"SENSASI MANDI PANAS DINGIN" DI PEMANDIAN PACET MOJOKERTO


Bagi warga Surabaya dan sekitarnya nama PACET tentulah tidak asing lagi. Tempat wisata yang berlokasi di dataran tinggi ini banyak dipadati pengunjung di setiap akhir pekannya untuk sekedar NGADEM dari hawa panas kota Surabaya. Yang menjadi andalan lokasi wisata ini adalah pemandian air panas dan pemandian air dingin. Serta yang tidak kalah menarik adalah air terjun yang terletak tidak jauh dari lokasi pemandian.

Pacet berjarak kurang lebih 50 km dari Surabaya dan hanya 30 km saja dari Sidoarjo. Tempat wisata ini tidak pernah sepi setiap harinya apalagi saat akhir pekan bahkan saat malam hari saat hari Sabtu kolam pemandian penuh dengan pengunjung. 


Kolam renang air dingin Pacet
Untuk menuju lokasi wisata ini anda dari arah Surabaya silahkan mengambil arah ke Mojokerto kemudian setelah melewati pasar Krian belok ke arah kiri tepat di perempatan depan Klenteng Krian, lalu ikuti saja jalan tersebut hingga sampai di pertigaan Mojosari. Anda ambil saja jalan lurus dari arah tugu di tengah kota Mojosari jangan berbelok ke kiri (anda akan nyasar ke arah Ngoro).

Dari Mojosari lurus saja terus hingga jalanan terasa mulai menanjak maka anda sudah memasuki kawasan wisata Pacet. Anda naik saja terus tidak perlu berbelok belok hingga jalanan MENTOK naik dan anda bertemu pos polisi di depan anda. 

Selanjutnya belok ke kiri dan sekitar 100 m ada papan petunjuk untuk arah ke pemandian air panas atau UBALAN yang hanya menyediakan pemandian air dingin. Jalan yang harus kita lalui sangat mulus dan nyaman, namun menjelang kawasan wisatanya, tanjakan jalan lumayan curam dan anda harus waspada, apalagi di saat akhir pekan kondisi lalu lintas sangat padat. Jadi siapkan kondisi kendaraan anda dalam keadaan yang terbaik.

Jalanan menuju lokasi cukup menanjak jadi siapkan kondisi kendaraan anda. Untuk masuk ke wisata Padusan Pacet ini, pertama kali anda masuk anda dikenakan tiket masuk  Rp 12.500,- untuk dewasa dan anak anak gratis. Sedangkan motor dikenakan tarif Rp 2.000,- itupun belum termasuk biaya parkir motor sebesar lima ribu rupiah  untuk mobil saya kurang tahu??? 

Namun jangan salah untuk masuk ke area pemandian air panas dan kolam renang air dingin anda harus membayar kembali tiket masuk Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp 7.500,- untuk anak anak (diatas 3 tahun)

Tiket masuk wisata Pacet

Tiket masuk kolam renang dan kolam air panas Pacet

Anda bisa langsung memasuki kolam pemandian air panas dan air dingin yang lokasinya di sisi kiri area parkir atau naik ke lokasi air terjun di sisi sebelah kanan. Untuk menuju lokasi air terjun Grenjengan anda harus berjalan 300 meter ke arah pintu masuk dimana akan dikenakan tiket masuk air terjun dikenakan Rp 7.500,-  per orang. Setelah dari pintu masuk anda harus berjalan lagi kira kira 400 meter sebelum sampai ke lokasi tujuan. Jalanan cukup licin dan terjal dimana sebelah kiri jalan adalah jurang yang curam, anda harus berhati hati jika membawa ikut serta anak anak.

Jalan menuju air terjun

Loket pintu masuk air terjun

Sentra kuliner di air terjun

Kurang lebih 10 menit perjalanan anda akan sampai di lokasi air terjun, tidak cukup besar air terjun namun cukup deras luncuran air dari atas hingga menimbulkan hawa dingin yang menusuk. Ada satu batu besar tepat di tengah kolam air terjun. Anda bisa berfoto ria di tengah kolam air terjun tersebut. Air cukup dingin namun anda tidak bisa berenang di dalamnya karena kolam sangat dangkal.

Puas dengan keindahan air terjun anda bisa turun kembali ke bawah, dan bisa menikmati hangatnya kolam air panas belerang atau berenang di dinginnya kolam renang biasa. Sekali lagi anda akan dikenakan tiket masuk sama dengan tiket awal masuk lokasi. CAPEK DEHHHH.
Air terjun dan pemandian air panas Pacet
Jika anda ingin menikmati dengan leluasa kolam air panas anda hendaknya datang pagi pagi atau berkunjung di hari yang bukan hari libur. Karena kolam biasanya akan penuh sesak sehingga mengurangi kenyamanan kita.

