Facebook

Penghasilan Grab Car Per Hari "Bincang Langsung" dengan Drivernya

Aplikasi GRAB CAR

Beberapa hari lalu saya sempat menggunakan jasa Grabcar di Semarang. Sebenarnya di depan hotel persis ada taxi yang memang nongkrong disitu setiap harinya. Namun dengan alasan penghematan dan juga untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai berapa penghasilan dari driver atau sopir ojek online seperti Grabcar setiap harinya.

Teman saya asal Philipina sebenarnya juga bertanya,  kenapa saya tidak memesan taxi yang ada di depan hotel daripada harus menunggu lama. Saya jawab saja ongkos lebih murah,  bisa satu setengah kali lipat.

Tak lama orderan saya di pick up,  nampak saya kurang beruntung karena mendapat mobil LCGC model sedan kecil. Tak apalah toh kami hanya berdua saja. Tak lama kemudian mobil kecil berwarna putih memasuki lobby hotel dan plat nomernya sesuai dengan yang ada di aplikasi.

Perbincangan kecil segera saya buka setelah basa basi terlebih dahulu. Langsung saja saya tanyakan berapa bonus yang didapat sekarang per harinya jika tutup point.  Dia menjawab 300 ribu rupiah dengan syarat point terpenuhi dalam satu hari yakni 11 point atau 11 kali trip/ menyelesaikan order.

Saya lantas bertanya, sampai jam berapa biasanya nutup? Driver yang cukup ramah dan enak diajak ngobrol itupun menjawab dari pagi sampai jam 11 malam maksimal. "Maklum Pak jumlah driver semakin banyak dan persaingan dengan aplikasi lain dan juga taxi konvensional", ujarnya.

Perbincangan saya lanjut mengenai berapa uang yang harus dikeluarkan untuk BBM?  Untuk isi bensin atau BBM dengan mobil yang dia bawa yakni mobil LCGC ber cc hanya 1000 itu dia menjawab seharian hanya menghabiskan 75 ribu rupiah saja.

Dari perbincangan saya diatas bisa saya buat rincian, berapa perkiraan penghasilan driver GrabCar per harinya seperti dibawah ini:

1. Andaikan dalam sehari dengan jam operasional mulai 7 sampai 12 malam mendapat 11 trip. Asumsikan trip atau order jarak pendek dan menengah dengan tarif 15 ribu rupiah. Maka tiap tripnya dia mendapat (15 ribu x 90%= 13.5 ribu rupiah) 10% adalah potongan dari pihak Grab.
Maka untuk 11 kali trip penghasilan yang didapat 11x13.5 = Rp 148.500,-
2. Andaikan jumlah trip terpenuhi yakni 11 trip atau point maka bonus sebesar Rp 300.000,- akan didapat
3. Andaikan dari 11 trip driver mendapat tips dari pengguna sebesar 30 ribu rupiah
4. Pengeluaran untuk BBM sebesar 75 ribu rupiah untuk mobil kecil dan 125 ribu rupiah untuk mobil menengah.
5. Pengeluaran untuk makan dan minum 30 ribu rupiah.

Maka total pendapatan bersih driver GrabCar per hariadalah (Rp 148.500,- + Rp 300.000,- + Rp 30.000,-) - (Rp 75.000,- + Rp 30.000,-) = Rp 373.500,-

Jika driver selama satu bulan terus jalan dan berhasil tutup point maka penghasilan Grabcar per bulannya adalah Rp 373.500,- x 30 = Rp 11.205.000,- masih cukup menggiurkan bukan.

Perhitungan diatas hanya asumsi saja berdasarkan Informasi langsung dari pengemudi. Hal diatas tentu saja tidak bisa dijadikan patokan atau pegangan pasti bahwa driver GrabCar bisa mendapatkan penghasilan hampir 400 ribu rupiah per harinya.

Gak Ketemu Durian di Wonosalam Jombang

Warung lesehan di daerah Wonosalam Jombang

Bagi orang Jawa Timur khususnya warga sekitar Gerbang Kertosusial siapa yang tak kenal dengan Wonosalam. Daerah ini terkenal dengan penghasil buah durian di Jawa Timur,  letaknya tak terlalu jauh dari pusat kota Surabaya hanya sekitar 2 jam perjalanan. 

Saya seumur-umur belum pernah ke tempat ini sebelumnya,  entah kenapa tiba-tiba Upik Abu yang sejak lama ngidam duren tadi pagi ngeyel minta diajak jalan-jalan ke tempat ini.

Saya sebenarnya belum terlalu jago menyetir mobil untuk jalur-jalur tanjakan dan pegunungan,  walaupun mobil saya relatif baru karena baru sekitar 2 tahun lebih dan kilometer baru dibawah 30.000 namun jujur ada sedikit rasa takut,  kuatir tak kuat nanjak karena cc mobil yang hanya 1.300.

Dari arah Mojoagung saya berbelok ke kiri mengikuti Google Map,  lalu membentang jalan lurus mendatar sekitar 20 kilometer ke arah Wonosalam. Jalanan itu kemudian menyempit dan mulailah perjalanan dengan tanjakan dan jalan sempit walaupun tak terlalu curam. Lima kilometer pertama tanjakan masih wajar dan tak terlalu berkelok-kelok.  

Google Map hanya mengarahkan jalan lurus saja,  namun terbilang sisa perjalanan yang lumayan lama sekitar 30 menit tak berkurang semenjak tanjakan awal. Hingga kami bertemu dengan ponpes milik organisasi tertentu yang diberi nama CAI, entah apa singkatannya saya tak tau. Tak nampak jalur yang jelas jika saya lanjut ke atas.  

Saya berhenti sejenak untuk bertanya ke warga sekitar dimana terdapat agrowisata durian,  dengan ramah mereka menjawab Agro yang mana karena terdapat banyak disekitar daerah Wonosalam. Saya hanya jawab sekenanya dimana kita bisa petik buah durian atau sekadar membeli buah berkulit berduri tersebut. Salah seorang diantara mereka menjawab, "Mas bisa belok ke kiri menuruni jalan tersebut lalu belok ke kiri kemudian ke kanan".

