Driyorejo Gresik

Kemacetan di TL Legundi-Driyorejo-Krian-Wringin Anom

Saya kurang tahu pasti berstatus apakah daerah Driyorejo Gresik ini kelurahan atau kecamatan kah?  Yang pasti daerah ini terletak lumayan jauh dari pusat kota Gresik karena berjarak lebih kurang 40 km ke arah selatan dekat dengan wilayah Wringin Anom dan Krian.

Driyorejo bisa dibilang daerah yang lumayan kaya karena banyak berdiri industri industri besar seperti pabrik karbit MDQ,  Sosro,  Wings, Garuda Food, perusahaan textil dan beberapa pabrik besar furniture seperti Multi Manao Indonesia, Fendi Mungil dan lainnya.

Namun pembangunan infrastruktur lainnya masih belum signifikan, jalan utama yang menurut saya kurang lebar, tidak ada pusat perbelanjaan, serta sentra ekonomi rakyat.  Mungkin karena letaknya yang cukup jauh dari pusat pemerintahan sehingga kurang tersentuh.

Namun jangan salah juga karena letak daerah ini yang cukup dekat dengan Surabaya jadi segala hal yang berhubungan dengan perekonomian dan perbelanjaan bisa dengan mudah diperoleh.

Dengan adanya jalan tol Surabaya Mojokerto yang pintu tolnya ada di dekatnya yakni di daerah Legundi membuat wilayah ini makin strategis posisinya.
Hanya saja faktor infrastruktur yang dibangun setengah-setengah menjadikan daerah ini sering mengalami kemacetan hampir setiap hari di jam jam sibuk, maklum saja pertemuan arus lalu lintas di perempan Legundi tidak bisa ditampung dengan lebar jalan yang minimal menurut saya. Kemacetan panjang bahkan bisa mencapai bypass Krian hampir sepanjang 500 meter jaraknya.

Mudah mudahan perkembangan daerah Driyorejo sebagai wilayah industri bisa sejalan dengan perkembangan infrastruktur jalab yang memadai.

Terminal Terboyo Dipindah???

Bus Sugeng Rahayu Patas di Terminal Terboyo Semarang

Seminggu terakhir para pengguna jasa layanan transportasi bus di Semarang disibukkan dengan adanya kepindahan operasional terminal Terboyo ke terminal Mangkang dan Penggaron.

Dari beberapa sumber yang ada menyebutkan bahwa untuk bus bus dari jalur bus jarak dekat seperti dari Solo, Jepara dan Kudus dipindah ke Penggaron dan bus bus ke arah Pekalongan,  Tegal,  Cirebon serta dari Surabaya akan dipindah operasionalnya ke terminal Mangkang.

Rencana perpindahan operasional tersebut sebenarnya sudah disosialisasikan jauh hari sebelumnya, dan saat akhir bulan November kemarin spanduk rencana penutupan operasional terminal Terboyo terpasang di dalam terminal dekat dengan lajur keberangkatan bus Budiman.

Di spanduk tertulis pada bulan Desember 2017 terminal Terboyo akan tutup operasionalnya dan bus-bus akan diberangkatkan dari dua terminal tersebut diatas.

Namun rencana dinas perhubungan kota Semarang tersebut mendapat protes dari awak atau kru bus,  karena kedua terminal alternatif tersebut tidak representatif dan berada pada jalur macet. Akibatnya seperti yang saya lihat pada awal Desember kemarin,  bus-bus tetap masuk ke arah terminal Terboyo namun tidak ke dalam sebagai bentuk protesnya.

Saya kebetulan berangkat dari terminal Terboyo pada tanggal 8 Desember dan rupanya operasional bus bus didalamnya normal seperti biasa. Nampak bus Budiman arah ke Tasik dan Bandung ditempat biasanya ngetem,  begitu pula bus Jawa Indah dan Jaya Utama jurusan Surabaya lewat pantura. Saya sendiri naik bus Sugeng Rahayu Patas arah Surabaya via Solo. Kebetulan saat jam bus EKA busnya tidak jalan alias Perpal. 

Jadi bagi anda yang hendak melanjutkan perjalanan dari Semarang jangan khawatir tetap saja datang ke terminal Terboyo karena masih buka operasionalnya menunggu perkembangan lanjutan.

BUS EKONOMI AC DARI SURABAYA – SOLO

Bus MIRA Ekonomi AC melintas di Bypass Krian Sidoarjo

Jalur Surabaya ke Solo dan sebaliknya sudah melekat benar di mata dan pikiran saya. Setiap kali ke Semarang saya lebih memilih lewat dan transit ke Solo daripada naik bus yang lewat Pantura (Pantai Utara). Rumah saya yang berada di kawasan bypass Krian memang menjadi jalur sibuk lalu lintas bus-bus dari Surabaya yang mengarah ke Kediri, Nganjuk dan Solo.

Daripada harus balik lagi ke terminal Bungurasih untuk naik bus bus Pantura mending saya naik dan menunggu bus di bypass saat malam hari. Bus bus yang melayani jalur atau trayek Surabaya ke Solo antara lain Mira dan Sumber Grup (Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu) Ekonomi AC dan untuk kelas Cepat ada bus EKA dan Sugeng Rahayu.

