif paling mahal 15 ribu tidak lebih. Tapi jika anda hanya membawa ransel biasa mending jalan kaki saja akan lebih sehat.



Setelah menyeberang jalan anda ikuti jalan sebelah kiri anda kebetulan trotoar di Surabaya cukup lebar dan enak untuk jalan jalan hehhehee. Anda ikuti saja hingga di ujung jalan anda belok ke arah kanan dan ikuti jalan tersebut lurus saja dan harap hati hati karena anda jalan berlawanan arus, kurang lebih 200 meter anda akan sampai di depan Stasiun Pasar Turi. Selamat menikmati perjalanan Anda, jangan lupa siapkan tiket kereta Anda dan kartu identitas pada saat memasuki peron Stasiun. Untuk anda yang pertama kali pergi menggunakan kereta api ekonomi jarak jauh anda bisa baca TIPSNYA disini.

Nitip iklan travel bandara Juanda ke Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto.


HaPpY hOuR


Sumber: 123rf.com
Kemarin sore ada acara di opis, biasa mungkin mau menjelang puasa. Eeee ternyata tidak, judulnya sih Happy Hour alias Jam Suka Suka. Pak Bos bilang sih ini sekaligus peresmian tempat suka suka di lantai 2 kantor untuk tempat Sale dan makan siang bareng melepas penat bagi karyawan. 

Ide yang unik sih, karena jarang jarang ada perusahaan yang begini pada karyawannya. Memang sih, semua tempat kerja ada plus minus dari segala sisinya. Gaji, dan asuransi kesehatan adalah prioritas utama bagi karyawan yang telah berkeluarga. Namun bagi karyawan single, kesempatan untuk naik jenjang adalah motivasi utama. 

Kompeni saya adalah yang pertama dari segi gaji ya standar lah tapi fasilitas asuransi bagi keluarga sangat baik, namun ditinjau dari kesempatan promosi agaknya cukup sulit. Namun satu hal, saya sangat senang dengan habit di kantor saya, atau mungkin kebetulan saja karena saya hanya berdua saja dalam satu tim dan tidak ada direct manager di Indonesia. Sesama karyawan tidak saling reseh dan menjatuhkan, loe loe gue gue kate orang Betawi, so keep your own business bro.

Terus terang habit kerja di ibukota beda jauh dengan di Surabaya atau kota besar lainnya. Terhadap bos sekalipun seakan beda tipis jaraknya, asal kerja kita beres ya sudah. Tidak perlu penghormatan yang berlebihan meskipun dengan ex patriat sekalipun cukup ala kadarnya. Pernah rekan kerja senior saya yang sudah pindah di tempat lain bilang, jangan pernah kamu kira bahwa kita lebih rendah dari orang Bule so jaga mentalitas kita sebagai orang Indonesia jangan merendah terhadap bangsa lain. Hal ini berbeda dengan kerja di tempat dulu, sesama orang lokal pun kayaknya butuh penghormatan lebih layaknya Raja. Ha haha itu bull shit sekarang bagi saya, 

Etika sebagai orang Timur memang patut kita junjung tinggi namun jangan membuat itu kita rendah adn direndahkan oleh orang lain. So bagi para mereka yang sudah jadi BOS, jangan merasa kalian berkuasa, karena kalian jadi seperti sekarang karena kami kami yang ada dibawah, cuman masalah waktu dan kesempatan saja kami dapat menggusur posisi Anda. Bumi dan roda kehidupan terus berputar Mas bro.

Dari Juanda Airport ke Terminal Bungurasih

Terminal 1  Bandara Udara Juanda Sidoarjo

Bandara Udara Internasional Juanda sebenarnya tidak terletak di Surabaya melainkan di kabupaten Sidoarjo yang memang berbatasan langsung dengan wilayah Surabaya bagian Selatan. Dulu sekitar tahun 2000-an bandaranya masih kecil namun sekarang bandara yang lama telah dipugar dan dijadikan terminal Internasional.

Sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya memiliki bandar udara yang lumayan bagus, namun masih ada kekurangan dari sisi transportasi penghubung yakni dari bandara ke stasiun atau terminal bus terdekat. Untuk mewujudkan transportasi umum yang terintegrasi tersebut nampaknya masih jauh dari angan-angan.