Yang juga perlu anda perhatikan adalah tiket masuk untuk pengunjung adalah waktu masuk awal, kemudian jika anda akan ke kolam renang atau pemandian air panas dikenakan tiket masuk lagi, demikian juga jika anda akan naik ke lokasi air terjun. Kemudian jika anda membawa mobil siap siap juga membayar ongkos CUCI MOBIL, karena setiap mobil yang parkir pasti akan dicuci bersih tanpa ada pemberitahuan awal kepada pemilik. Tahu tahu ketika anda mau pulang mobil anda sudah KINCLONG tapi tidak dengan GRATIS tentunya.

"Wisata Alam" Hutan Mangrove Wonorejo Surabaya

Jembatan kayu di Ekowisata Mangrove Surabaya
Salah satu tempat wisata unik dan tidak biasa yang bisa anda kunjungi ketika berada di Surabaya adalah Hutan Mangrove Wonorejo. Untuk menuju tempat wisata ini anda bisa lewat jalan raya MERR2 lurus dari Mall Galaxy menuju ke arah Gunung Anyar dan setelah melewati jembatan Wonorejo anda ambil jalan ke kiri melewati sisi kiri sungai. 

Perjalanan melewati kampung Wonorejo timur jalanan cukup sempit hingga harus bergantian jika ada mobil berpapasan. Jalanan yang becek dan berlubang anda akan jumpai di sepanjang perjalanan. Ini mungkin bisa menjadi perhatian dari Pemerintah Kota Surabaya, agar infra struktur jalan menuju lokasi bisa segera diperbaiki. 

Setelah jalan kira kira 3 km anda akan menemui perumahan yang  saya lupa namanya, anda belok ke kanan, ada papan kecil bertuliskan WISATA MANGROVE WONOREJO di sebelah kanan jalan, anda harus cermat memperhatikannya. Kemudian anda akan menjumpai gardu PLN yang cukup besar di sebelah kiri jalan, anda lurus saja mengikuti jalan yang ada hingga anda temui area parkir yang cukup luas di sebelah kiri jalan ini berarti anda sudah sampai di lokasi.

Memasuki area wisata tersebut pengunjung dikenakan tiket masuk 5 ribu rupiah untuk kendaraan mobil, dan untuk sepeda motor dikenakan 2 ribu rupiah. Area parkir cukup luas, didekatnya terdapat mushola dan toilet. Sayang untuk fasilitas toilet kita di kenakan biaya 2 ribu rupiah per-orangnya. Hmmm mestinya GRATIS DONK kalo pengelolanya pemkot Surabaya. Di area parkir mobil dan sepeda lumayan becek karena habis hujan. Memasuki wahana Mangrove di sebelah kiri dekat area parkir kita tidak dikenakan biaya,dan juga ada petunjuk peta disana.





Di dekat lokasi parkir terdapat lesehan yang berbentuk JOGLO di sediakan untuk istirahat sehabis berwisata di wahana wisata mangrove. Saya kira lokasi ini biasa dijadikan tempat briefing jika ada studi wisata dari sekolah sekolah. Sayang sekali waktu saya berkunjung kesana kondisi sekitar Joglo sangat kotor, sampah makanan dan minuman berserakan baik di dalam dan di luar. Harusnya pihak pengelola menyediakan lebih banyak lagi tong tong sampah atau mungkin pengunjung yang kurang menyadari tentang arti KEBERSIHAN.



Rumah Joglo di lapangan parkir
Sampah berserakan di rumah Joglo


Hutan mangrove itu bukan hutan seperti biasanya lo yaa... karena biota yang ada didalamnya pencampuran biota darat dan laut. Di dalam lokasi terdapat pondok pondok kecil (bukan pondok pesantren lo yaa....) tapi rumah rumah kecil yang terbuat dari kayu dan biasanya ada di dekat dekat hutan. Pondok pondok kayu tersebut adalah perpustakaan kecil yang didalamnya banyak terdapat koleksi buku buku. Di depan pondok kayu ini menjadi tempat favorit pengunjung sebagai lokasi pengambilan foto, baik itu foto pre wedding, foto profesional maupun foto foto selfie.

Masuk disana kita langsung naik tangga kecil, jalannya terbuat dari kayu di bawahnya adalah rawa rawanya dengan mangrove atau bakau sebagai biota utamanya. Di sepanjang pinggir jalan yang berupa jembatan kayu ada pembatasnya supaya pengunjung tidak terperosok/jatuh ke dalam rawa rawa, dan di pembatasnya di tempelkan papan pengetahuan tentang  mahkluk mahkluk yang ada di wahana wisata mangrove itu. Seperti jenis jenis burung yang ada pada gambar di bawah ini:


Papan informasi habitat burung
Sayang sekali rutenya pendek dan ada satu jalur dari jembatan kayu tersebut putus dan ambrol sehingga kita tidak bisa melintas secara langsung ke sisi bagian kanan. Kita harus kembali lagi ke posisi awal dan berbelok ke kanan untuk menuju wahana selanjutnya. Apa mungkin bu Risma sudah tahu tentang hal ini ya??? Kalo tahu pasti sudah diperbaiki atau masih menunggu anggaran tahun depan??? Sedih dehhh...