Bus-bus ini lewat bypass Krian atau berangkat dari Terminal Purabaya/ Bungurasih dengan jeda atau selang waktu yang rapat pada pagi hingga sore hari sekitar 15 menit sekali, menjelang malam hari selang waktu agak lama yakni 30-45 menit sekali. Namun hebatnya bus bus di trayek Surabaya-Madiun-Ngawi-Solo-Yogyakarta ini beroperasi 24 jam nyaris tanpa jeda.

Bus Sugeng Rahayu Ekonomi AC melintas di Bypass Krian Sidoarjo

Dengan tarif yang hampir sama antara kedua PO tersebut, tarif bus MIRA Ekonomi AC adalah sebagai berikut:

Surabaya-Madiun 
Rp 25.500,-
Surabaya-Ngawi  
Rp 31.500,-
Surabaya-Solo
Rp 45.500,-
Surabaya-Yogyakarta
Rp 56.500,-

Sedangkan tarif bus Sumber Selamat dan Sugeng Rahayu Ekonomi AC adalah sebagai berikut:
Surabaya-Madiun 
Rp 26.000,-
Surabaya-Ngawi  
Rp 32.000,-
Surabaya-Solo
Rp 46.000,-
Surabaya-Yogyakarta
Rp 57.000,-

Bus-bus yang digunakan kedua Perusahaan Otobus ini relatif baru dan konon katanya setiap 5 tahun sekali diadakan perombakan armada alias bus-bus yang lewat lima tahun tidak lagi dipakai. Hal ini tentu saja sebagai bagian dari pelayanan kepada para penumpang.

Konfigurasi tempat duduk untuk kelas ekonomi AC adalah 2 di kiri dan 3 di kanan dan pendingin udara yang sejuk, berbeda dengan kelas Cepat yang memiliki konfigurasi 2-2. Waktu tempuh normal Surabaya ke Solo sekitar 5.5-6 jam dan lanjut ke Yogyakarta dengan tambahan 2 jam jadi total waktu Surabaya ke Yogyakarta adalah  7.5-8 jam.


CARA AGAR REJEKI LANCAR

Sumber: ge-ser.org
Kebutuhan hidup saat ini yakni di saat menjelang akhir tahun 2017 semakin terasa berat. Saya hanya bisa mengelus dada,  bayangkan dengan dua orang anak yang masih kecil, si sulung kelas enam di MI sedangkan yang bungsu masih di kelompok bermain kebutuhan pokok per bulan yang harus saya keluarkan tidak kurang dari 4 juta rupiah.

Padahal saya dan istri bukan termasuk orang yang boros apalagi istri saya yang perhitungan sekali sama kondisi keuangan keluarga.  Bukannya pelit namun dia benar benar memperhitungkan, dan saya beruntung karena hal tersebut agak bertolak belakang dengan sifat saya yang agak lebih longgar untuk mengeluarkan uang.

Semua orang tentunya ingin memperoleh rezeki yang banyak dan berlimpah serta halal tentunya. Namun ada juga yang berpendapat bahwa berapapun rejeki yang diberikan Tuhan harus disyukuri. Menjelang usia ke 40 tahun ini saya mencoba berpikir dan bertindak lebih arif bahwasanya rezeki memang perlu dikejar dengan cara bekerja dan berusaha dan di satu sisi lainnya kita harus bersyukur dengan apa yang kita dapat saat ini. 

Saya tidak ngoyo atau berlebihan dalam mencari rezeki yang Kuasa namun hal tersebut tetap harus kita upayakan tinggal hasilnya yang harus kita pasrahkan. Karena rejeki kadang datang dari hal hal yang tak kita duga sebelumnya,  bagi saya rezeki tak hanya berupa uang atau materi,  bisa saja itu berupa kesehatan keluarga,  terhindar dari bahaya,  serta umur panjang.

Saya menjalani banyak profesi saat ini,  bekerja sebagai karyawan dengan banyak waktu luang,  menjadi freelance auditor, blogger dan menjalankan usaha antar jemput.

Tak banyak yang saya dapat dari usaha sampingan tersebut namun keduanya saya jalani sepenuh hati. Di saat tertentu usaha antar jemput saya sepi,  saya berusaha mawas diri. Biasanya karena saya kebanyakan nolak orderan karena crash dengan jadwal kerja.

Inilah resep yang patut anda coba jika ingin rejeki anda lancar,  ingat lancar bukan banyak atau berlimpah :-):
1. Sholat Dhuha setiap hari
2. Selalu berdoa kepada Tuhan minta dilancarkan rejeki kita
3. Selalu berbagi rejeki dengan orang lain terutama dengan sanak kerabat sendiri
4. Syukuri rejeki yang anda dapat sekarang

Tuhan mengetahui apa yang terbaik bagi hambanya, tidak mungkin kita yang hanya memiliki kemampuan menampung rejeki satu gelas kemudian diberinya rezeki satu ember.  Hal itu akan menjadi sia-sia dan Tuhan tidaklah mungkin memiliki sifat yang sedemikian.

UNTUNG RUGI KREDIT MOTOR


Sudah hampir setahun saya terbebas dari beban kredit, cicilan kredit mobil saya sudah lunas dua tahun sebelum masa kreditnya berakhir.  Untuk pelunasan kredit lebih awal tersebut saya hanya mendapat potongan bersih sekitar 4 juta rupiah dari total 82 juta rupiah menjadi 78 juta rupiah.

