Sore Hari di Kantor

Sumber: 8tracks.com
- SORE DI KANTOR - 

Sudah hampir 6 minggu tidak ada kegiatan berarti yang kulakukan di kantor, biasa setiap awal tahun hingga pertengahan tahun merupakan bulan dimana saya harus "BERTAPA" di kantor. Kadang jenuh juga saya dan IRI melihat rekan rekan sekantor yang seprofesi mereka hanya di awal pekan aja atau tepatnya hari Senin berkumpul di kantor untuk rapat mingguan. 

Beruntung pekerjaan sambilan saya pada bulan Maret agak lumayan, setidaknya saya bisa keluar dari kantor dan dengan ikhlas mengambil cuti tahunan demi uang sekian ratus dollar.  Paling tidak pundi pundi tabungan saya bertambah dan keinginan saya untuk membeli mobil dapat terpenuhi sebelum Lebaran tahun ini. 

Beruntung juga di kantor fasilitas internet dibebaskan secara full dan nyaris tidak ada Banned pada situs situs tertentu, sehingga saya bebas untuk sourcing di GOOGLE mengenai hal hal yang berhubungan dengan pekerjaan atau sekadar mencari berita selebritis tentunya bukan berita Politik karena saya sudah sangat malas mendengarnya. Dari sourcing di google kadang saya temukan ide ide baru untuk menulis atau bahkan mencoba memulai bisnis baru. Seperti halnya mencari uang lewat blogging dengan google Adsense, sudah dua kali saya coba namun hasilnya masih NIHIL. Ya, belum beruntung kali atau mungkin ada persyaratan yang mungkin memang belum terpenuhi di blog milik saya.

Kantor saya memang sangat moderat, hampir tidak ada batasan antara bawahan dan atasan. Hal ini yang membuat saya betah apalagi manager saya kebetulan tidak berada di kantor cabang ini. Kebetulan untuk level manager dari tiap divisi hampir berimbang banyaknya antara orang lokal dan ekspatriat. Inilah enaknya bekerja dengan kultur campuran semacam ini, tidak seperti kalo kita bekerja di pabrik atau kantor yang isinya orang pribumi melulu dimana Unggah Ungguh masih menjadi hal utama,

Bagi kita di kantor Your Business is your and Keep away from Mine. Seorang teman sempat menunjukkan kepada saya apa yang ada dibawah meja kerjanya, wow botol botol cantik dari wine, atau minuman beralkohol lainnya berserakan dengan indah. Saya pun iseng bertanya, Lu yang minum, enak aja bro, biasa si A ama temen temen (ha rupanya si A ini cewek). Saya tidak habis pikir kok bisa bisanya dengan bebas mereka minum minum di kantor, ya walaupun biasanya dilakukan saat jam makan siang. Ah cuek lah, bukan urusan saya.

Eeee, rupanya sekarang habitat mereka sekarang berpindah tempat, sekarang gerombolan mereka pindah ke tempat di samping gua. Saya memang bukan seorang peminum, namun dulu waktu di Surabaya sempat juga mencicipi itupun karena ketularan dan bos saya yang kebetulan gila minum. Jujur sekarang saya coba menghindari karena sekali lagi mencoba pasti akan ketagihan apalagi gratis karena tinggal tenggak doank. 

Jujur saja saya agak risih, karena sedikit banyak orang yang minum kadang lupa kesadaran dan tertawa dengan lepas dengan sendirinya. Namun sekali lagi bukan urusan gua, so keep your business and dont touch me guys.


"TIPS JITU DAN AMPUH" MENDAPAT TIKET KERETA API LEBARAN


"TIPS BERBURU TIKET KERETA API LEBARAN 2017" Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran tahun 2017 ini adalah saat yang ditunggu tunggu oleh kita yang berada di perantuan, alias keluarga masih ada yang tinggal di Pulau Jawa dan sudah memiliki rencana untuk PULANG MUDIK di tahun ini mudah mudahan info ini berharga. Apalagi bagi anda yang ingin menggunakan jasa transportasi Kereta Api, karena tiket untuk Lebaran tahun ini sudah dimulai dijual dan hasil pemantuan saya semenjak 5 hari terakhir tiket-tiket tersebut sudah habis 5 menit setelah dibuka penjualan oleh PT KAI. 