Jembatan kayu penghubung
Memasuki sisi kanan area wisata ini kondisinya memprihatinkan, jalan penghubungnya adalah jalan makadam (jalan batu kerikil dan berpasir) dan kebetulan becek sehabis hujan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemkot Surabaya, kiranya jalan masuk ke lokasi utama perlu di aspal atau paling tidak di paving agar lebih nyaman bagi para pengunjung.


Sentra makanan di Ekowisata Mangrove Wonorejo
Jogging track Ekowisata Mangrove Wonorejo
Kira kira 100 meter kemudian terdapat sentra kuliner sayang tidak menjual kuliner khas Surabaya, hanya menjual snack dan minuman. Tak jauh dari sentra makanan tersebut terdapat persewaan perahu motor bagi pengunjung yang tidak ingin capek dengan berjalan kaki menikmati wahana Mangrove ini tarifnya 25 ribu rupiah per orang.

Loket penjualan tiket masuk Ekowisata Mangrove Wonorejo


Perahu motor di Ekowisata Mangrove Wonorejo


100 meter kedepan terdapat pintu masuk ke wahana mangrove yang posisinya menjorok ke laut, di lokasi JOGGING TRACK pengunjung dikenakan tarif masuk 2 ribu rupiah per orang. Saran saya sebelum anda memasuki wisata ini apalagi di area Jogging tracknya sebaiknya bawa persediaa  air minum karena track yang lumayan panjang dan ada baiknya memakai lotion anti nyamuk yang biasanya banyak jika musim hujan dan kalo hari menjelang sore.

Secara garis besar sebenarnya tempat wisata ini bisa menjadi wisata baru andalan kota Surabaya, namun maaf di banyak sisi ada hal yang harus dibenahi. Yakni, infrastruktur jalan masuk ke lokasi, fasilitas bagi pengunjung semisal TOILET mestinya di GRATISKAN, jembatan kayu di area wisata ada 2 titik yang ambrol (harusnya segera diperbaiki), infrastruktur jalan di lokasi utama, sarana informasi bagi pengunjung (customer service, petugas guide tour).


Naik GOJEK di Jogjakarta


NAIK GOJEK DI JOGJA - Cuma semalam saya sempat menikmati kembali suasana jalan Malioboro Jogjakarta Banyak perubahan terjadi di kota Gudeg ini, pembangunan hotel hotel baru dan outlet outlet di setiap sudut jalan, bahkan di gang sempit sekalipun di sekitaran Malioboro.

Gerimis semenjak sore rupanya tidak membuat wisatawan lokal dan asing menikmati keindahan kota ini. Apalagi pas malam ini ada upacara Sekaten di Kraton Jogjakarta dan sekitar alun alun. Setiap sudut jalan Malioboro penuh sesak dengan hilir mudik orang, pedagang, pengamen bahkan DELMAN.

Saya sendiri tidak tahu bahwa hotel yang saya booking berada di sebuah gang sempit dekat dengan Mall Malioboro, bahkan sempat berputar putar lama untuk mencarinya. Untung berbekal GPS akhirnya hotel kecil di gg Sosrokusuman itu dapat saya temukan.

Hotel hanya dengan 17 kamar itu sebenarnya nampak paling baru dan besar dibanding dengan hotel dan wisma lain di gang tersebut. Mungkin karena saat liburan rate hotel dengan 2 tempat tidur kecil tersebut dihargai 310 ribu rupiah, lumayan M...... Tak apalah toh hanya untuk numpang tidur doank semalam sebelum saya beranjak lagi ke Bali keesokan harinya. 


Bukan satu kebetulan si driver pabrik yang mengantar saya sempat mengajak obrol obrol kecil sambil mencari lokasi hotel. Dari obrolan tersebut saya baru tahu bahwa GOJEK telah beroperasi di Jogjakarta. Pas kebetulan sekali, karena besok saya harus ke bandara Adisucipto dengan jadwal penerbangan jam 7.30 pagi. Pas lagi Promo juga GOJEK Pak katanya.

Saya sendiri kurang tahu pasti jarak dari Malioboro ke bandara Adisucipto, namun jika saya memakai jasa taksi pas pada saat liburan pasti tarifnya bisa sangat mahal. Terlebih lagi saya kurang mengenal baik situasi kota Jogja. Perkiraan saya bisa 150 ribu rupiah untuk sekali jalan.

Sesampainya di kamar hotel segera saja kunyalakan aplikasi GOJEK, dan ternyata memang benar MAP kota Jogjakarta terlihat di aplikasi GOJEK, download aplikasi Gojek untuk android. Dan saya berpikir tidak ada salahnya untuk mencoba naik GOJEK di Jogjakarta dari Malioboro ke bandara.