Namun anehnya setelah tidak ada beban kredit justru cash flow keuangan keluarga justru menjadi tak menentu, uang yang harusnya bisa masuk ke tabungan atau saving menguap entah kemana.

Godaan untuk mengambil kredit motor baru tak tertahankan,  maklum motor matic lama saya sudah berusia 6 tahun. Untuk membeli secara cash sebenarnya bisa tinggal menunggu 2-3 ke depan namun saya masih tertarik untuk membeli motor secara kredit.

Iseng-iseng saya datangi dealer motor dan mencari informasi motor matic idaman.  Namun tak saya dapati contoh motornya di situ. Akhirnya saya menanyakan berapa simulasi kredit motor "NX" dengan jumlah DP atau uang muka sejumlah X rupiah.

Motor matic kelas premium non ABS dijual seharga 26 juta rupiah dan jika saya membayar DP sejumlah 10 juta rupiah dan tenor pinjaman selama 11 bulan, didapat cicilan sekitar 1.8 juta. Ini berarti total jumlah cicilan adalah 20 juta rupiah maka bunga selama sebelas bulan adalah 4 juta rupiah.

Dengan perhitungan maka didapat prosentase bunga kredit adalah 4/16 adalah 25 persen selama 11 bulan atau 2.27 persen per bulan. Bisa anda bayangkan besaran bunga tersebut hampir 2.5 nilai cicilan per bulannya.

Ya, ekonomi kapitalis telah mengubah segalanya. Proses hutang atau kredit motor di Indonesia dimudahkan bahkan dengan DP 0 rupiah sekalipun. Banyak orang berpikir hanya jumlah cicilan per bulan tanpa memperhitungkan nilai total bunganya.

Semoga tulisan ini bisa menginsparasi pembaca yang hendak mengambil motor secara kredit,  hitung dulu untung ruginya dan baik buruknya bagi keuangan keluarga.

Jangan membebani kondisi keuangan keluarga hanya untuk memiliki motor baru,  belum lagi nilai pajak kendaraan bermotor yang makin tahun makin naik.

Sebagai informasi beberapa minggu lalu saya sempat membayar pajak motor tahunan dengan usia motor enam tahun dengan jumlah pajak 250 ribu rupiah.
Semoga bermanfaat.

Cara Mudah Mengetahui Saldo E Toll

Sisa Saldo E money di karcis jalan tol

Semenjak diberlakukannya pembayaran tiket jalan tol dengan uang elektronik bulan Oktober kemarin,  masih banyak kesulitan yang kita temui di masyarakat tentang pembelian top up uang elektronik tersebut, atau masih ada pengguna jalan TOL yang tidak memiliki kartu elektronik saat memasuki gate pembayaran di jalan bebas hambatan tersebut.

Kartu atau uang elektronik yang pada awalnya hanya dijual 50 ribu rupiah dengan rincian 10 ribu rupiah untuk harga fisik kartu itu sendiri dan sisanya 40 ribu rupiah adalah nilai top up atau balanced saldo didalamnya.

Namun seiring dengan demand atau kebutuhan yang membludak dari warga masyarakat kartu tersebut secara fisik didapati dijual dengan harga dua kali lipat yakni 20 ribu rupiah.

Pihak pengelola tol sendiri bekerjasama dengan beberapa bank yang mengeluarkan uang elektronik antara lain BRI dengan BRIZZI nya,  BNI dengan tap cash,  BCA dengan Flazh, dll.

Untuk pengisian atau top up saldonya pun tak semudah yang dibayangkan, di minimarket yang ditunjuk kadang alat pengisian atau EDI pun kadang tidak ada di beberapa cabang. Sedangkan untuk mengisi langsung di ATM sebenarnya mudah namun proses verifikasi nya tidak semua orang bisa melakukannya.

Kemarin istri saya mengisi ulang kartu TAP Cash di bank BNI-46 nyatanya dengan kustomer service malah disuruh mengisi di ATM dengan bantuan sekuriti,  karena kebetulan tidak menjadi nasabah bank tersebut akhirnya istri memilih untuk pulang,  beruntung di gerai Alfamart persis di sebelah bank tersebut dan syukurlah mereka bisa melakukan pengisian atau TOP UP ulang dengan biaya administrasi hanya sebesar seribu rupiah saja.

Bagi anda yang ingin mengetahui saldo kartu atau uang elektronik anda caranya sangat mudah Yakni:
1. Datang ke ATM bank bersangkutan dan mencari mesin yang sudah dilengkapi dengan EDI,  tempelkan kartu anda maka akan nampak sisa saldo anda
2. Datang ke minimarket untuk pura pura melakukan pengisian isi ulang kemudian coba tanyakan berapa sisa saldo uang elektronik anda
3. Saat masuk ke jalan TOL lihat balanced saldo anda di layar gate pembayaran otomatis
4. Ini cara yang termudah yakni,  setelah menerima pembayaran tentunya anda menerima tiket,  lihat dibagian bawah tiket tol tersebut maka terdapat atau tercetak nilai sisa uang elektronik anda yang sebelumnya didahului oleh nomer uang elektronik anda

Cara Mendapatkan Pekerjaan Sampingan atau Freelance

Sumber: kudo.co.id

Menggantungkan pendapatan keluarga dari satu sumber saja menurut saya sudah tidak bisa lagi dipertahankan saat ini,  apalagi semua kebutuhan pokok naik bertahap,  listrik naik,  pajak naik,  dan seabreg kebutuhan pokok lainnya.