Saya hanya melihat sekilas,  nampak jalanan itu sempit dan cukup curam,  saya tak yakin apa bisa melewati jalanan curam itu jika berpapasan dengan mobil lain. Upik Abu hanya mengangguk pelan dan berkata,  "Kita putar balik saja".
Akhirnya kita berbelok arah,  jalanan sempit menyulitkan saya putar balik,  banyak motor terpaksa berhenti sebentar menunggu mobil saya berputar haluan.

Lesehan Nasi Jagung dan Ketan Durian Warung Gunung Wonosalam
Kita pun balik melaju pulang,  di tengah jalan saya yang sedari awal mengincar sebuah warung di pinggir jalan yang kelihatannya enak untuk tempat nongkrong. Warung Gunung namanya,  berada di posisi jalan agak menanjak sebenarnya susah untuk memarkir mobil di tempat ini.  Beruntung ada satu sisa tempat parkir untuk mobil saat itu,  segera saya banting setir ke kanan,  dan memarkir mobil di tempat yang cukup sempit.

Ternyata di bagian dalam terdapat lesehan yang cukup luas. Saya memilih untuk duduk di tempat depan dengan bangku panjang dan kursi. Ciri khas warung itu,  ketan durian dan nasi jagung. Tak berapa lama dua mangkok ketan durian dan sepiring nasi jagung sudah tersaji di hadapan. Bau durian dari dalam mangkok dan sekepal nasi ketan pulen menggoda selera saya, namun apa daya jatah saya adalah "nasi jagung" xixixiixi. 

Nasi Jagung Wonosalam

Ketan Durian khas Wonosalam

Nasi jagung dengan "urap-urap" atau irisan sayur mayur dengan bumbu parutan kelapa atau "gudangan" orang Jawa Tengah menyebutnya segera saya santap dengan lahap, hanya berlaukan "iwak peyek" dan semur jengkol, pagi itu makanan "NDESO" itu terasa nikmat mengalahkan masakan koki restoran hotel bintang lima yang pernah saya makan.

Suasana pagi di dataran tinggi memang menggugah selera makan pengunjung, gemericik suara air sumber dan parit kecil mengalir menimbulkan kesan kesyahduan yang mendalam belum lagi suara tonggeret bersahutan di balik rapatnya dedaunan bambu.

Puas dan kekenyangan makan, Upik Abu lantas menuju ke kasir untuk membayar menu yang kita makan, dua porsi ketan durian, satu porsi nasi jagung, peyek 3 bungkus hanya 32 ribu rupiah. Murahhhhhh Abissss

Liburan emang gak perlu mahal Coy, kebersamaan dan kegembiran bersama keluarga adalah hal yang terpenting dari semuanya. Have a nice holiday.....

SEJENAK REHAT DI MAKAM "GUS DUR"

Makam Gus Dur di komplek Ponpes Tebu Ireng Jombang

Siapa yang tak kenal Gus Dur,  beliau adalah Presiden RI ke 4 yang kini sudah wafat. Sebagai bagian dari pesantren Tebu Ireng dan juga cucu dari KH Hasyim Asyhari pendiri NU,  maka makam beliau ditempatkan didalam area pemakaman ponpes Tebu Ireng bersama almarhum keluarga besarnya. 

Makam Gus Dur sendiri terdapat di daerah Diwek Jombang,  kurang lebih 1.5 jam perjalanan dari Surabaya tepatnya di lokasi Pondok Pesantren Tebu Ireng. Letaknya kurang lebih 5 kilometer ke arah Selatan dari stasiun Jombang. 

Daerah Jombang memang terkenal dengan kota santri karena banyak terdapat pondok pondok pesantren. Namun anehnya menurut teman yang istrinya kebetulan orang Jombang asli justru anak anak Jombang sendiri jarang sekali yang mondok di daerahnya.

Dari arah stasiun anda lurus saja ikuti jalanan,  dan sebelum memasuki pabrik gula Cukir, terdapat pesantren Tebu Ireng yang terletak di sisi kiri jalan. Begitu juga makam Gus Dur yang berada disisi sebelah kiri sebelum pondok.

Gang masuk ke makam Gus Dur

Dari sebuah gang sempit pinggir jalan ada banner kecil berlukiskan Ziarah Makam Gus Dur. Barusan saya dan Upik Abu serta krucil berhenti sejenak di tempat itu untuk sekedar ingin tahu pondok pesantren Tebu Ireng dan juga makam Gus Dur yang konon dikunjungi banyak peziarah.

Sayang sekali tidak terdapat tempat parkir mobil yang luas disekitarnya, ada lokasi parkir yang masuk kedalam gang disebelahnya namun saya belum sempat mencoba,  ada satu mobil yang parkir tepat dipinggir jalan depan gang pondok keluar,  segera saja saya tempati. Syukurlah jadi tak perlu jauh jauh mencari lokasi parkir. 

Gang kampung menuju makam
Masuk ke dalam gang banyak orang berjualan souvenir persis layaknya di makam Ampel Surabaya. Beberapa orang pengunjung nampak masuk dan keluar gang kecil itu.

Gang kecil berukuran lebar dua meter itu adalah gang kampung. Warga kampung itu memanfaatkan sebagian rumahnya untuk membuka lapak dagangan. Setelah beberapa puluh meter nampak petunjuk ke arah makam belok ke kanan kemudian berbelok lagi ke kiri, gang mulai melebar dan makin nampak banyak pedagang berjualan.


Setelah 50 meter ke depan nampak lokasi pesantren Tebu Ireng Jombang di sisi kiri gang. Sudah padat pengunjung rupanya siang itu,  seperti biasa pas di depan gerbang pondok banyak peziarah berfoto ria bersama-sama. Terdapat papan pengumuman bertuliskan Gerbang Ditutup untuk pengunjung dari jam 03.00-07.00 pagi dan 16.00-20.00 sore. Berarti jam buka wisata religi Ziarah Makam Gus Dur untuk pengunjung adalah mulai jam 7 pagi sampai jam 4 sore. 

Masuk ke dalam nampak di sisi kanan dan kiri terdapat kios kios pedagang dan toilet umum dan tempat berwudhu. Setelah 20 meter,  tepat di sisi kanan terdapat komplek pemakaman Tebu Ireng dimana terdapat makam Gus Dur dan keluarga besarnya. Terdapat gazebo yang cukup luas untuk menampung peziarah yang berdoa di depan makam. 