Perlu diketahui bahwa 5 hari yang lalu tanggal 17 Maret pukul 24.00 telah dijual tiket untuk keberangkatan H-10 Lebaran tanggal 15 Juni 2017, ini berarti pada pukul 00.05 tiket kereta untuk kereta KELAS EKONOMI sudah ludes terjual, sedangkan untuk kelas BISNIS dan EKSEKUTIF saya belum melakukan pengamatan tersendiri.

Dengan harga yang relatif murah dan tentunya waktu tempuh yang lebih singkat dari moda transportasi darat lainnya memang kereta api menjadi pilihan utama PEMUDIK di Pulau Jawa. Sebagai gambaran untuk KA EKONOMI jarak jauh Jakarta (JKT) - Surabaya (SBY) seperti KA Kertajaya tarifnya hanya Rp. 90.000,- sedang untuk KA Gaya Baru Malam Selatan harga tiket sebesar Rp 110.000,-. Ini jelas lebih murah dibandingkan jika kita memilih untuk naik Bus yang kita tahu pada saat Lebaran tarifnya untuk kelas Ekonomi saja bisa berkisar Rp 250.000,- per orang. Ada tips untuk mendapatkan tiket kereta api Lebaran yang bisa anda simak di bawah ini.


Semenjak 2 tahun yang lalu PT KAI telah meningkatkan layanannya kepada pelanggan dengan memudahkan pelanggan memesan tiket kereta api menggunakan sistem Online. hal ini adalah untuk menghindari antrian para pembeli tiket kereta yang sudah pasti terjadi tiap tahunnya. Pelanggan kini dimudahkan dengan aplikasi ini baik memesan lewat situs resmi PT KAI, gerai swalayan Indomaret dan Alfamart, atau agen agen tiket resmi yang berafiliasi dengan PT KAI, bahkan bagi pengguna telepon seluler kini ada aplikasi berbasis Android dan BBM yang bisa diunduh dan diinstal sehingga kita bisa memesan tiket lewat telepon genggam kita. 

Di atas adalah salah satu contoh aplikasi Android untuk pemesanan tiket kereta Api. Dengan aplikasi ini kita akan sangat sangat dimudahkan dalam proses pemesanan tiket kereta, ya walaupun bagi pelanggan yang belum memiliki aplikasi klik Pay untuk rekening Bank, tentu harus membayar tiket yang telah dipesan pada ATM yang ditunjuk dengan waktu pembayaran maksimal 3 jam setelah pemesanan. Dan jangan lupa ada biaya tambahan pemesanan sebesar Rp 7.500,- untuk setiap pemesanan. 

Dengan adanya tambahan layanan tersebut saya rasakan sangatlah membantu dan bermanfaat karena saya tidak perlu lagi ke stasiun terdekat dan antri berlama lama untuk mendapat tiket kereta yang saya inginkan. Saya masih ingat 3 tahun yang lalu harus berjuang mati matian untuk mendapatkan tiket tersebut. Berharap mendapat tiket kereta saya pergi ke stasiun Tanah Abang setelah Subuh namun betapa terkejutnya begitu sampai di stasiun ternyata antrian telah mengualr panjang, dan saya harus menyerah setelah 6 jam menunggu antrian dengan keluar dari barisan. Namun beruntung bagi saya, istri di kampung telah berhasil mendapat tiket yang saya maksud karena berhasil membelinya di stasiun dekat rumah.

Tentu saja dibalik kemudahan tentu ada saja kekurangan dari sebuah sistem, dengan sistem online tentu saja antrian di stasiun sejak dua tahun terakhir tidak banyak terlihat, namun perburuan tiket secara online juga tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tahun lalu dan dua tahun sebelumnya saya menggunakan laptop dan berburu lewat situs resmi PT KAI, sebelum jam 12.00 tengah malam laptop sudah saya siapkan untuk perburuan, dan alhamdulillah tiket bisa saya dapatkan setelah menit ketiga dari 24.00, iseng iseng saya coba untuk LOGIN lagi dan "DAHSYATNYA" pada menit kelima tiket kereta api kelas ekonomi untuk jurusan Surabaya dan Kediri, yakni KA Kertajaya, Gaya Baru Malam dan Brantas telah ludes di monitor.