Keesokan Paginya.....

Pada saat checkout dari kamar hotel kubuat bookingan untuk GOJEK dan berhasil namun setelah 2 menit KOQ pengemudi tidak menelepon balik saya. Kucoba menelepon si GOJEK driver ternyata lokasinya tidak berada jauh dari Malioboro. Skip skip saya keluar dari hotel dan berlari menuju depan gang pas jalan Malioboro. Ternyata sang pengemudi telah menunggu.

Dengan sopan beliau menawarkan masker dan helm hijau khas GOJEK dan melajulah kita ke bandara. Jam masih menunjukkan 5.05 pagi suasana Malioboro masih sepi begitu pula jalanan kota Jogja. Sepanjang perjalanan terjadi obrolan obrolan singkat, menurutnya sekarang ada sekitar seribu GOJEK driver di seputaran Jogjakarta. Dan sama seperti di kota lain ada banyak penolakan beroperasinya GOJEK di kota Jogjakarta, but BUSINESS still going on. Hukum Pasar lah yang menentukan siapa yang bakal bertahan. Sebenarnya ada aplikasi Ojek online lain di kota Jogja kreasi anak anak lokal yakni CallJack.

Tidak sampai 30 menit akhirnya saya sampai di bandara Adisucipto Jogjakarta dari tempat kawasan Malioboro, ini dikarenakan lalu lintas masih sangat sepi. Oh ya Tarif GOJEK dari kawasan Malioboro ke bandara Adi Sucipto Jogja cuman 19 ribu rupiah saja (lagi PROMO............) murah khan....

Terima kasih GOJEK dan pak sopir.



Tags: Mimpi manis penghasilan tinggi Ojek OnlinePenghasilan Driver GoJekDerita Tarif Murah Ojek ONLINEPengalaman Naik GoJekSatu Tahun GOJEKPengalaman Naik GRABBIKE

Naik Kereta Api Jakarta ke Surabaya

Lokomotif Langsir di Stasiun Tanjung Priok

Bangku keras kereta api ekonomi telah menjadi tempat tidur saya yang kedua selama ini. Sudah lima tahun naik kereta api Jakarta ke Surabaya dan sebaliknya adalah hal rutin yang saya jalani hampir 2 minggu sekali (kadang seminggu sekali). Berbagai perubahan yang ada di kereta api pernah saya alami baik itu yang pahit dan manis. 

Pengalaman berdiri dari Jakarta sampai Pekalongan, tidur di dekat pintu keluar kereta hingga dekat toilet, sampai tidur di lorong kereta hingga diinjak injak penumpang lain saya sudah mengalaminya.

Kini naik kereta api ekonomi jarak jauh sudah sangat berbeda dari tahun 2012 semenjak PT KAI dipimpin Ignatius Jonan. Pujian memang patut diberikan pada orang yang satu ini, banyak perubahan positif terjadi di sistem perkeretaapian Indonesia. Saya angkat topi dan sebagai pengguna setia kereta api merasakan benar hal tersebut.

Kondisi gerbong kereta api ekonomi jarak jauh "Aman dan Nyaman"
Dulu penumpang kereta api ekonomi jarak jauh tidak bisa tidur dengan nyenyak. Hawa panas didalam gerbong kereta, penuh sesak penumpang bercampur dengan pedagang asongan. Penumpang gelap alias penumpang tak memiliki tiket bebas berkeliaran. Tiket berdiri pun dijual semata mata untuk kepentingan “BISNIS” semata tanpa mempedulikan kenyamanan penumpang. Harga yang murah dijadikan alasan AMPUH masalah pelayanan tersebut. Ya sudah nasibmu…. KELAS EKONOMI KOK MINTA ENAK. Kalau mau enak ya naik kereta api bisnis atau eksekutif. Nasib ya nasib.

Kini sudah hampir 4 tahun semenjak perubahan terjadi, memang harga tiket naik 100% untuk kelas ekonomi. Namun itu berbanding lurus dengan apa yang kita dapatkan, suasana sejuk gerbong ekonomi yang sudah dilengkapi AC, toilet yang bersih dan selalu terisi air. Tidak ada lagi penumpang gelap dan pedagang asongan juga tidak ada lagi tiket tanpa tempat duduk yang dijual. Jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta pun selalu hampir tepat waktu, paling 15 sampai 30 menit jika memang harus terlambat.