Juru kunci makam mengatakan makam Gus Dur adalah makam yang terdapat batu giok warna hijau sebagai nisannya. Batu giok itu berukuran besar tidak seperti batu perhiasan lainnya,  setidaknya berukuran 50x50 cm persegi.
Saya tak berlama-lama di tempat itu,  Upik Abu duduk sebentar menghantarkan doa untuk para almarhum. 

Saya hanya mengabadikan beberapa kali jepretan ke papan tempat nama nama orang orang yang dimakamkan disitu. Tak lupa makam Gus Dur saya juga jepret namun dari kejauhan. Karena ada rombongan peziarah yang memadati area pemakaman itu. 

Berlalu dari makam,  saya membeli kopiah berwarna hitam untuk perlengkapan sholat di rumah,  dan di luar kita juga bawa oleh oleh tahu kuning,  getuk pisang dan krupuk sebagai teman di sisa perjalanan balik ke Surabaya.

Menanti Dibukanya Kraton Waterpark Krian

Kraton Waterpark Krian Sidoarjo

Di daerah Krian terdapat banyak perumahan, maklum saja daerah ini berbatasan langsung dengan wilayah Legundi dan Driyorejo Gresik yang menjadi daerah industri. Satu hal lagi daerah Krian menurut saya relatif baik serta strategis tempatnya, belum pernah terjadi banjir seperti daerah lain di Sidoarjo.

Salah satu perumahan di daerah tersebut yang cukup dikenal karena letaknya yang strategis adalah Kraton Residen atau sekarang berubah menjadi Kraton Superblok. Orang desa Kraton dan sekitarnya lebih familiar dengan nama Taman Intan.

Ada 3 cluster di perumahan ini yakni Lilium,  Saphire dan Yaspis. Namun area perumahan masih banyak tanah kosong dan belum digarap oleh pengembang. Konon kabarnya area bagian depan perumahan ini pernah ditawar untuk didirikan swalayan besar namun ditolak oleh developer.

Kini saya sebagai penghuni perumahan ini sejak tahun 2010 boleh bernapas panjang dengan dibangunnya ruko-ruko baru dan terutama Waterpark persis di lokasi terdepan perumahan.

Hal ini tentu saja menjadikan harga rumah di perumahan ini menjadi naik di kisaran 350 juta untuk ukuran 90 meter persegi dan luas bangunan 36 meter persegi. Naik 3 kali lipat dari harga awal dibanding 7 tahun sebelumnya.

Waterpark Kraton rencana dibuka awal tahun 2018 bisa saja benar atau tidak karena masih simpang siur. Namun proses pembangunan didalamnya sore ini saya lihat sudah hampir selesai.  Lahan parkir depan juga diperluas terbukti dengan adanya alat alat berat untuk meratakan tanah.

Wahana didalam Kraton Waterpark

Wahana didalamnya terlihat cukup menarik,  terdapat replika kapal bajak laut, kolam arus,  ember tumpah, vertical slide,  dan spiral slide.

Banner iklan sudah terlihat didepan pintu masuk begitu juga papan tulisan KRATON WATERPARK berwarna sedang dikerjakan persis di depan bangunan.

Ah,  mudah-mudahan pas awal tahun depan wahana baru di Krian ini benar benar jadi dibuka sehingga saya tak perlu jauh-jauh mengajak keluarga dan keponakan yang ingin berlibur. Ayo ke Kraton Waterpark Krian tahun depan.

[Updated terakhir, Kraton Waterpark sudah dibuka tanggal 29 Desember kemarin, tiket promo hanya 2 hari saja 29-30 Desember yakni 25 ribu rupiah, setelah itu sampai tanggal 7 Januari tiket harga tiket 45 ribu rupiah]

Transmart dan Trans Studio Mini Sidoarjo


Selepas pulang subuh pagi itu,  Upik Abu dan kedua anak saya merengek-rengek minta diajak jalan jalan. Saya sendiri sebenarnya masih capek, perjalanan selama 10 jam di dalam bus Semarang Surabaya. Namun apa daya,  demi keluarga tercinta selepas Dzuhur saya ajak mereka bertiga untuk melepas penat dan jenuh karena kelamaan di rumah sedang musim liburan sekolah telah tiba. 
 
Untung saja opsi jalan-jalan kali ini tak terlalu jauh,  ada kabar di WA dan facebook bahwa Transmart telah dibuka di jantung kota Sidoarjo.Segera kita meluncur ke pusat kota Sidoarjo untuk menuju ke Mall yang diresmikan dan dibuka untuk untuk pas hari itu juga tanggal 22 Desember 2017. Gerimis membasahi wilayah Krian dan Sidoarjo siang itu,  saya lihat di map jalanan menuju tempat itu memerah tanda kemacetan. Dan Google Map kali ini masih saja salah karena jalanan hanya padat saja tanpa kemacetan panjang. 
 
Selepas jalanan Jati, kita belok kanan ke arah GOR Sidoarjo, jalanan lumayan padat dan persis di samping GOR kita belok ke kiri ke arah jalan Ponti,  dan kemudian berbelok ke kanan. Jalan padat tidak seperti biasa,  tak jauh dari rel kereta arah kita berbelok ke kiri. Lokasi dari Transmart dan Trans Studio Mini Sidoarjo ada di Jalan Raya Taman Tiara, Pagerwojo. Mall ini buka dari jam 10 pagi sampai 10 malam. Nampak bangunan baru Transmart berdiri di sisi kanan jalan. Deretan mobil mengantri masuk ke parkir Mall. 
 
Parkir di seberang Mall nampak penuh sehingga pintu masuk ditutup. Akhirnya kita putar balik ke kanan dan mencoba mencari parkir di dalam gedung. Masuk ke gate parkir terdapat tulisan bahwa parkir mobil gratis di hari pembukaan tersebut. Mobil saya belokkan ke kanan ke arah loby untuk kemudian belok ke kiri lantas turun di lokasi parkir bawah gedung. 
 