Saya coba masuk ke Grup Facebook saya yakni grup para Penglaju kereta api, ternyata benar banyak mention mentioned dari anggota grup yang banyak tidak kebagian tiket kereta kelas Ekonomi setelah lewat dari menit ke 5 dari jam 24.00. Banyak yang menulis bagaimana hal tersebut dapat terjadi, belum lagi tentang BUG atau gangguan pada saat tiket kereta sudah terbooking, tapi pada saat akan memilih cara pembayaran tiba tiba koneksi error dan harus reset dari awal pemesanan. Hal tersebut banyak juga mendapat komentar balasan, ini dimungkinkan karena mungkin kemampuan Server komputer induk PT KAI down karena terlalu banyak yang mengakses atau HIT ke alamat situs tujuan, yang kedua mungkin jaringan internet yang sedang kita pakai juga tidak dalam kondisi terbaik.

Namun ada alasan yang mungkin bagi saya masuk akal yakni ternyata PT KAI memiliki semacam aksses khusus bagi para agen agen tiketnya, dengan akses dan jalur khusus tersebut maka proses perebutan tersebut tentu saja akan banyak menguntungkan pihak agent. Karena mereka tidak harus berjibaku berebut line dengan para pengguna lainnya yang mengakses situs resmi PT KAI. Dan kenyataannya memang demikian, walaupun secara resmi tarif tambahan para agen untuk tiket yang dijualnya adalah Rp 7.500,- per tiket harga tersebut tentu saja tidak berlaku di saat masa masa Lebaran. Dimana para pelanggan yang kalap dan bingung akan membayar berapa pun harga tiket yang ditawarkan semasa masih dalam taraf kewajaran.

Tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena saya telah menginstall aplikasi Android di telepon genggam saya yakni KAI Access. Alhamudillah aplikasi ini berjalan dengan baik dan saya berhasil memperoleh tiket Lebaran untuk tanggal 7 Juli 2015. Setiap malam selama 5 hari terakhir saya selalu memantau pergerakan penjualan tiket kereta api online ini khusus untuk KA kelas ekonomi, dan hasilnya hampir semua sama untuk setiap malamnya, bahwa setiap lepas menit ke 5 dari pukul 24.00 tiket telah ludes terjual.

Saya menganjurkan lebih baik memasang aplikasi pemesanan tiket kereta ke telepon genggam kita daripada harus akses ke situs PT KAI, karena dengan memakai aplikasi ini kita tidak perlu repot lagi untuk mengisi biodata kita lagi yang tentunya memakan waktu, biodata hanya diisi waktu install pertama kali aplikasi ini. Jadi didalam prosesnya kita hanya perlu mengisi nama stasiun awal keberangkatan dan stasiun tujuan, dan terakhir adalah tanggal keberangkatan.

Jika dihitung proses ini memakan waktu hanya 30 detik jadi secara keseluruhan menurut pengalaman saya pada menit kedua anda sudah bisa mendapatkan kode booking kereta anda, namun jangan lupa ini juga bergantung pada koneksi provider telepon genggam anda. Saya iseng iseng selama 5 hari terakhir mencoba booking dan selalu mendapat tiket yang saya inginkan pas pada menit kedua kode booking sudah bisa saya dapatkan tanpa ada masalah yang berarti. 

[UPDATED] Ada baiknya aplikasi android di gadget kita hendaknya tidak dari KAI Access saja, anda juga bisa menginstall aplikasi pemesanan tiket dari agent agent ticketing lainnya seperti TIKET.com, Paditrain.com, dan jangan lupa juga siapkan komputer atau laptop anda untuk mengakses website PT KAI secara langsung. Hal itu sebagai alternatif saja jika dari satu aplikasi anda gagal, mungkin dari aplikasi lainnya anda bisa berhasil mendapatkan tiketnya.



Tags: 
 Bayar Tiket Kereta Api di ATM BCACara Cetak Tiket Kereta Api SendiriHal Penting Pada Pemesanan Tiket Kereta Api Secara OnlinePEJUANG "PJKA"Kejadian Unik Selama Perjalanan di Kereta ApiLarangan di Dalam Gerbong Kereta ApiTips Naik Kereta Api Ekonomi Jarak Jauh

ApRiL MOP

- ApRiL mOb - Bulan April udah berlalu lebih dari seminggu, biasanya ada kebisaan di bulan ini untuk membuat kejutan bagi seseorang, atau mungkin kita sendiri yang mendapat kejutan tersebut. Tapi apa jadinya kalo kejutan untuk hampir semua orang di kantor. Wah seru khan jadinya.