Untuk bisa hidup layak di kota kota besar seperti halnya Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta dll dengan bermodalkan gaji bulanan di kisaran 5 juta rupiah saja mungkin tidak cukup, apalagi jika anak-anak sudah beranjak dewasa dengan kebutuhan sekolah dan kuliah yang memakan banyak anggaran.

Sebagai contoh adalah saya sendiri, dengan gaji yang sudah dua digit per bulan, dan anak masih kecil, sulung kelas 6 SD dan bungsu di kelompok belajar. Kebutuhan pokok hidup per bulan mencapai tidak kurang 4-5 juta rupiah. Saya sudah tidak memiliki cicilan apapun sekarang. Alhamdulillah rumah,  mobil sudah terbayar tunai. Namun,  seiring dengan gaya hidup,  sisa gaji saya yang dihitung-hitung masih lumayan banyak nyatanya hanya sedikit saja yang bisa saya masukkan tabungan.

Dengan hanya mengandalkan gaji saja sejak lima tahun yang lalu mungkin tidak cukup bagi saya untuk mencicil mobil,  apalagi saya dan keluarga hidup terpisah saat itu.  Saya bekerja di Jakarta sedangkan keluarga di Surabaya. Nyatanya toh,  saat itu saya berani mencicil mobil dan dana yang saya miliki per bulan cukup. Padahal sebenarnya tidak juga.

Kurang lebih 5 tahun yang lalu, berbekal informasi dari kolega,  saya memberanikan diri menerima side job atau pekerjaan sampingan sebagai freelance auditor. Bagaimana caranya?  Saat itu saya beranikan diri untuk mengirim CV dan lamaran kerja freelance ke beberapa perusahaan asing yang berkaitan dengan inspection service dan auditor.  Memang pekerjaan saya tidak umum dan jarang orang tahu, namun berbekal keunikan tersebut saya berani untuk bersaing dengan tenaga asing dari luar.

Sudah puluhan lamaran saya ajukan dan hampir setahun lamanya tak ada tanggapan satupun.  Hingga suatu saat,  HP saya berdering dan terlihat deretan nomer telepon dengan kode luar negeri +86. Omong punya omong ternyata perusahaan atau agensi dari China.  Beberapa menit mengobrol di telepon sudah cukup bagi saya menyakinkan mereka bahwa saya lah orang yang mereka cari.

Tugas atau job pertama saya selesai dengan amburadul,  cacian dan makian saya terima.  Maklum baru pertama dan belum mengenal seluk beluk. Untungnya mereka masih percaya kepada saya dan beberapa job berikutnya sudah menunggu. Per bulan bisa saya dapatkan beberapa ratus dollar dan terkadang ribuan dollar.  Sobat boleh percaya atau tidak terserah, yang pasti rumah bisa lunas dan uang DP mobil bisa terkumpul hanya dalam kurun dua tahun.

Saya tidak terpaku dengan satu klien saja,  saya tak berhenti mencari dan akhirnya beberapa klien baru saya dapat walaupun tidak banyak job yang bisa saya dapatkan.

Dari pengalaman saya diatas,  freelance bisa dengan sangat mudah kita dapatkan walaupun dari luar negeri sekalipun dengan berbekal pengalaman kerja yang kita miliki dan tentunya skill komunikasi. Jadi sobat jangan pernah menyerah,  maksimalkan potensi yang ada pada diri anda dan jangan pernah menyerah untuk mencari sumber sumber penghasilan di internet dengan skill yang anda punya.

9 Jam Digoyang Bus Sugeng Rahayu Patas Semarangan (bagian 2)

Bus Sugeng Rahayu Patas Semarangan berhenti di RM Utama Caruban


Tak lebih dari sejam kemudian, bus pun merapat di terminal Tirtonadi Solo. Sopir beserta kondektur segera turun untuk beristirahat sejenak. Biasanya bus akan berhenti kurang lebih 15 menit sebelum melanjutkan perjalanan. Namun malam itu, hanya beberapa saat bus berhenti, sang sopir segera naik kembali ke dalam bus dan menempati dapur pacu kendaraan.

Bus segera melaju cepat dan tak berapa lama kemudian sudah sampai di flyover Palur. Mesin Hino menderu pelan saat sopir menekan pedal gas. Saya pikir ini adalah bus yang relatif baru mengingat halusnya suara mesin walaupun sebenarnya seperti kita tahu posisi mesin ada di belakang. Kaki-kaki dan suspensi bus masih empuk dan tidak mengeluarkan bunyi kriet-kriet.

Bus melaju cukup kencang di jalanan Kebak Kramat arah Sragen, kombinasi kerja yang bagus antara kondektur dan kernet. Sesekali kondektur berkata, "Awas Kres (Crash)" bertemu dengan kendaraan di arah berlawanan saat hendak menyalip kendaraan di depan. Atau sesekali mengatakan “Loss” saat ada mobil kecil atau sepeda motor yang berada di pinggir jalan.