Para penumpang yang akan pulang ke rumahnya di kawasan Surabaya sekitarnua mau tidak mau naik taxi bandara atau mengandalkan jemputan dari pihak keluarga. Bus DAMRI yang beroperasi saya kira memiliki armada yang tidak memadai dan rute yang kurang variatif sering menjadi kesulitan utama bagi para penumpang pesawat yang baru datang ke Surabaya.


Terminal 1 keberangkatan Internasional bandara Juanda

Rute bis DAMRI yang ada hanya sebatas ke Terminal Bungurasih, Pelabuhan Perak dan Gresik. Dari ketiga jurusan tersebut saya hanya mengenal yang ke arah Terminal Bungurasih. Tarif bus DAMRI dari Juanda ke Bungurasih relatif murah untuk ke terminal sebesar 25 ribu relatif murah jika dibanding naik ojek 30 ribu atau naik taxi bandara 80 ribu

Namun jam operasi bis ini terbatas hanya sampai jam 10 malam beda dengan di bandara Soekarno Hatta (Jakarta) yang hampir 24 jam waktu operasinya. Satu kendala lagi bis yang digunakan di bandara Juanda adalah bis dengan ukuran 3/4 dengan muatan penumpang tak lebih dari 20 orang sehingga di jam-jam sibuk waktu tunggu menjadi lama.


Travel dari bandara Juanda ke Malang kota

Untuk anda yang ingin pulang ke wilayah Malang sebenarnya ada travel yang beroperasi di bandara Juanda (saya kurang tahu resmi atau tidak statusnya) namun dari obrolan yang saya dapat mobil travel ini cukup aman. Namun anda harus menunggu jumlah penumpang penuh sebelum berangkat, tarif travel ke Malang dari bandara Juanda sekitar 120 ribu rupiah per orang.

Namun, jika anda kreatif semisal anda tiba di airport sudah menjelang tengah malam sedangkan anda harus langsung melanjutkan perjalanan anda ke Terminal Bungurasih, tips ini bisa anda coba, biasanya penumpang yang kurang tahu akan menunggu bis DAMRI di shelter depan pintu keluar, anda coba ajak mengobrol barangkali tujuannya sama yakni ke terminal. 
Bus DAMRI di bandara Juanda

Jika anda berhasil mengajak 2 atau 3 orang dengan tujuan Bungurasih langsung saja anda ke shelter Taxi Bandara dan memesan taxi dari bandara Juanda ke Terminal Bungurasih dengan tarif 80 ribu, maka dengan 4 orang penumpang anda cukup membayar 20 ribu per orang. Murah bukan, namun tentu saja susah mendapatkan kenalan karena faktor kecurigaan dari penumpang lain terhadap orang tak dikenal. Itu wajar.....

Oh ya satu hal lagi bandara Juanda terbagi atas dua terminal, yakni terminal 1 (penerbangan domestik), dan terminal 2 (penerbangan Internasional, Garuda dan Air Asia) kedua terminal ini bisa anda jelajahi dengan Free Shuttle Bus Bandara Juanda.

Tarif DAMRI JUANDA ke teeminal Bungurasih

Saya sih berharap pemerintah kabupaten Sidoarjo dan kota Surabaya bersinergi untuk bisa membangun rel kereta api dari bandar udara Juanda ke Surabaya atau ke arah Sidoarjo kota dengan demikian akan mempermudah akses para penumpang pesawat. Dengan infrastruktur yang mapan dan murah bukan tidak mungkin kota Surabaya akan semakin banyak pelancong baik dalam dan luar negeri guna menikmati suasana kota Surabaya yang dipenuhi taman taman kota tersebut.




Dari Surabaya ke Stasiun Nganjuk dan sebaliknya

Stasiun Nganjuk
Stasiun Nganjuk ke Surabaya - Saya sebenarnya bukan orang yang senang travelling namun karena tuntutan pekerjaan yang menjadikan hal tersebut akhirnya jadi bagian hidup saya. Mengenal banyak tempat dan kota khususnya di Pulau Jawa ternyata sesuatu yang menyenangkan dan terpenting dari semua itu bisa saya nikmati secara GRATIS.

Naik pesawat terbang, kereta api dan bus antar propinsi sudah menjadi kebiasaan rutin, namun diantara ketiganya menurut saya yang paling menyenangkan adalah naik kereta api, di samping aman tentunya kereta api untuk Pulau Jawa sangatlah nyaman, meskipun dengan kelas ekonomi sekalipun. Kadang waktu ada pekerjaan di Solo saat akhir pekan ini saya manfaatkan untuk pulang ke rumah di Surabaya. 