Saya tidak akan membahas mengenai kontroversi yang masih mengiringi April Mop ini, saya hanya menceritakan apa yang terjadi di kantor saya pada bulan April ini.

Saya sudah dua kali bekerja di PMA yang menurut saya aneh dalam proses pemberian promosi staff, kenaikan gaji ataupun PS (profit sharing)/ bonus. Anehnya nih menurut saya karena tahun buku yang digunakan adalah per bulan April setiap tahunnya. Dan tidak ada rapelan gaji untuk bulan Januari s/d Maret. Kalo dilihat dari luar dan imagenya kerja di PMA itu enak dll, ya itu relatif lah. Karena banyak juga perusahaan lokal yang memberikan fasilitas dan benefit lain yang cukup baik.

Secara keseluruhan perusahaan tempat saya bekerja cukup baik dalam pemberian fasilitas kerja, asuransi mengcover semua anggota keluarga, lingkungan kantor yang lumayan, pantry atau dapur lengkap dengan kopi, teh dan gula gratis. Microwave juga ada kalo pengen buat mie instan, lemari es komplet dengan es batunya, dan juga ditemani OB atau OG untuk bagian bersih bersih.

Namun dimana mana ada kelebihan pasti juga ada kekurangan tentunya. Walaupun secara sistem setiap pekerja baru dengan level atau grade yang berbeda pada saat penerimaan pegawai baru telah ada standard gaji tertentu, namun faktor "X" masih juga berpengaruh.

Saya sendiri sudah dapat membaca apa yang bakal terjadi pada saat pembagian amplop pemberitahuan PS dan kenaikan gaji, karena pada bulan Maret pertengahan ada email dari CEO pusat tentang turunnya nilai saham perusahaan kita secara global. Ini merupakan satu pertanda buruk, namun seburuk apa saya hanya bisa mengira-ngira.

Dengan kenaikan harga minyak dan barang kebutuhan hidup lainnya, tentunya setiap karyawan mengharapkan kenaikan gaji yang signifikan atau paling tidak mengikuti nilai inflasi yang ada. Namun apa yang terjadi, seolah tidak percaya setelah membaca tulisan yang ada di surat pemberitahuan masing masing banyak yang langsung komplain ke kepala kantor, dan hanya sedikit penjelasan yang diberikan itu bukan wewenangnya dan wewenang sepenuhnya ada di kepala divisi masing masing. Sedangkan yang tidak berani mengutarakan maksudnya hanya tertunduk lesu, dengan sedikit lelehan air mata di kelopak.

Ya, nasi sudah menjadi bubur. Terima saja apa yang terjadi dan kita tunggu saja tahun berikutnya. Bagi saya ini justru mungkin menjadi awal baru dan siap mengambil ancang ancang untuk cari tempat baru atau segera merintis usaha sendiri agar tidak selalu menjadi pegawai.

Buying Agent vs Inspection Services Company vs Freelance Inspector

Menurut saya ini topik yang menarik untuk dibahas, didunia QA/QC terutama yang spesifik di hardlines produk seperti yang saya geluti sekarang tidak banyak orang yang bermain didalamnya. Dunia didalamnya kadang terasa sempit karena kita akan bertemu dengan rekan rekan yang itu saja dan dari agent buying itu itu juga. 

Menarik karena menjelang pasar besar ASEAN, tentu saja akan lebih banyak kompetitor dari negara tetangga yang bisa masuk di dalamnya. Di Indonesia saya kurang tahu jelas ada lembaga penyelia kualitas (inspection services) tapi untuk perusahaan lokal nama nama seperti Surveyor Indonesia dan Sucofindo tentu saja kita banyak yang tahu. Dan tentu saja yang banyak adalah PMA dengan nama yang sudah mendunia saya rasa seperti halnya, Intertek, Bureau Veritas, API, UL-STR, Asia Inspection dll. Sementara untuk buying agent besar BUT, Cafom, Steinhoff, Crate and Barrel, Weca, JC Penney, Target, Li&Fung, dll. 

Secara singkat akan saya jelaskan perbedaan diantara ketiga detil diatas:
1.Buying Agent 
Agen yang merupakan perwakilan buyer atau pembeli dari luar negeri dimana servis yang diberikan adalah sourcing (mencari vendor/pabrik yang diinginkan pembeli), costing, desain, teknis, quality control, dan logistik. Biasanya komisi (fee) didapat dari pihak buyer saja atau dari kedua belah pihak (buyer dan vendor).
Staff atau karyawannya biasanya karyawan tetap / full time namun tahun tahun terakhir ada pula yang menggunakan sistem kontrak per 2 tahun.