Kereta api Kertajaya berhenti di Stasiun Semarang Tawang
Kembali lagi ke masalah perjalanan kereta, jika kita naik kereta Kertajaya dari Jakarta ke Surabaya dengan jadwal berangkat jam 2 siang dari Stasiun Senen setidaknya selepas kita dari Stasiun Tegal sekitar jam setengah 7 malam kita bisa beristirahat dengan tenang karena sudah malam dan kondisi dalam gerbong sudah mulai dingin. Sekitar jam 9 malam lepas dari Stasiun Tawang Semarang sudah dapat dipastikan kita akan tertidur lelap. Sedangkan sisa perjalanan ke Surabaya anda saya pastikan tidak akan terbangun sebelum sampai ke Stasiun Pasar Turi Surabaya. Namun jika anda berhenti sebelum Surabaya pastikan saja anda berjaga jaga takut kalau keenakan dan ketiduran dalam kereta.

Sedangkan untuk perjalanan kereta api Kertajaya dari Surabaya ke Jakarta dengan jadwal keberangkatan jam 9 malam dari Stasiun Pasar Turi saya pastikan anda akan bisa langsung tertidur dari Surabaya sampai Cirebon sekitar jam setengah 6 pagi. Anda akan terbangun karena sinar matahari akan menyilaukan mata anda. 





Tags: "TIPS JITU" CARA DAPETIN TIKET KERETA API LEBARANBAYAR TIKET KERETA DI ATM BCACARA CETAK TIKET KERETA SENDIRIHAL PENTING PADA PEMESANAN TIKET SECARA ONLINEPEJUANG PJKAKEJADIAN UNIK DI KERETA APILARANGAN DI DALAM GERBONG KERETA APITips Naik Kereta Api Ekonomi Jarak Jauh

Stasiun Pasar Senen "Nasibmu Kini"

Kereta komuter melintas di Stasiun Pasar Senen

Stasiun ini merupakan salah satu stasiun besar di Jakarta selain Gambir, Kota dan Jatinegara serta Tanah Abang. Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun pusat keberangkatan untuk seluruh kereta api ekonomi jarak jauh. Letak stasiun ini sangat strategis karena dekat dengan Pasar Senen, terminal bus Senen dan halte transjakarta Senen. Sehingga calon penumpang kereta api bisa dengan mudah mencapai stasiun ini dari arah manapun.
Pintu masuk Selatan Stasiun Pasar Senen Jakarta

Tidak banyak perubahan atau renovasi di bagian dalam stasiun yang dekat dengan Pasar Senen yang baru saja mengalami kebakaran hebat, namun perubahan yang mencolok adalah di pintu masuk keberangkatan. Dulu belum ada kanopi yang menaungi, kemudian ada kanopi besar namun sengaja atau tidak kanopi tersebut dibuat dari bahan transparan sehingga waktu matahari terik sinarnya serasa membakar kulit, entah karena mendapat sorotan publik atau protes dari beberapa pihak akhirnya kanopi tersebut dibuat agak kelam sehingga terasa agak menyejukkan.

Suasana di dalam stasiun terlihat lebih rapi sekarang, namun yang perlu menjadi sorotan adalah masalah Toilet umum, terletak di sebelah kanan pintu keberangkatan, dulu sebelum renovasi fasilitas toilet yang mestinya GRATIS ternyata kita diwajibkan membayar karena ada kotak amal di depannya dan "penunggunya" yang siap siap menegur pengguna TOILET yang tidak membayar. Namun itu setimpal dengan kondisi toilet yang relatif bersih dan kelihatan terawat.
Toilet di area dalam Stasiun Pasar Senen

Tempat tunggu dalam Stasiun Pasar Senen

Kini ada papan besar bertuliskan TOILET GRATIS di depannya, namun apa yang terjadi, kondisi toilet sangat memprihatinkan, bau pesing dimana mana, air keran mengalir pelan seakan akan malu untuk keluar. Jadi siapkan saja air minum dalam botol anda sebagai air bilasnya heheheeh

Toilet yang tidak terawat tersebut ada di posisi depan stasiun atau di area luar keberangkatan. Berbanding terbalik kondisinya dengan toilet yang berada di dalam stasiun yang kondisinya lebih baik dan terjaga kebersihannya, walaupun kadang kadang aliran air sangat kecil.

Area merokok Stasiun Pasar Senen
Musholla di area dalam Stasiun Pasar Senen

Kita seringkali tidak boleh berprasangka buruk, namun terlalu jelas kenyataan yang ada di lapangan. Sekiranya pihak PT KAI dan pihak pengelola Stasiun Pasar Senen mau mengadakan sidak pasti akan menemui hal tersebut. Entah tahu apa tahu tapi pura pura tidak tahu saya pun tak mau tahu. Hanya dengan tulisan ini jawabannya.

Renang Yuk Ke Pacet Mini Park



Kalo di Jakarta daerah wisata favorit akhir pekan warganya adalah pergi ke Puncak Bogor untuk refreshing dan mendapatkan udara segar pegunungan. Sedangkan untuk warga Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya daerah wisata favorit adalah Pacet, Trawas dan Tretes. Ketiga daerah tersebut adalah dataran tinggi yang letaknya tidak terlalu jauh dari Surabaya dan Sidoarjo. Ketiga daerah wisata tersebut terkenal dengan lokasi Pemandian atau kolam renang baik air panas maupun dingin.