Dengan modal pribadi tentunya, karena dari Jakarta ke Solo dan Surabaya ke Jakarta gratis karena biaya kantor, tapi saya juga harus berhitung kalau pas awal minggu tiket pesawat dari Surabaya ke Jakarta mahal tentunya saya akan lebih memilih naik kereta. Hal ini terpaksa saya lakukan demi menekan budget travel dari kantor, tak apalah toh demi ketemu keluarga. 

Namun kadang tiket kereta dari Surabaya ke Jakarta pada akhir pekan terutama hari Minggu juga full booked maka alternatif nya adalah mencari jalur alternatif lain ke Jakarta, dan yang biasanya masih banyak kursi tersedia adalah jalur kereta api Krakatau yang melintasi kota Nganjuk. Ya meski bersusah payah dulu transit ke Nganjuk dari Surabaya tak apalah, toh jalan antar propinsi dari Surabaya ke kota lain seperti Mojokerto, Jombang dan Nganjuk ada di depan rumah jadi tidak perlu susah sudah ke terminal Bungurasih.

Bus Patas Eka
Ada dua alternatif yang saya tempuh biasanya, yakni menunggu BUS PATAS EKA atau naik saja Mira, Sumber Group, atau bis lain yang ke arah Madiun. Waktu tempuh jika tidak sedang macet normalnya adalah 2 jam an kalo dari rumah saya. Kalo dari terminal Bungurasih tambah saja 15 menit. Sebenarnya lebih enak kalo naik bis Eka karena kita akan pas turun di depan Stasiun Nganjuk, kalo tidak salah tarif nya sekitar 25 ribu, namun yang menjadi masalah tidak tiap menit bis ini beroperasi, paling cepat kalo siang hari sekitar setengah atau satu jam sekali jaraknya. 

Sedangkan alternatif kedua adalah naik bis sembarang yang kearah Madiun dan Solo, kalo naik ini yang perlu menjadi bahan pertimbangan adalah waktu karena bis ini akan NGETEM sebanyak dua kali di Mojokerto dan Jombang. Yang kedua kita tidak akan turun di depan stasiun Nganjuk karena bis reguler tidak melalui jalur ini kecuali jika sudah larut malam atau dini hari. Bilang saja kita akan ke Stasiun Nganjuk setelah kita melewati daerah Baron Nganjuk. Biasanya kita akan diturunkan di daerah Nganjuk Baru, pas di perempatan. Dari situ banyak becak atau ojek motor yang bisa kita naiki untuk ke Stasiun Nganjuk, kasih aja 10 ribu atau 15 ribu hitung hitung amal hehehe. Dari perempatan teresebut tidak sampai 10 menit kita akan sampai di Stasiun Nganjuk.


Untuk stasiun level kabupaten Stasiun Nganjuk ini kalah besar dengan Stasiun Kertosono yang notabene level kecamatan, kalo saya mending nunggu di luar stasiun daripada di dalam karena ruang tunggunya yang sangat kecil. Jangan khawatir tepat di seberang jalan depan Stasiun Nganjuk sebelah Masjid ada sate ayam dan kambing yang cukup enak, atau pas di bekas ruko ruko depan stasiun ada banyak kuliner yang bisa mengisi perut sambil mengisi waktu.

Sedangkan untuk arah sebaliknya yakni dari Stasiun Nganjuk ke Surabaya, anda cukup menunggu bis yang ke arah Surabaya dengan keluar dari stasiun ke arah jalan besar didepan dan menyeberang ke arah seberang jalan. Bus yang biasa lewat depan stasiun yakni bus Eka Patas, namun kalo pada malam hari bus bus bumel seperti Sugeng Rahayu dan Mira adakalanya bis bis tersebut lewat depan stasiun.

Sekian informasi dari saya semoga bermanfaat bagi anda yang senang bertraveling, dengan mengenal daerah daerah di sekitar kita tentunya banyak hal yang bermanfaat dapat kita ambil didalamnya. Dan tentu saja kita akan lebih mencintai negeri kita yang kaya akan keanekaragaman budaya dan adat istiadatnya.

Be A sMaRt TrAvElLeR.......

Artikel Unggulan

SEPINYA ORDER GOJEK "INIKAH AKHIR MIMPI MANIS OJEK ONLINE"

Tak terasa sudah lebih dari enam tahun Gojek moda transportasi berbasis aplikasi menemani keseharian masyarakat Indonesia. Terobosan fen...

DMCA

DMCA