Alhamdulillah parkir dibawah gedung masih nampak banyak ruang kosong. Saya sempat jengkel ketika hendak memarkirkan mobil ada mobil di belakang saya mengklakson berkali kali. Saya hendak turun dan mencari tahu apa maksudnya. Saya batalkan niat saya karena istri mencegah dan lebih baik cari tempat yang lebih lengang. Akhirnya saya dapat lahan parkir yang benar-benar lengang dan saya bisa mudah memarkirkan mobil pada tempatnya.
 
Begitu kita masuk didalam mall, WOW penuh sesak dengan pengunjung yang ini menikmati jalan jalan santai di dalam Mall yang baru hari itu diresmikan oleh wagub Jatim dan bupati Sidoarjo. Di lantai pertama Mall diisi oleh tenant atau gerai food court atau makanan dan beberapa gerai lain serta area pameran.

Di lantai 2 terdapat gerai baju dan pakaian serta supermarket kebutuhan pokok, di lantai 3 terdapat supermarket kebutuhan pokok sehari-hari, dan di lantai 4 adalah tempat dimana Trans Studio Mini berada. 
 
Hampir tidak berbeda jauh dengan Trans Studio di Rungkut Surabaya, terdapat replika Menara Eifel didalamnya dan juga patung dinosaurus serta spot-spot fotografi. Sementara permainan juga sama terdapat roller coaster, Paris Wing, Boom-boom Car, aneka permainan ding-dong dll. 
 
Untuk bisa bermain anda harus memiliki kartu Trans Studio dimana anda bisa membelinya dengan minimal saldo 50 ribu rupiah, sedangkan permainan didalamnya paling kecil bernilai Rp. 3.900,- untuk aneka ding-dong, Rp 30.000,- untuk roller coaster dan Paris Swing serta Rp 20.000,- untuk permainan memancing.

So, silahkan lihat hasil jepretan saya dibawah ini. Kadang foto-foto bisa jauh bermakna daripada seribu kata-kata. Xixixixiixix..........
 





 

SEJENAK DI TAMAN INDIE RESTO MALANG


Nama restoran ini cukup terkenal di kota Malang, apalagi di kalangan pecinta kuliner dan wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dengan menyajikan konsep tradisional dan suguhan kuliner baik lokal maupun campuran tempat ini banyak dikunjungi orang setiap harinya.

Lokasi dari Taman Indie Resto ini dapat dengan mudah anda jangkau dari Surabaya menuju Malang tepatnya sebelum fly over Arjosari anda pilih jalur ke kiri atau ke arah bawah dan tidak naik fly over tersebut, kemudian anda lurus saja ke ambil jalur kiri dan kemudian berbelok lurus hingga menemukan pertigaan lalu anda belok ke kanan ke arah perumahan Araya Kota Malang atau ke arah bandara Abdurahman Saleh.

Perhatikan jalur sebelah kiri anda setelah menemukan jalan masuk ke kota Araya masuk saja ke dalamnya dan lurus saja hingga kira-kira 2 kilometer, sebelum anda menemukan jembatan Araya anda berbelok saja ke kiri, nah di situ lah letak Indie Resto, terdapat parkir mobil yang sangat luas dan penjagaan dari sekuriti yang ramah pelayanannya.

Alamat lengkap dari restoran Taman Indie adalah di Jl. Lawang Sewu Golf No. 2-18, Kota Araya, Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur dengan nomer telp (0341) 417777 dengan jam buka mulai dari jam 10 pagi sampai 10 malam.


Disambut dengan pintu masuk rumah tradisional atau GEBYOK terdapat beberapa pajangan foto di sisi kanan dan kiri pintu masuk beberapa puluh artis yang sempat berkunjung ke restoran ini. Saya yang datang kurang lebih jam setengah 8 malam bersama tamu dari Philipina saat itu disambut dengan gerimis kecil yang membasahi kota Malang sore sampai malam hari.

Melihat tatanan restoran yang bernuansa etnis tamu saya kegirangan dan segera mengambil kameranya untuk mengabadikan momen tersebut, hingga saya terpaksa menunggu agak lama hanya sekedar untuk mencari meja tempat dimana kami akan duduk. Kurang lebih setengah jam, akhirnya kami memilih tempat yang tak jauh dari pintu masuk dimana tepat agak jauh di depan ada panggung yang menyajikan “LIVE MUSIC”.

Segera saya memanggil waitress atau pelayan untuk memberikan daftar menu, dan rupanya dua orang cewek teman saya asal Philipina ini kebingungan mencari menu yang enak dan belum pernah mereka coba sebelumnya. Hingga saya putuskan pelayan kembali lagi beberapa saat setelah mereka berdua memilih menunya. 




Akhirnya saya memilih menu bakmi jowo, sedangkan tamu memilih, sop iga, gurame mulut kering, sambal pencit, terong penyet, untuk minuman saya memesan ronde hangat, sedangkan tamu saya lupa apa yang mereka pesan. Tak lupa hidangan pembuka atau appetizer berupa lumpia, cumi goreng kering, dan tahu isi.

Tak berapa lama kemudian muncul pesanan minuman kami, ronde hangat pas sekali menemani malam hari yang dingin tersebut, suasana malam itu sangat romantis sebenarnya. Gemericik air hujan, suara serangga malam dan hiburan live musik serasa menjadi satu.

Akhirnya hidangan utama muncul, dan wow…wow… porsinya lumayan banyak untuk ukuran saya sekalipun…pas dengan harganya J segera saya nikmati Bakmi Jowo yang lumayan banyak porsinya itu, nampak beberapa tambahan isi berupa udang, cumi dan ayam.

Selepas puas menikmati hidangan malam itu, tamu saya rupanya tertarik untuk membeli beberapa mainan tradisional dan juga kuliner khas dari Indonesia. Keripik tempe, dan beberapa makanan kering saya lupa dia bawa ke kasir tak lupa mainan dakon dia juga bawa untuk oleh-oleh anaknya di Singapura.

Untuk beberapa menu yang kami pesan dengan rasa yang enak dan porsi yang lumayan banyak, pantas dengan harga yang kami harus banyar tak lebih dari 500 ribu rupiah saat itu. 