Pacet mungkin daerah dataran tinggi yang berjarak paling dekat dari Surabaya, mungkin hanya satu sampai satu setengah jam perjalanan saja jika lalu lintas lancar. Dari Surabaya anda bisa mengarahkan kendaraan anda menuju Krian, dari perempatan Krian anda belok kiri dan lurus saja mengikuti jalan protokol hingga sampai di Mojosari. Dari tugu atau bunderan Mojosari anda lurus saja menempuh jalan yang sudah mulai menanjak kira kira 15 km, maka sampailah anda di Pacet.

Beberapa tahun yang lalu sempat terjadi tragedi mengerikan yakni longsornya bukit di sekitar pemandian air panas Pacet yang menyebabkan puluhan orang meninggal tertimbun longsoran tanah. Dan daerah wisata tersebut sempat ditutup beberapa saat, hingga kini telah dibuka kembali untuk umum.

Kebetulan rumah saya di daerah Krian, sehingga untuk menempuh lokasi tersebut waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama. Bertepatan dengan saya pulang ke rumah anak sulung saya mengajak berlibur, sebenarnya tanpa ada persiapan saya arahkan mobil melaju ke Pacet, saya sendiri sebenarnya agak Grogi maklum baru bisa mengendarai mobil dan ini saat pertama kali saya belajar menanjak.


Tanpa hambatan apapun sejam kemudian kita sudah berada di Pacet, anak sulung  saya menunjuk ke sebelah kanan jalan, nampak ada wahana hiburan baru yakni PACET MINI PARK Mojokerto, saya sempat teringat beberapa tahun yang lalu kita pernah kesana waktu si kecil belum lahir. Mobil terlanjur melaju kencang, si sulung mulai mengomel kenapa ayah tadi tidak berhenti ke tempat tersebut. 

Seingat saya dari arah Surabaya lokasinya berada di sebelah kanan jalan, kira kira 1 km sebelum hotel Sativa Pacet. Wisata ini berdekatan dengan lokasi wisata lainnya yakni Joglo Park yang berada hampir bersebelahan. Ciri khas dari wisata ini adalah adanya patung dinosaurus besar di depan gerbangnya.


Segera kucari area yang agak datar agar bisa memutar balik arah mobil. Tak lama kemudian kami meluncur kembali ke tempat wisata tersebut, ternyata area parkir depan sudah penuh, saya diarahkan untuk parkir di belakang, ternyata area parkirnya berada di bawah dengan turunan curam, lumayanlah buat TEST drive saya.



Tiket masuk PACET MINI PARK ini sebesar 15 ribu rupiah itu sudah termasuk tiket masuk kolam renang, namun untuk beberapa wahana tertentu kita diwajibkan membayar lagi. Di dalam area wisata juga terdapat restoran dengan model apung, dimana ada bufalo bufalo diatas kolam ikan, sehingga pengunjung bisa melihat ikan ikan didalam kolam.



Terdapat juga wahana permainan standar macam perosotan, ayunan, wall climbing dan rope dan lainnya. Dibawah kolam renang ada wahana kereta kelinci dan area outbond. Tentu saja harus membayar extra. Namun dengan tiket masuk sejumlah itu menurut saya sudah cukup menguntungkan.

Liburan sekolah berikutnya saya berencana membawa keponakan saya ke tempat ini lagi. Anda juga bisa menikmati suasana Pacet yang lebih alami bisa datang ke air terjun dan pemandian air panas yang lokasinya tidak jauh dari tempat hiburan ini. 


Incoming search:
* Pacet
* Pemandian Pacet
* Jolotundo
* Waterpark di sekitar Surabaya
* Pantai dekat Surabaya

Tags: Suncity Waterpark Sidoarjo, Waterland Mojokerto, Saygon Waterpark Pasuruan, Citra Harmoni Waterpark, Pemandian Jolotundo, Padusan Pacet, Pantai Dlegan Gresik

NASIB ANAK KOST DI JAKARTA

Hampir lima tahun hidup di Jakarta sebagai ANAK KOST dan "Bujangan Tua" tak terasa bagi saya. Dulu saya tidak membayangkan akan tinggal di Jakarta namun kebutuhan ekonomi mengharuskan saya menjalani hal tersebut. Keluarga terpaksa ditinggal di kampung halaman, dengan alasan yang hampir sama dengan orang orang perantauan pada umumnya, yakni Lingkungan Jakarta yang tidak layak ditinggali terutama bagi anak anak. Baik dari segi Psikis dan Fisik.

Saya adalah tipikal orang STATIS dimana kurang suka untuk bergaul dengan lingkungan sekitar kost maupun sesama anak kost lainnya. Dan hampir 5 tahun ini saya tidak pernah berpindah kost, alasannya sederhana yakni sudah KERASAN dengan kost yang ada sekarang dan yang kedua malas untuk berpindah berpindah.