2. Inspection Services Company 
Perusahaan yang hanya memberikan layanan berupa pengecekan kualitas produk yang akan dikirim. Fee yang didapat bisa berupa prosentase dari FOB barang yang diinspek atau harga layanan setiap kali inspek baik itu (MD rate/ fee per hari, atau fee per PO).
Staff atau karyawannya biasanya karyawan tetap / full time namun tahun tahun terakhir ada pula yang menggunakan sistem kontrak per 2 tahun.
Ada juga yang menggunakan jasa freelance inspector jika diperlukan.

3. Freelance Inspector
Sedangkan untuk yang terakhir ini belum banyak rekan rekan seprofesi yang kurang tahu, ini merupakan jasa inspeksi perseorangan dimana seorang inspektor lokal mewakili agent buyer atau service agent dari luar negeri untuk melakukan inspeksi di Indonesia. Sistem fee yang digunakan adalah (MD rate/ fee per hari, atau fee per PO) tergantung kesepakatan kedua belah pihak.
Karena bersifat freelance maka sudah pasti tidak ada keterikatan diantara kedua belah pihak hanya "TRUST" atau kepercayaan yang menjadi modal utama.


Menurut ramalan saya kedepannya mungkin lima atau sepuluh tahun yang akan datang dengan makin terbukanya jalur informasi yang memiliki prospek kedepan adalah yang nomer tiga. Ini dengan catatan dari berbagai sumber yang berhasil saya kumpulkan:

1. Tidaklah murah bagi buyer untuk menjalin kerjasama dengan buying agent karena biasanya ada sistem kontrak dengan nilai nominal tertentu dan fee dengan prosentase tertentu. Bagi buyer besar mungkin tidak akan menjadi masalah namun bagi buyer buyer kecil di luar negeri menggunakan jasa agent buyer bukanlah satu pilihan tepat.

2. Jikalau buyer menggunakan jasa perusahaan Inspection Services memang lebih murah daripada harus menggunakan agent buyer, ini sangat cocok untuk buyer buyer kecil dengan kemampuan import 5-10 kontainer per bulan. Untuk tarif di Indonesia sendiri sulit dipastikan berapa, namun kisaran $ 350-500 per hari adalah harga yang wajar itu belum termasuk travel cost jika lokasi pabrik di luar area servis.  

3. Tentu saja yang paling murah dari ketiganya adalah menggunakan jasa freelance inspector, dimana rate tertinggi yang dipatok adalah $ 150 per hari itupun menyesuaikan dengan domisili si inspektor. Karena tarif di Jakarta jauh lebih mahal daripada di daerah semisal di Surabaya atau Semarang. Sepengetahuan saya hanya kisaran $ 80-100 per hari. Dengan tidak adanya ikatan antara kedua belah pihak sebenarnya agak riskan. Namun jika faktor "TRUST" telah terbentuk tidak mungkin hubungan jangka panjang bisa terjalin.

Saya hanya berandai andai jika saya bisa menjadi seorang freelance inspector, dengan rate $100 per hari dan ada order inspeksi rutin 2 kali setiap minggunya. Maka $ 800  setiap bulannya sudah ada ditangan, walaupun itu belum dipotong travel cost. Namun dengan stabilnya nilai dollar terakhir ini, profesi ini sangat menjanjikan. Anggap saja kita bisa mengantongi $ 600  setiap bulannya net. Maka pendapatan kita dengan 8 hari kerja adalah Rp 7.250.000,- sementara sisa waktu luang dapat kita manfaatkan untuk mencari uang dari hal lainnya.

Mungkin bagi sebagian rekan seprofesi hal ini agak beresiko karena kita tidak mendapat jaminan asuransi kesehatan bagi diri sendiri dan keluarga, serta benefit lainnya jika dibandingkan kita bekerja di perusahaan. Namun tidak ada salah nya juga kita berpikir lateral atau berpikir tidak seperti orang kebanyakan. 

Kesempatan itu tidak akan ada jika kita sendiri tidak menciptakannya. Dan kemampuan serta kemauan tidak berarti apa apa jika tidak dilakukan.


"Penumpang Gelap" Kereta Api

Pagi ini agak kesiangan datang ke kantor. Tapi masa bodoh lah, toh banyak teman sekantor yang datangnya pada telat setiap hari dengan alasan yang sama yakni "MACET".