So, bagi sobat yang berlibur ke kota Malang tak ada salahnya mampir ke restoran Taman Indie yang terletak didalam perumahan kota Araya Malang.

PUSAT GROSIR SURABAYA (PGS)

PGS Surabaya saat malam hari

Anda yang hobi berbelanja kebutuhan sehari-hari atau belanja untuk kebutuhan kulakan dan dijual kembali, ada satu pusat perbelanjaan dengan harga grosir di Surabaya yakni di PGS (Pusat Grosir Surabaya0 yang letaknya persis di depan Pasar Turi Baru Surabaya. 

Terletak di jalan Jl. Raya Dupak No.1, Gundih, Bubutan, Kota SBY, Jawa Timur 60172 dengan jam buka mulai 8 pagi sampai jam 6 sore. Lokasinya sangat strategis karena terletak hanya beberapa ratus meter saja dari stasiun kereta api Surabaya Pasar Turi. Ini jelas memudahkan para pedagang atau pengunjung dari luar kota untuk menuju ke tempat ini dengan moda transportasi kereta api.

Mall grosir ini terdiri dari empat lantai dimana tiap lantainya diperuntukkan untuk menjual barang-barang berbeda jenis. Berbagai jenis barang yang dijual disini adalah pakaian, elektronik dan pertukangan, kebutuhan rumah tangga (pecah belah), serta berbagai macam kuliner khas Jawa Timur.

Berbagai jenis barang yang dijual disini biasanya ditawarkan dengan harga grosir untuk beberapa item tertentu dengan minimal kuantiti pembelian semisal selusin, satu pack dan ada juga biasanya ada 3 biji untuk pembelian paling sedikit. Dengan harga yang sedikit lebih murah dari harga jual di pasaran menjadikan tempat ini ramai dikunjungi calon pembeli dari berbagai macam kalangan.

Sayang fasilitas didalamnya menurut saya masih minim dan cenderung konvensional, yakni tidak dilengkapi pendingin udara layaknya Mall lain, minim petunjuk dan informasi, tata ruang yang semrawut dan penyediaan lahan parkir yang kurang memadai. Sehingga di saat akhir pekan terutama Sabtu dan Minggu pengunjung akan kesulitan mencari tempat parkir motor dan mobil.

Jika anda dari luar kota hendak PGS dan menggunakan moda transportasi kereta api anda bisa turun ke stasiun Pasar Turi, kemudian dari pintu keluar anda jalan kaki atau naik becak sekitar 300 meter ke arah kiri. Dan jika anda menggunakan bus dari terminal Bungurasih atau Purabaya anda bisa naik bus kota PATAS 5 jurusan Bungurasih-PGS-Jembatan Merah. Anda akan turun persis di seberang PGS atau didepan Pasar Turi Baru.

TARIF DAN JADWAL BUS SURABAYA-MALANG TERBARU

Bus TENTREM Surabaya-Malang masuk terminal Bungurasih

Jalur Surabaya-Malang di Jawa Timur layaknya seperti jalur Jakarta-Bogor kalau di ibukota. Bisa dibilang jalur ini sangat padat karena menghubungkan dua kota terbesar di Jawa Timur. Jarak antara Surabaya dan Malang tak lebih dari 80 kilometer saja dan dalam kondisi lalu lintas normal bisa ditempuh dalam waktu 1.5 jam saja dengan mobil. 

Namun seperti kita tahu jalur Surabaya-Malang adalah jalur padat terutama saat liburan akhir pekan dan libur sekolah karena banyak orang dari Surabaya dan daerah lain menuju ke Malang dan Batu untuk berlibur, dan di saat seperti inilah waktu tempuh bisa membengkak diatas 5 jam perjalanan. Hal ini karena jalan TOL dari Surabaya ke Malang masih terputus di daerah Taman Dayu Pandaan. 

Sedangkan dari Taman Dayu ke arah Malang masih lumayan jauh sekitar 30 kilometer perjalanan. Belum lagi jalanan menanjak dan sempit serta lalu lalang kendaraan berat yang jalannya terseok-seok karena keberatan muatan.

Ada dua kelas bus yang melayani jalur jarak dekat Surabaya-Malang ini yakni kelas AC Ekonomi dan kelas PATAS AC.
Tarif bus Surabaya-Malang dan sebaliknya untuk kelas ekonomi adalah 15 ribu rupiah dengan konfigurasi tempat duduk 2 dan 3.
Sedangkan untuk kelas PATAS dengan konfigurasi tempat duduk 2 dan 2 tarifnya adalah 25 ribu rupiah.

Bus-bus yang melayani jalur Surabaya-Malang ini antara lain:
1. Restu (restu panda)
2. Zena
3. Kalisari
4. Tentrem
5. Pelita Mas
6. Hafana
7. Medali Mas, dll

Bus paling pagi dari Surabaya ke Malang dan sebaliknya sekitar jam 4 pagi dan paling malam sekitar jam 12 malam. Dengan selang waktu keberangkatan dari Surabaya sangat rapat di jam-jam sibuk sekitar 30 menit sekali.

Rute yang dilalui bus Surabaya-Malang adalah:
1. Terminal Bungurasih (Sidoarjo) langsung masuk jalan tol Waru-Sidoarjo
2. Arteri Porong
3. Gempol
4. Pandaan
5. Sukorejo
6. Purwosari
7. Purwodadi
8. Lawang
9. Singosari
10. Malang (Terminal Arjosari)

Sejenak Berkunjung Ke RSUD Sidoarjo

Taman di tengah bangunan rumah sakit umum daerah Sidoarjo

Beberapa minggu yang lalu saya berkesempatan mengunjungi RSUD Sidoarjo untuk menjenguk keponakan istri yang sedang dirawat inap di rumah sakit milik pemerintah tersebut. Rumah sakit tersebut terletak di jalan yang cukup strategis, tepat berseberangan dengan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Alamat lengkap RSUD Sidoarjo yakni di  Jl. Mojopahit No.667, Celep, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61215, dengan Jam buka: 24 jam, nomer telepon (031) 8961649. Dengan waktu jenguk pasien seperti yang telah ditentukan.