Jarak antara kost dengan tempat kerja saya lumayan dekat sekitar 500 meter, dan jalan kaki adalah yang saya lakukan selama ini. Saya tidak berpikir untuk membawa motor dari kampung karena akan menambah beban pengeluaran tiap bulan saya. Banyak jalan tikus yang bisa saya lalui untuk menuju kantor, dari yang melewati rumah rumah besar dan mewah di gang utama hingga rumah rumah petak kecil di pinggir sungai, komplit sudah semua. Jarak antar status dan kemapanan terhampar jelas sudah.

Lima tahun yang sudah saya lewati tak terasa lama, kini saya menjadi penghuni kost SENIOR, karena seringnya terjadi pergantian penghuni. Dan hampir sepanjang waktu itu pula saya tidak pernah kenal dekat dan tahu dengan jelas asal usul masing masing penghuni kost.

Baru kira kira setahun penghuni kamar sebelah berganti orang, rupanya penghuni baru ini cukup sopan dan akrab sehingga saya bisa mengenal lebih jauh asal usulnya. Begitu juga dengan penghuni kamar seberang yakni kamar nomer 9, sebelumnya saya tidak begitu kenal hingga suatu saat saya melihat bahwa motor yang dipakainya memiliki plat no H yakni Semarang dan sekitarnya.

Dari ngobrol dan ngopi ngopi bersama, kita bertiga menjadi akhirnya berteman dan memiliki kedekatan emosi. Selama 5 tahun di Jakarta sebagai anak kost akhirnya saya memiliki teman untuk saling berbagi cerita baik suka maupun duka. Beda usia kita bertiga hampir sama, masing masing hampir selisih 7 tahun tiap orangnya. Dan saya ada di tengah tengah.

Dua orang teman kost saya ini adalah pengojek online dari GOJEK dan GRABBIKE, semuanya bukan profesi utama. Hanya sebagai sambilan setelah pulang kerja. Teman saya yang paling tua ini adalah sopir di perusahaan roti, tugasnya mengantar roti ke toko. Jam kerjanya enak, kadang jam 1 siang sudah pulang ke kost, kesempatan inilah yang dipergunakan untuk menjadi pengojek online.

Rupanya fenomena ojek online tidak seindah di bayangan orang, mungkin dengan semakin banyaknya anggota dan saingan sehingga susah sekali untuk mendapatkan order. Paling banyak dalam sehari dia hanya mendapat 3 kali order tidak lebih dari itu. Namun itu sudah bisa menopang kehidupannya sehari hari dan menambah uang KIRIMAN ke keluarganya di kampung.
Semakin dekatnya hubungan kita bertiga kadang ada hal yang membuat kita menjadi tidak tegaan dan timbul rasa simpati atau kasihan.......

Bersambung.... 

Hmmm... Cantiknya Taman Prestasi Surabaya

Kanopi dari serumpun bunga Bougenvillle
Ada banyak taman taman cantik di Surabaya selain Taman Bungkul yang kondang itu tentunya, mungkin karena walikota yang sekarang adalah perempuan dan memiliki background akademis lingkungan sehingga senang pada keindahan. Salah satu taman yang terletak di tengah kota adalah Taman Prestasi, dekat dengan balai kota Surabaya
Salah satu sudut Taman Prestasi yang biasa digunakan untuk acara tertentu

Area permainan anak yang ada di Taman Prestasi Surabaya
Berada di lokasi yang sangat strategis membuat taman yang satu ini tidak pernah sepi dari pengunjung setiap harinya. Namun tentu saja pada saat akhir pekan adalah saat saat dimana pengunjung akan membludak. Letak taman  ini di belakang gedung Grahadi dan SMA NEGERI 6 Surabaya namun dipisahkan oleh sungai. 

Sungai di belakang Taman Prestasi
Jika anda berada di Surabaya dan ingin mampir ke taman ini, cari saja gedung Grahadi lalu ikuti saja lurus jalan di depannya di sisi kiri dan kemudian berbelok ke kiri setelah itu anda akan melewati jembatan dimana sebelah kanan jalan ada klinik PUSURA DAN ES KRIM ZANGRANDI, anda lewati jembatan di sisi kiri dan belok ke kiri, kira kira 200 meter setelah berbelok anda akan melihat taman yang letaknya di depan sungai.