Segera saya terlena atau mungkin kecapekan di perjalanan. Buaian lagu lagu dangdut koplo dari CD player didalam bus membawa saya kea lam mimpi. Sesekali terjaga, rupanya bus sudah melewati Mantingan tempat dimana Ponpes Gontor Putri berada. Tak lama kemudian bus melintas di RM Duta Ngawi. Dan kemudian bus masuk ke terminal baru Ngawi.

Terminal yang lumayan bagus dan besar di Ngawi tersebut terlihat sepi, maklum sudah tengah malam. Bus hanya sekedar mampir untuk di catat nomer kendaraan oleh petugas Dishub Ngawi. Bus kemudian keluar dan berbelok ke kanan ke arah kota Ngawi menuju Karangjati.

Jalanan di pusat kota Ngawi sudah sepi, lampu lalu lintas pun terlihat sudah menyala orange saja. Bus dengan kencang melahap jalanan kota Ngawi dan berbelok ke kiri ke arah Karangjati, dan akhirnya saya terlelap lagi dalam mimpi.

Saya kembali terjaga saat lampu dalam bus menyala, ah bus sudah sampai di RM Utama Caruban rupanya. Kondektur segera memerintahkan semua penumpang untuk turun. Saya yang tidak mengambil kupon makan segera menuju kantin depan untuk membeli mie cup hanya sekedar mengganjal perut dari kelaparan.

Berhenti selama 15 menit, bus pun kembali melaju membelah jalanan kota Caruban menuju Nganjuk. Saya yang duduk di kursi nomer dua setelah sopir tak lepas mendengar percakapan awak bus. Mereka asyik mengobrol namun entah apa yang diobrolkan saya kurang tahu pasti. Memasuki wilayah Saradan Madiun, bus pun tak segan melahap jalur lurus dan meng overtake beberapa bus di depan. Jalur puti lurus di tengah jalan seakan tak berarti, saya sebagai bus mania senang-senang saja akan hal itu karena bus akan cepat sampai tujuan hahhahaa.
Dapur pacu Sugeng Rahayu Patas

Saya kembali larut dalam buaian malam, AC bus Sugeng Rahayu Patas yang kali ini saya naiki tidak dingin ekstrim seperti SR lainnya yang biasanya terasa dingin menembus tulang belulang. Saya tertidur cukup lama hingga terjaga saat bus memasuki jalanan Perak, Jombang. Rupanya bus tidak masuk Tol Kertosono, karena jalanan malam itu relatif lancar.

Tidak seperti biasanya, saat bus-bus yang pernah saya naiki baik itu EKA maupun SR Patas memasuki wilayah Jombang biasanya bus mulai pelan karena kondisi sopir yang mulai kelelahan. Namun malam ini sopir sepertinya dalam kondisi prima, bus terus melaju dengan kencang begitu juga si kondektur yang dengan setia menjadi navigator sopir.

Dengan gocekan bus yang lihai dan handal saya tak perlu lama-lama terjaga seperti biasanya karena mendapati sopir mulai limbung membawa kendaraan besar tersebut. Tertidur lagi, hingga akhirnya saya terjaga ketika bus memasuki wilayah Trowulan, Mojokerto. Dari tempat tersebut, saya akhirnya menghentikan tidur panjang, karena beberapa saat lagi bus akan membawa saya ke tempat tujuan saya yaitu Bypass Krian.

2.5 Jam “Digoyang” Habis-habisan Bus Sugeng Rahayu Ekonomi AC Semarang Solo

Bus Sugeng Rahayu Semarangan berhenti di terminal Tirtonadi

Entah nasib apa yang membuat saya agak “SIAL” petang hari itu. Jam setengah enam sore saya sudah di seberang RSI Sultan Agung menunggu bus EKA Semarang-Surabaya yang menurut jadwal biasanya berangkat jam 6 kurang 5 menit. Namun jam 6 lebih beberapa menit bus tersebut tak kunjung lewat.

Mata pun tak lepas memandang arus lalu lintas dari dan ke arah terminal, tak nampak pula bus Sugeng Rahayu Patas berwarna orange yang masuk ke arah terminal. Saya segera menghubungi teman yang hendak pulang ke Sragen malam hari itu. Saya bilang bahwa bus EKA sedang “PERPAL” alias tidak jalan dan kemungkinan besar bus SR Patas juga.

Tak lama teman tersebut akhirnya sampai juga ke tempat saya menunggu bus tepat di pinggir Kali atau sungai depan rumah sakit. Hingga jam 7 malam bus Patas jurusan Semarang-Surabaya itupun tak muncul. Namun beberapa menit kemudian dari arah seberang Nampak bus dengan livery bergambar lumba-lumba berwarna biru mengarah ke terminal.

Ah, mudah-mudahan saja bus itu tidak perpal karena sepi penumpang. Namun teman saya masih berharap ada bus Patas yang ke arah Solo malam itu, karena bus macam Safari dan Taruna sudah tak terlihat lagi setelah setengah tujuh malam hari itu. Sepuluh menit kemudian bus Sugeng Rahayu Ekonomi AC jurusan Surabaya itu kembali dari terminal dan meluncur di depan kita. Tanpa pikir panjang kita berdua lari menghampiri. Nampak beberapa orang juga hendak menaiki bus terserbut.