Mungkin ini akan kualami terus sepanjang tidak ada lagi perubahan jadwal kereta dari Surabaya ke Jakarta. Karena awal April 2015 jadwal kereta api "Kertajaya", kuda besi favorit para PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) lovers dari Surabaya dan sekitarnya mengalami perubahan jadwal. Sebenarnya jadwal keberangkatan tidak mengalami perubahan berarti yakni berangkat dari Surabaya jam 21.00 dari sebelumnya jam 20.45. Namun yang menjadi masalah adalah jadwal kedatangan dimana dulunya jam 07.11 menjadi jam 08.30

Sebenarnya ada kereta alternatif lain untuk kelas ekonomi dari Surabaya ke Jakarta dan sebaliknya yakni kereta "Gaya Baru Malam" yang lewat jalur Selatan, namun jam keberangkatan dari Surabaya jam 12.00 siang menjadi kendala karena waktu untuk keluarga menjadi semaking singkat.

Semalam kebetulan tempat duduk di depan saya diisi sesama "PENGLAJU", Mas sopo lali jenenge yang pasti dia naik dari Cepu dan memang sudah sering ketemu dan Beliau termasuk Suhu atau Sesepuh di Universitait de Kertajaya..... hahahaha

Terjadi pembicaraan hangat antara kita bertiga kebetulan dia bersama temannya sesama penglaju, ya yang dibahas apalagi kalo bukan jadwal kereta dan persiapan perburuan tiket untuk Lebaran tahun ini. Namun sebelum itu terjadi sebenarnya ada kejadian yang UNIK dan baru pertama kali saya alami selama Proses Reformasi Kereta Api yang sudah berjalan hampir 3 tahun ini. Apakah kejadian itu, penasaran gak yang baca tulisan saya ini.........

Penuh sesak dalam gerbong kereta ekonomi
Saya puterin dulu ah, memang telah diakui banyak pihak semenjak PT KAI dikomandani Pak Jonan telah banyak hal hal positif yang berubah dalam wajah dunia transportasi massal ini, dulu tanpa tiket pun kita bisa naik seenak UDEL kita sendiri, calo calo merajalela walaupun sekarang masih ada, maaf para Asongan juga merajalela di dalam gerbong kereta dan tentu saja copet copet dan maling tas, sehingga keamanan dan kenyamanan penumpang menjadi hal yang kesekian.

Saya sendiri sekalipun belum pernah waktu itu mencoba untuk naik kereta api tanpa tiket (penumpang gelap), atau istilahnya "Mbayar Nang Nduwur" atau bayar diatas alias bayar tips ke kondektur. Karena terlalu riskan bagi saya, dan maaf saya memilih mending beli tiket di calo daripada harus bayar tip ke kondektur. Namun itu dulu, sekarang sangat susah dan bahkan beresiko untuk naik kereta tanpa tiket atau tiket dari calo. 

Namun tadi malam, ada MODUS baru atau mungkin Skenario konyol menurut saya terjadi. Berangkat dari Surabaya saya duduk di kursi 3E, dan pas di depan saya 4E ada penumpang cowok umur sekitaran 25 tahun dan kebetulan tempat duduk disamping kita kosong kedua-duanya. 5 menit lepas dari Stasiun Pasar Turi kurebahkan badan karena yakin kursi sebelah kosong paling tidak sampai Lamongan, lumayan lah tidur 3/4 jam. Kulihat cowok didepan kursi juga sama. Hingga ku tersadar karena ditepuk sekuriti kereta untuk pemeriksaan Tiket. 

Setengah tersadar kudengar ia menyebutkan tujuan Pasar Senen pak ya, kujawab Iya. Dan sepintas lalu ia berkata lagi tujuan Cepu mas kepada penumpang didepanku. Lepas lalu kulanjutkan mimpiku hingga stasiun Babat tempat duduk masih aman terkendali, kulihat cowok didepanku mulai beraksi menggelar koran untuk tidur dibawah kursi, Aneh pikirku, tapi ahhh bukan urusanku. Lepas stasiun Bojonegoro tempat duduk masih aman belum ada penumpang lain yang naik, tapi aneh tidak ada tanda tanda bangun dari penumpang di depanku padahal tadi kudengar mestinya dia turun Cepu. Sekali lagi ahhh bukan urusanku.