Dari halaman depan, nampaknya rumah sakit ini biasa saja dan kelihatan kecil, namun begitu masuk ke dalam ternyata lumayan luas. Saat masuk pintu depan, anda akan disambut petugas customer service yang bisa anda tanya-tanya seputar lokasi kamar pasien. Sebenarnya di dekat pintu masuk sudah banyak tertera penanda dan denah lokasi ruangan.
Selasar RSUD Sidoarjo

Nampak jelas di halaman tengah setelah pintu masuk sebuah taman yang cukup luas dan indah serta sebuah air mancur mini di tengah dan gazebo tunggu di sisi kanan dan kiri. Nampak pula spanduk besar bertuliskan larangan merokok di semua area rumah sakit dan beberapa spanduk lainnya. Nampak sangat asri dan tidak terlihat bahwa tempat ini adalah sebuah rumah sakit.

Saya sendiri lupa kemarin berkunjung ke kamar yang mana, maklum telat updated. Yang pasti tempat rawat inap untuk anak-anak, kebetulan ponakan yang masih berusia 8 bulan tersebut terserang panas tiba-tiba dan muntah sehingga harus dilarikan segera ke ICU atau UGD RS Sidoarjo. 

Ruangan rawat inap tersebut berada di di sisi kanan setelah pintu masuk kemudian lurus lalu belok ke kanan sedikit lalu belok ke kiri dan disitu terdapat sebuah area yang cukup luas tempat pasien baru antri untuk masuk, dan gedung rawat inap ada di sisi sebelah kanannya.

Gedung rawat inap tersebut bersih dan rapi, nampak berjejer tempat tidur pasien yang masih baru dan terbungkus rapi dengan plastik. Di beberapa bagian tembok tertulis jelas larangan pasien untuk duduk-duduk di luar ruangan dekat dengan kamar.

Masuk ke dalam ruangan terasa sejuk karena sudah dilengkapi dengan pendingin udara, dalam satu kamarnya terdapat 4 buah bilik yang disekat dengan tirai-tirai panjang didalamnya. Setelah beberapa menit berkunjung kami pun minta ijin pamit pulang.

Di tengah perjalanan pulang balik, si kecil melihat area khusus bermain untuk anak-anak dimana terdapat wahana bermain anak berupa perosotan, dan miniatur rumah-rumahan dari plastik. Beberapa orang anak seumuran anak saya terlihat asyik bermain didalamnya.

Karena menjelang maghrib, tak lama kemudian saya meminta istri untuk mengajak si kecil agar keluar dari area bermain anak tersebut, dan seperti biasa agak rewel dan sedikit berontak akhirnya si kecil mau menghentikan aktifitas bermainnya.

Well, at least and over all. Konsep rumah sakit sekarang paling tidak sudah berubah, nyaman, rapi dan bersih terlihat jelas lewat gambaran nyata di RSUD Sidoarjo ini, namun tentunya akan lebih baik “JAGALAH KESEHATAN DIRI ANDA KARENA PENGOBATAN MAHAL HARGANYA”.


SEJENAK DI KAFÉ KEBUN COKLAT, BALONGBENDO KRIAN

Kebun Coklat Cafe dan Resto Krian

Lama sudah terdengar nama restoran atau tepatnya kafe ini di telinga saya. Baik Upik Abu maupun anak sulung saya yang bercerita bahwa teman-teman mereka sering ke tempat ini dan posting foto-foto menarik mengenai makanan dan juga kondisi tempat ini. Ya itulah Kafe Kebun Coklat di Krian Sidoarjo atau lebihn tepatnya di daerah Balong Bendo.

Akhirnya kemarin saya mengajak keluarga kecil kesana untuk mengobati rasa keingintahuan mengenai tempat ini, motor matic kecil milik Upik Abu terasa berat ditumpangi kami berempat namun masih tak punya kesempatan mengeluh juga selama hampir 7 tahun dipakai. Menyusuri jalanan dalam kampung Kemangsren Krian, kita mengambil jalur dalam. Saya khawatir jika lewat jalur luar yakni, bypass Krian dan Balong bendo karena lalu lintas cukup padat siang itu.

Setelah melewati jembatan bawah yang berada di titik akhir bypass Krian, kami belok ke kanan menyusuri jalanan sepanjang anak sungai kali Brantas. Jalanan kecil itu hanya muat dua mobil kecil dan harus bergantian saya pikir kalau sedang berpapasan. Tak lama nampak di sisi kanan jalan persis di depan sungai resto yang kami tuju yakni Kafe Kebun Coklat Krian. Rupanya sudah banyak pengunjung didalam terlihat jelas parkir motor yang lumayan penuh di sisi depan sungai dan persis di depan kafe.


Dari luar nampak biasa saja restoran ini, nampak mbak-mbak pelayan berbaju warna merah menyapa dengan ramah kami begitu masuk kedalam. Saat masuk ke dalam nampak berjajar meja-meja dan kursi di sisi sebelah kanan resto sedangkan di sisi kiri terdapat ruang VIP dengan konsep lesehan dan bangku juga kalau saya tidak salah lihat.

Segera saya ambil meja yang membelakangi tembok, sebuah meja kayu yang cukup lebar dengan kursi salah satunya yang cukup antik yakni dari kaleng cat dengan dudukan dari bantalan empuk. Saya melihat sekeliling ruangan, di sisi kanan tempat saya duduk dipenuhi batang-batang pohon berdaun hijau layaknya kebun kecil, dan akhirnya saya tahu kenapa resto atau kafe ini dinamakan “Kebun Coklat” karena memang batang batang pohon yang ditanam di tempat ini adalah pohon coklat.


Di dahan dan batang pohon nampak terlilit lampu led kecil, mungin lampu ini akan dinyalakan saat malam hari sehingga suasana di tempat ini akan kelihatan romantis dan menarik. Saya akui tempat ini menarik walaupun menurut saya tidak ada spot spot yang di setting khusus untuk ber SELFIE ria. Tapi tunggu dulu???

Tak lama pelayan kafe datang dan menyodorkan pilihan menu dalam bentuk print out yang lebar dan juga print out pemesanan yang lumayan panjang, pengunjung dipersilahkan mengisi nama, nomer meja dan mencentang menu dan jumlah pesanan untuk kemudian menyerahkan dan membayar langsung di  kasir. Seingat saya kita hanya memesan, steak ayam, mie gambyor kebun coklat original, es krim kebun coklat dan es jeruk selasih.