Rupanya bus tersebut sudah hampir penuh dengan penumpang didalamnya. Hanya tersisa beberapa kursi di bagian belakang. Kursi dengan konfigurasi tempat duduk 3 kanan dan 2 kiri hanya menyisakan tempat duduk 3 penumpang saja. Dalam kondisi seperti itu sebenarnya kita lebih memilih bangku dengan dua tempat duduk karena akan lebih nyaman tidak terlalu berdesakan. 

Bus segera mosak masik melaju memasuki tol Tembalang-Srondol, bertemu dengan kepadatan di pintu atau gate pembayaran pertama. Bus akhirnya sampai di Sukun beberapa menit kemudian. Rupanya penumpang banyak yang turun di terminal bayangan tersebut, ada dua bangku yang kosong di belakang, segera teman saya beringsut menempati tempat duduk baru tersebut.

Dan benar saja, tak berapa lama bus pun penuh sesak dengan penumpang. Ongkos bus SR dari Semarang ke Solo 18 ribu rupiah tak berbeda jauh dengan bus PATAS atau Cepat Surabaya Semarangan yang hanya 25 ribu saja plus sebotol air mineral.

Tak sampai dua menit bus SR ngetem di Sukun, untuk kemudian melaju kencang di jalanan naik turun Semarang-Ungaran-Bawen. Rata-rata bus ekonomi memiliki 3 kru, sopir, kondektur dan kenek. Gocekan bus SR memang khas, kencang dan terukur. Penumpang termasuk saya digoyang habis-habisan sepanjang jalan. 

Sesekali saja sopir bus menginjak pedal rem, andaikata terinjak pun tidak membuat penumpang kaget. BRAVO, ciri khas bus Sumber Group yang tidak akan terlupakan dan membuat ketagihan setiap penumpang dan SK Lovers.

Kedua tangan saya tak lupa berpegangan pada kursi di depan, mata ngantuk harus sedikit merelakan terusik agar saya tidak sampai jatuh karena goyangan bus. Lalu lintas malam itu terhitung lancar dan tanpa hambatan. Sempat terbuai selama satu jam, saya terbangun dan melihat sekeliling. Ah ternyata sudah sampai terminal Boyolali. Jam baru menunjukkan setengah 9 malam kurang.

Waduh gila, Semarang-Boyolali cuman 2 jam kurang. Bus melaju kencang jalanan Boyolali-Solo, dan akhirnya banyak penumpang turun di Kartosuro. Menjelang Kerten beberapa orang penumpang turun, dan akhirnya sampai di tempat bernama “KIJING” di seberang terminal Tirtonadi. Saya meilhat jam di HP saya, bukan main baru jam 9 lewat beberapa menit saja. Kira-kira 2.5 jam saja perjalanan semarang-Solo.

Sekedar informasi saja jika biasanya menggunakan bus EKA dan SR cepat waktu tempuh normal adalah tiga jam perjalanan. Namun ini setengah jam lebih cepat. Andai kita komparasi saja dengan kecepatan 60 km/jam, maka bus SR Ekonomi AC ini berada 30 km di depan bus-bus Patas. Saya berani taruhan SKILL driver-driver atau sopir bus Sumber Selamat atau Sugeng Rahayu tak kalah moncer dengan Lewis Hamilton atau Nico Rossberg hahhahaah. 

Jempol dua untuk sopir sopir bus malam Jawa Timuran, salut Mas Bro, injak gas penuh dan waspada rem ...……..

9 Jam Digoyang Bus Sugeng Rahayu Patas Semarangan (bagian 1)

Bus Sugeng Rahayu Patas melintas di bypass Krian


Jam lima lebih seperempat sore,  tak nampak juga bus EKA Semarang Surabaya di tempat parkir biasanya. Terminal Terboyo sore itu digelayuti mendung hitam tipis, ah mudah-mudahan saja hujan tidak turun sebelum bus ke Surabaya datang. 
Di warung angkringan langganan segelas kopi pahit dan beberapa potong gorengan menemani perbincangan dengan teman sejawat yang hendak pulang ke Bawen. 
Sejurus kemudian nampak bus Sugeng Rahayu Patas lewat mengarah kedalam terminal. Hmm kok tumben,  mungkinkah bus EKA perpal dan diganti bus setelahnya yakni SR?
Pertanyaan saya terjawab ketika kondektur dan sopir bus,  mampir juga ke warung angkringan yang sama.  Saya iseng bertanya kepada kondektur, jam berapa bus akan berangkat. Jam enam kurang lima Mas,  maju,  maklum bus sebelumnya gak jalan alias Perpal. 
Tak lama kemudian keduanya kembali ke dalam terminal,  mungkin untuk istirahat sejenak melepas lelah. Beberapa menit kemudian kami pun menyusul, ketika hendak masuk kedalam bus kami dicegah oleh kondektur dan mengatakan bahwa lantai bus masih basah.
Terminal Terboyo sore itu sepi, maklum bukan akhir pekan dan hari libur. Beberapa saat kemudian bus pun berjalan mundur namun ternyata tidak keluar terminal melainkan hanya berpindah tempat ke parkir bus SR seperti biasanya yakni di dekat bus-bus jurusan Tegal Pekalongan.