Penumpang tidur di lorong kereta
Rupanya di stasiun Cepu banyak penumpang baru yang naik termasuk di gerbong 5 tempat saya duduk, ahhh dan benar saja ada dua orang penumpang dan kebetulan satu diantaranya adalah Penglaju teman saya yang ternyata tempat duduknya adalah tepat didepanku dan tepat yang diduduki si cowok yang masih tidur di kolong itu. Kereta masih belum berangkat, saya bertanya pada teman saya benar gak nomer tempat duduknya dan ia mengiyakan, mulailah drama itu terjadi. Saya coba tepuk dengan pelan kaki si cowok tak ada tanda tanda bangun, kereta mulai akan berangkat karena terdengar Siulan Panjang peluit kepala Perjalanan, semakin keras saya goyang kakinya tak ada respon dari si cowok, saya pun berteriak teriak, Mas Mas sampeyan turun mana, ini udah di Cepu. Hingga dia menjawab dengan ogah ogahan "Biarin Pak saya tidur di bawah aja. Penumpang yang lain pun banyak yang terbangun dan terheran heran dengan kejadian tersebut. Wah cari masalah ni, gumam saya dengan teman saya.......

Kereta terus melaju kencang, saya dan teman akhirnya memutuskan untuk menunggu Kondektur dan sekuriti kereta melakukan pemeriksaan tiket, selang lima menit keduanya pun datang. Dan tanpa basa basi kuceritakan kejadian sebenarnya. Hmmmm lucunya si kondektur ternyata masih tetangga jauh teman saya, dari wajah dan gesturnya orangnya kalem dan benar saja, dengan sopan dia duduk di kursi berusaha membangunkan cowok tersebut, selang lima menit """""GILA BOKKK""""" tidak ada respon apapun, saya yang mulai hilang kesabaran, memilih menyingkir di toilet daripada kepikiran mau "Nggebukin tuh Cowok"

Entah apa yang dilakukan sang Kondektur dan sekuriti kereta hingga akhirnya si cowok beringsut dari kandangnya, eng i eng mulailah proses interograsi berlangsung, dengan sangat sopan Pak Kondektur meminta tiket si cowok tersebut, dan benar seperti dugaan saya tiketnya hanya sampai Cepu dan dia memang berniat untuk sampai ke Jakarta. Dia berkata kalo bisa saya akan bayar berapapun untuk tetap bisa naik kereta ini Pak, katanya. Lucunya selama proses interograsi tersebut penumpang lain pada berdiri dan melihat, sementara si cowok mungkin malu atau BeTe tetap menggunakan masker untuk menutup wajahnya.

Salut untuk Pak Kondektur dan kru nya, profesionalisme kerja mereka jauh melebih hati nurani mereka, kadang hati nurani harus dikorbankan demi menjaga wibawa "PERATURAN" yang telah dibuat. Ahhh andai saja hal ini bisa menular ke semua pegawai negeri atau BUMN lainnya. 

Kereta melaju pelan ketika akan memasuki stasiun Randu Blatung, dengan wajah yang kuyu dan masih kelihatan mengantuk si cowok PENUMPANG GELAP KERETA dibarengi kondektur dan sekuriti kereta akhirnya diturunkan di stasiun tersebut, jam menunjukkan hampir setengah dua belas malam. Entah apa yang terjadi dengan cowok tersebut kita tidak tahu.

Tapi ada pelajaran penting yang dapat kita ambil. Kita kadang terlalu berani mengambil resiko atas hal yang sudah tahu resikonya. Kedua, mari selaku warga negara yang baik kita hormati peraturan yang telah dibuat. Ketiga, sebenarnya kalo peraturan tersebut dengan keras ditegakkan tanpa pandang bulu dan mengesampingkan hati nurani pasti akan berakibat baik bagi kita semua.





Tags: "TIPS JITU" CARA DAPETIN TIKET KERETA API LEBARANBAYAR TIKET KERETA DI ATM BCACARA CETAK TIKET KERETA SENDIRIHAL PENTING PADA PEMESANAN TIKET SECARA ONLINEPEJUANG PJKAKEJADIAN UNIK DI KERETA APILARANGAN DI DALAM GERBONG KERETA APITips Naik Kereta Api Ekonomi Jarak Jauh

IKLAN ANTAR JEMPUT

Popular Posts

Total Pageviews

Indoinspector. Powered by Blogger.

DMCA

DMCA