Upik Abu segera menyerahkan print out tersebut ke kasir dan membayar uang sejumlah 68 ribu rupiah untuk 4 macam menu. Wow, cukup murah untuk ukuran resto dan kafe. Beberapa saat kemudian muncullah pesanan minuman kami yakni es krim kebun coklat dan es jeruk selasih. Ternyata ini yang membuat tempat ini begitu terkenal di daerah Krian dan juga merambah di wilayah sekitarnya. 

Ternyata menu-menu di tempat ini disajikan dengan penyajian “Bintang Lima” tapi tunggu?? Bagaimana dengan rasanya ya?? Sebentar berdoa dulu sebelum makan dan yang paling penting ambil foto-fotonya dulu hahhahahha.

Menu di Kafe Kebun Coklat

Segera saya cicipi es jeruk dengan butiran selasih didalamnya, Wow istimewa seger bener apalagi saat itu udara di luar lumayan terik, sedangkan untuk es krimnya topping nya juara walaupun rasanya “Standard” menurut saya.

Tak lama kemudian akhirnya muncul menu utama yakni ayam, mie gambyor kebun coklat original. Lagi-lagi menu disajikan dengan sangat baik dan istimewa. Segera saya cicipi mie gambyor untuk pertama kali, nampak satu telur mata sapi dengan kuning setengah matang dan beberapa topping yang saya kurang tahu terbuat dari apa.


Es Jeruk Selasih

Es Krim Kebun Coklat

Mie Gambyos Original

Steak Ayam Kebun Coklat

Es Lidah Mantan
Beberapa sendok saya rasakan kuah mie lumayan enak dan sedap namun lama-kelamaan saya rasakan bahwa kuahnya lumayan asin. Upik abu segera mencicipi juga  mie tersebut dan komennya juga sama, mie terasa asin bagi lidahnya berarti pendapat saya tidak sepihak, meweeeek. 

Sempat kecewa Upik Abu akhirnya menghentikan suapannya untuk menu ini, tak lama berselang menu Ulil anak sulung saya muncul yakni steak ayam Kebun Coklat. Lagi-lagi menu ini disajikan layaknya restoran bintang lima, tertata rapi dalam hot plate lucu berbentuk sapi, dengan topping jagung manis, irisan wortel dan buncis.

Upik Abu segera memotong potongan besar steak menjadi lebih kecil sehingga kita berempat bisa merasakannya. Seperti biasa anak bungsu saya Piki Ganteng Selamanya sibuk merecoki kita yang sedang asyik makan xixiixix. Rasanya lumayan dan sausnya tidak terlalu asin seperti menu sebelumnya.

Rasa mie gombyos yang lumayan asin membuat es jeruk selasih cepet habis, Upik Abu saya suruh memesan dan bertanya minuman apa disitu yang segar diminum di siang hari. Tak lama dia datang dan mengatakan memesan Es Lidah Mantan. Selang beberapa menit pesanan tersebut datang, segelas besar minuman berwarna putih dengan serutan es batu kecil diatasnya, didalamnya nampak irisan lemon, dan potongan kotak kotak berwana putih transparan. Mungkin saja itu adalah lidah buaya yang dimaksud dengan lidah mantan tersebut.

Rasa mint segar bercampur kecut dari jeruk nipis terasa segar di kerongkongan apalagi untuk membunuh rasa asin pada mie yang saya makan. Over all untuk menu ini saya kasih nilai 8.5 dan juara pada penyajiannya.

Well, over all cukup Worthed dan Puas makan-makan di Kafe Kebun Coklat, walaupun ada satu menu yang saya rasakan agak sedikit keasinan. Pelayananan ramah, tempat yang nyaman, walaupun untuk tempat parkir mobil kurang memadai, penyajian yang istimewa dan rasa yang sepadan dengan harga.

Recommended place to eat and hang out………… so, bagi kalian kids jaman now Krian tunggu apalagi meluncur ke tempat ini dan ajak teman kalian rame-rame untuk menghabiskan akhir pekan dengan kongkow dan hang out disini.


HARGA TIKET GO-SHOW KA ARGO BROMO ANGGREK

Tiket go-show kereta Argo Bromo Anggrek

Saya sebenarnya kurang senang bila harus naik kereta api eksekutif, karena dua alasan yakni "MAHAL" dan yang kedua tidak ada pengalaman baru. Untuk alasan nomer dua saya pikir relatif karena namanya saja kelas eksekutif pasti kebanyakan penumpang lain akan tidur sepanjang perjalanan dan tidak ada pembicaraan dengan penumpang di bangku sebelah.

Untuk alasan MAHAL sebenarnya juga relatif jika dibandingkan dengan fasilitas yang kita dapat di kereta kelas eksekutif. Waktu perjalanan yang lebih singkat dari kelas bisnis dan ekonomi. Kursi reclining yang bisa dinaik turunkan dan empuk tentunya, gerbong yang tidak berisik dan fasilitas selimut di malam hari.

Dua minggu yang lalu, saya mencoba naik KA Argo Bromo Anggrek dari stasiun Semarang Tawang ke stasiun Surabaya Pasar Turi dengan jadwal keberangkatan jam 3 sore. Bukan tanpa alasan tentunya, di hari berikutnya saya sudah harus berangkat pagi pagi dengan klien dari Surabaya menuju Malang. Sedangkan saya belum memesan tiket balik pesawat ke Surabaya karena ada sisa pekerjaan yang belum selesai, takut tertinggal jam terbang.

Jam 2 siang, saya sudah berada di seputaran kota Lama Semarang. Tak pernah naik becak semenjak beberapa tahun terakhir saya hampiri tukang becak di dekat kantor POS pusat Semarang. Saya hanya bertanya "Berapa Pak ke stasiun Tawang? Tukang becak tersebut menjawab "10 ribu Mas". 