Hanya beberapa orang saja yang naik dari tempat ini, 10 menit kemudian bus akhirnya berjalan meninggalkan area dalam terminal Terboyo. Beberapa orang naik dari ujung ke ujung terminal, tak nampak pula bus bus jurusan Semarang Solo seperti Safari, Raya, Taruna dll seperti biasanya. [simak jadwal bus Semarang-Solo]

Bus melaju kencang di jalan tol Tembalang. Di tengah perjalanan rupanya ibu-ibu yang duduk persis di belakang sopir curhat kepada kondektur bahwa dia membeli tiket dengan harga 2x lipat dari harga semestinya. 

Menjelang cabang tol yang ke arah Ungaran Bawen, sopir berteriak kepada kondektur, "Lewat sing endi iki? Lurus wae" kata kondektur. Hahaha" saya tertawa dalam hati, mungkin sopir ini baru saja pegang jalur Surabaya-Semarang karena belum tahu rute secara baik.

Lepas tol Tembalang dan masuk terminal bayangan di Sukun, bus segera diserbu penumpang yang sudah menanti, tak lama kemudian bus penuh sesak bahkan beberapa orang penumpang terpaksa berdiri. Rupanya para penglajon jalur Solo-Semarang lebih memilih bus dari arah Surabaya seperti SR dan EKA karena tarif yang 5 ribu rupiah lebih murah dari bus reguler di jalur ini. [simak Digoyang habis-habisan SR Ekonomi AC Semarangan]

Bus melaju kencang dengan penuh sesak penumpang didalamnya. Sejam kemudian teman saya turun didepan terminal Bawen, tempatnya digantikan oleh ibu-ibu dengan anak kecil.

Saya tak menghiraukan karena kondisi badan yang kelelahan, bus melaju kencang di lalu lintas yang relatif sepi malam itu, saya sempat terjaga sesaat sebelum bus memasuki pos Tingkir Salatiga. Bus sempat menyalip truk bermuatan sepeda motor. Keduanya terlibat adu balap, namun bus yang saya tumpangi kesulitan untuk overtake dari sisi kiri karena sempitnya lebar jalan.

Tak lama berselang truk panjang tersebut berhasil di overtake dengan cantik, bus melaju dengan kencang hingga terminal Boyolali. Terasa dari gocekan driver yang lumayan lihai, halus dan berkelas tanpa terasa saat kaki menjejak rem dan kopling. [bersambung ke bagian 2]


Pangkalan Ojek Online dan Taxi Online Terminal Bungurasih

Titik penjemputan Ojek Online di terminal Bungurasih

Entah semenjak kapan,  yang pasti pagi ini saat saya hendak ke Bandara Juanda dari Terminal Bungurasih ada satu hal unik yang saya temui.  
Seperti biasa dari pintu masuk bus antar kota saya beringsut beberapa meter ke arah pintu keluar bus dalam kota untuk kemudian memesan layanan ojek online.  Saya memesan dan menunggu jemputan di depan hotel melati di sekitar pintu keluar bus dalam kota. 
Tak lama pesanan Gojek saya pun ter pick up.  Dan tak lama driver menghubungi saya,  saya pun berkata lokasi ada di toko cat mobil Sinar Jaya. Dia pun mengiyakan,  tak lama dia menelepon lagi dan lucunya mengatakan bahwa jika hendak ke bandara apakah saya yang menanggung tiket parkirnya, saya pun tersenyum simpul sambil mengiyakan.  
Tak lama berselang driver menelepon lagi dan mengatakan agar saya berpindah ke halte angkot yang berada di persis di depan kantor Gudang Garam, saya pun mengiyakan.
Beberapa saat setelah saya berada di halte, ada panggilan masuk namun dari nomer yang berbeda. Saya segera angkat dan dia menanyakan dimana posisi saya,  saya menjawab di halte.  Dari suaranya jelas orang yang berbeda,  saya coba cek aplikasi Gojek saya ternyata benar,  pesanan saya ter pick up oleh orang yang berbeda artinya order saya pertama telah dibatalkan oleh pengemudi. 
Di halte tersebut nampak tiga orang satgas Ojek dan taxi online satu diantaranya cewek.  Sedangkan satu lainnya jelas berbeda karena memakai jaket berwarna orange milik salah satu layanan aplikasi online. Pandangan saya tertuju pada banner atau spanduk yang dipasang di halte tersebut ada tulisan Titik Penjemputan Ojol dan Takjol, dimana di spanduk itu juga ada logo dari beberapa ojek online, serikat ojek pangkalan dan dari polresta Sidoarjo.
Rupanya telah ada kesepakatan dari berbagai pihak tentang ojol dan tajol di area sekitar terminal Bungurasih, hal ini mungkin dikarenakan sering terjadi "gesekan" antara ojek pangkalan dan angkutan umum lainnya dengan para driver ojek aplikasi.
Yang jelas bagi saya pengguna setia transportasi online kesepakatan ini merupakan angin segar karena terdapat kejelasan dimana titik jemput, tidak seperti selama ini yang kucing-kucingan dengan para pengojek pangkalan.


Hati-Hati Calo Tiket di Terminal Terboyo Semarang

Situasi di terminal Terboyo Semarang

Kemarin ada kejadian yang bisa dikatakan memprihatinkan saya temui di terminal bus Terboyo. Cerita selengkapnya sebagai berikut. Saya sudah berada di terminal sekitar jam 5.15 sore menunggu kedatangan bus EKA dengan jadwal keberangkatan jam 6 kurang seperempat.