Beberapa tahun yang lalu, saya sempat mengalami untuk masuk ke taman tersebut dikenakan tiket masuk sebesar beberapa ribu rupiah belum termasuk tiket parkir motor dan mobil. Namun tiket masuk sekarang sudah tidak berlaku, hanya tiket PARKIR MOTOR 3 RIBU RUPIAH!!! Entah parkir resmi atau tidak yang jelas dimana tarif parkir masih 2 RIBU naik menjadi 3 RIBU RUPIAH, jelas yang SERIBU rupiah masuk kantong MAFIA PARKIR ATAU PENGELOLA TAMAN. Mau ngeyel pun percuma, sing waras ngalah ae. 
Monumen Pesawat Bomber Intrunder
Saya sempat berkunjung ke taman ini beberapa waktu yang lalu pada hari Minggu kebetulan agak siang hari, kondisi taman masih tetap cantik dan relatif bersih seperti beberapa tahun yang lalu. Yang paling menarik perhatian adalah monumen pesawat terbang, namun sekarang tangga naik ke atas pesawat sudah tidak ada jadi pengunjung tidak bisa naik ke atas pesawat. Mungkin bagian atas pesawat sudah banyak yang keropos, jadi akan membahayakan pengunjung yang kebanyakan anak anak. Sehingga tangga naiknya sengaja dicopot.

Mungkin karena pas hari Minggu di sudut sudut taman banyak saya temui pedagang asongan menggelar dagangannya di dalam taman. Saya sebenarnya agak kaget karena sudah lama tidak ke taman ini mendapati hal tersebut, karena terakhir kali pedagang asongan hanya diperbolehkan berdagang di luar pagar taman. Bagi saya hal ini patut menjadi perhatian bagi pengurus taman dan pihak kelurahan setempat.

Pedagang asongan memenuhi sudut sudut taman
Pedagang asongan memenuhi area dalam taman

Di sana sini banyak saya temukan sampah sampah yang MERUSAK pemandangan indah taman. Hal ini berbeda jauh dengan taman lainnya yakni KEBUN BIBIT BRATANG Surabaya, pedagang asongan tidak diperbolehkan masuk ke area taman. Dan tentu saja kondisi taman terlihat lebih terjaga dan bersih.

Ada baiknya pengurus taman atau pihak kelurahan setempat menerapkan lagi peraturan untuk melarang pedagang masuk ke area taman untuk menjaga kebersihan dan keindahan taman tentunya. Sebenarnya ada area khusus untuk penjual makanan, yakni disisi kiri sebelum lokasi taman ini, namun entah mengapa pedagang pedagang baru bermunculan dan memenuhi area taman setiap akhir pekannya.


Wisata Air di Taman Prestasi Ketabang Kali

Perahu yang biasa digunakan untuk latihan dayung di Taman Prestasi
Salah satu wahana yang cukup menarik di Taman Prestasi Surabaya adalah wisata airnya, yakni para pengunjung bisa mengarungi Kalimas yakni sungai yang melintasi tengah kota Surabaya dengan menggunakan perahu motor kecil. Bukan karena saya asli AREK SUROBOYO, hingga memuji berlebihan tapi upaya pemerintah kota untuk menjaga kebersihan sungai Kalimas kelihatan cukup berhasil, ya walaupun airnya tidak terlalu jernih namun tidak nampak sampah sampah yang "KINTIR" atau mengambang di permukaannya.

Untuk bisa menaiki perahu kotor para pengunjung akan dikenakan tiket sebesar 4 ribu rupiah untuk perjalanan kira kira 15 menit dari Taman Prestasi di Ketabang Kali hingga daerah RS MATA UNDAAN WETAN. Wahana ini menjadi pilihan utama para pengunjung, sayang hanya buka di akhir pekan dan pada jam jam tertentu saja, seingat saya sih... 


Loket wahana air
Sungai Kalimas bersih dan indah

Dari seberang taman dapat kita lihat bagian belakang gedung GRAHADI yakni tempat tinggal gubernur Jawa Timur dan belakang SMA Negeri 6 Surabaya, semua tampak tertata dengan bersih dan rapi. BRAVO SURABAYA.....
Jembatan gantung Taman Prestasi


Larangan menaiki jembatan gantung

Dan yang unik adanya jembatan gantung untuk menghubungkan  taman dengan bagian belakang gedung tersebut diatas. Sayang waktu minggu kemarin saya kesana jembatan tersebut ditutup dan diberi plakat peringatan larangan pengunjung dilarang masuk dan menyeberangi jembatan. Mungkin saja ada bagian jembatan yang rusak sehingga bisa membahayakan pengunjung. Bu Risma tolong donk kalo bisa jembatan diperbaiki sehingga bisa menjadi SPOT yang menarik untuk berfoto foto ria. Ada juga taman favorit warga Surabaya yang lain yang ada pada postingan saya sebelumnya Kebun Bibit Bratang Surabaya dan Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya.

Saya selaku warga Surabaya berharap banyak kita selaku warganya senantiasa biasa menjaga kebersihan lingkungan dimulai dari lingkungan di sekitar kita. Mencoba mengingatkan saja KEBERSIHAN ADALAH SEBAGIAN DARI IMAN




IKLAN ANTAR JEMPUT

Popular Posts

Total Pageviews

Indoinspector. Powered by Blogger.

DMCA

DMCA