Sepuluh menit berlalu saya sudah berada di depan stasiun Tawang, bangunan tua yang berdiri di depan Poulder Tawang ini mengusik keinginan saya untuk jeprat jepret foto sebentar. Saya lantas menuju loket pemesanan tiket yang berada di sisi kiri stasiun dari pintu masuk, nampak jelas loket pemesanan tiket Go-show berada di tengah-tengah ada papan petunjuk diatasnya.

Loket pemesanan tiket go-show di stasiun Tawang

Ada empat antrian di depan saya sementara waktu terus berlalu, giliran saya akhirnya tiba, "Argo Bromo ke Pasar Turi Mbak" seru saya sambil menyerahkan kartu identitas. Tak lama penjaga loket mengatakan "Argo Bromo Anggrek hari ini Pak ya? 210 ribu katanya. Oke" jawab saya sambil menyerahkan uang pembayaran.

Selembar tiket tipis warna orange sudah di tangan saya, tak lupa saya cek nama dan hari keberangkatan. Di atas tiket tercetak jelas "BOARDING PASS-GO SHOW" mungkin tulisan go-show inilah yang membedakan tiket ini dengan tiket reguler lainnya. 

Sebelumnya saya sudah cek bahwa harga normal tiket kereta Argo Bromo Anggrek dari Semarang ke Surabaya adalah 365 ribu rupiah namun untuk keberangkatan dan pembelian secara GO-SHOW hanya 210 ribu rupiah. Lumayan juga potongannya.

Saran saya, pembelian tiket go-show mungkin bisa anda lakukan dan dapatkan di saat hari-hari kerja yakni dari Senin-Kamis, sedangkan saat akhir pekan Jumat-Minggu dan hari libur pasti susah sekali mendapatkannya. Satu lagi pembelian tiket go-show ini hanya berlaku untuk 3 jam sebelum keberangkatan kereta yang anda akan naiki. Semisal kereta Argo Bromo Anggrek berangkat jam 3 siang maka jam 12 siang anda baru dapat melakukan pemesanan tiket.

Driyorejo Gresik

Kemacetan di TL Legundi-Driyorejo-Krian-Wringin Anom

Saya kurang tahu pasti berstatus apakah daerah Driyorejo Gresik ini kelurahan atau kecamatan kah?  Yang pasti daerah ini terletak lumayan jauh dari pusat kota Gresik karena berjarak lebih kurang 40 km ke arah selatan dekat dengan wilayah Wringin Anom dan Krian.

Driyorejo bisa dibilang daerah yang lumayan kaya karena banyak berdiri industri industri besar seperti pabrik karbit MDQ,  Sosro,  Wings, Garuda Food, perusahaan textil dan beberapa pabrik besar furniture seperti Multi Manao Indonesia, Fendi Mungil dan lainnya.

Namun pembangunan infrastruktur lainnya masih belum signifikan, jalan utama yang menurut saya kurang lebar, tidak ada pusat perbelanjaan, serta sentra ekonomi rakyat.  Mungkin karena letaknya yang cukup jauh dari pusat pemerintahan sehingga kurang tersentuh.

Namun jangan salah juga karena letak daerah ini yang cukup dekat dengan Surabaya jadi segala hal yang berhubungan dengan perekonomian dan perbelanjaan bisa dengan mudah diperoleh.

Dengan adanya jalan tol Surabaya Mojokerto yang pintu tolnya ada di dekatnya yakni di daerah Legundi membuat wilayah ini makin strategis posisinya.
Hanya saja faktor infrastruktur yang dibangun setengah-setengah menjadikan daerah ini sering mengalami kemacetan hampir setiap hari di jam jam sibuk, maklum saja pertemuan arus lalu lintas di perempan Legundi tidak bisa ditampung dengan lebar jalan yang minimal menurut saya. Kemacetan panjang bahkan bisa mencapai bypass Krian hampir sepanjang 500 meter jaraknya.

Mudah mudahan perkembangan daerah Driyorejo sebagai wilayah industri bisa sejalan dengan perkembangan infrastruktur jalab yang memadai.

Terminal Terboyo Dipindah Kemana???

Pengumuman Pemindahan Operasional Terminal Terboyo dari DISHUB
Seminggu terakhir para pengguna jasa layanan transportasi bus di Semarang disibukkan dengan adanya berita kepindahan operasional terminal Terboyo ke terminal Mangkang dan Penggaron.

Dari beberapa sumber yang ada menyebutkan bahwa untuk bus-bus dari jalur bus jarak dekat seperti dari Solo, Jepara dan Kudus dipindah ke Penggaron dan bus ke arah Pekalongan,  Tegal,  Cirebon serta dari Surabaya akan dipindah operasionalnya ke terminal Mangkang.

Rencana perpindahan operasional tersebut sebenarnya sudah disosialisasikan jauh hari sebelumnya, dan saat akhir bulan November kemarin spanduk rencana penutupan operasional terminal Terboyo terpasang di dalam terminal dekat dengan lajur keberangkatan bus Budiman.
Bus Sugeng Rahayu Patas di Terminal Terboyo Semarang

Di spanduk tertulis pada bulan Desember 2017 terminal Terboyo akan tutup operasionalnya dan bus-bus akan diberangkatkan dari dua terminal tersebut diatas.

Namun rencana dinas perhubungan kota Semarang tersebut mendapat protes dari awak atau kru bus,  karena kedua terminal alternatif tersebut tidak representatif dan berada pada jalur macet. Akibatnya seperti yang saya lihat pada awal Desember kemarin,  bus-bus tetap masuk ke arah terminal Terboyo namun tidak ke dalam sebagai bentuk protesnya.

Saya kebetulan berangkat dari terminal Terboyo pada tanggal 8 Desember dan rupanya operasional bus bus didalamnya normal seperti biasa. Nampak bus Budiman arah ke Tasik dan Bandung ditempat biasanya ngetem,  begitu pula bus Jawa Indah dan Jaya Utama jurusan Surabaya lewat pantura. Saya sendiri naik bus Sugeng Rahayu Patas arah Surabaya via Solo. Kebetulan saat jam bus EKA busnya tidak jalan alias Perpal. 

Jadi bagi anda yang hendak melanjutkan perjalanan dari Semarang jangan khawatir tetap saja datang ke terminal Terboyo karena masih buka operasionalnya menunggu perkembangan lanjutan.