Sedang asyik menikmati kopi hangat di angkringan depan terminal sekilas saya melihat bus berwarna orange khas dari Sugeng Rahayu Patas Surabaya Semarang lewat memasuki terminal. [simak angkringan sego kucing Terboyo]

Beberapa menit kemudian kernet dan sopir bus SR itupun mampir untuk makan di warung yang sama. Saya iseng-iseng menanyakan jam keberangkatan bus.  Kernet pun menjawab jam 6 kurang lima menit,  karena ternyata bus didepannya yakni bus EKA "perpal" alias tidak jalan. [simak Jadwal Bus EKA terbaru 2017]

Jam menunjukkan setengah enam lewat,  segera saya habiskan kopi hitam pahit kesukaan saya.  Kebetulan teman saya juga ikut dalam perjalanan sore itu walaupun dia hanya sampai terminal Bawen. Kta berduapun beringsut ke dalam terminal untuk naik ke bus SR Patas tersebut.

Bus Sugeng Rahayu ternyata parkir di tempat dimana biasanya bus Eka parkir, segera kita berdua menghampiri bus dan hendak naik kedalamnya. Namun dari dalam bus kondektur mengatakan jangan masuk dulu karena lantai bus masih basah. 

Kita pun akhirnya menunggu di luar, jam menunjukkan 6 sore tepat ketika kondektur akhirnya mempersilahkan kita berdua masuk. Nampak hanya tiga orang yang naik ke bus,  tak lama sopir naik dan menyalakan mesin tanda hendak berangkat. Bus mundur perlahan, namun anehnya bus tidak keluar terminal melainkan beralih ke tempat parkir bus Sugeng Rahayu biasanya yakni di dekat parkir bus jurusan Pekalongan. Hmm.. bisa lama ini urusannya kata saya pada teman disamping. 

Karena jika menunggu jam keberangkatan semestinya bus ini adalah di jam 7 kurang seperempat. Ini berarti 45 menit bus akan berangkat, hampir sepuluh menit berselang akhirnya ada seorang ibu-ibu naik dan duduk di kursi tepat belakang pengemudi.  

Sejurus kemudian dia menoleh ke belakang dan bertanya kepada saya,  "Mas nya turun dimana?  Surabaya Bu, Kenapa? Tanya saya balik. Ongkosnya berapa ya?  Saya jelaskan bahwa ongkos bus Sugeng Rahayu Patas dari Semarang ke Surabaya adalah 100 ribu tanpa servis makan dan tambah 12 ribu jika ingin dapat kupon makan di RM Utama Caruban. 

Ya??? katanya,  sambil tersenyum simpul kecut.  Saya kena tipu nih,  lho kenapa Bu?  Saya hendak turun Ngawi tepatnya di Ponpes Gontor Mas tapi tadi sama seseorang saya diajak ke salah satu kantor tempat agen bus dan dimintai uang 135 ribu untuk tiket Semarang Ngawi. Waduh,  sahut saya. Ya udahlah Mas gpp jawabnya,  buat pengalaman.  

Dia pun menanyakan berapa tarif semestinya Semarang ke Ngawi,  saya hanya membuat perkiraan saja bahwa jika tarif bus Semarang Sragen saja hanya 50 ribu berarti Semarang ke Ngawi mungkin sekitar 65 ribu rupiah karena jelas tidak ada kupon makan.

Sekilas saya memperhatikan ibu itu dari potongan dan gesturnya tentu bukan orang biasa,  yang dengan begitu mudah ikhlas karena sudah dibohongi mentah-mentah oleh oknum calo di terminal Terboyo.Saya pun bertanya,  tapi Ibu dapat karcis bus nya khan?  Iya Mas, ah syukurlah paling tidak dia tidak dibohongi habis-habisan oleh calo brengsek tersebut. Akhirnya sopir naik lagi, dan bus melaju keluar terminal Terboyo.

Di perjalanan setelah masuk jalan tol Tembalang,  kodektur bus segera menarik karcis,  dan si ibu itupun berkeluh kesah kepada kondektur, untung juga bahwa karcis dari calo bisa diterima oleh kondektur karena memang karcis asli dari bus. 

Beberapa penumpang nampak berempati dengan si Ibu tadi,  namun dalam hati saya tidak mungkin awak bus tidak tahu akan apa yang dilakukan si calo, namun apa boleh buat kita sudah mahfum bahwa daerah seperti terminal adalah daerah "rawan", para kru bus mending diam dan tidak akan reseh terhadap apa yang calo-calo lakukan kecuali jika itu menyangkut diri mereka sendiri dan bus yang dioperasikan.

Saran saya jika anda hendak bepergian dengan menggunakan bus di terminal Terboyo:
1. Jangan mudah percaya dengan siapa pun termasuk orang yang mengaku awak atau kru bus.
2. Jangan mau diajak ke kantor atau tempat sepi di area terminal. 
3. Jangan membayar tiket anda dibawah, bayar tiket jika anda sudah naik bus kepada kondektur.
4. Lebih baik bertanya ke petugas "kalau ada", atau penjual warung warung di sekitar terminal. 
5. Tetap waspada dan perhatikan barang-barang bawaan anda.
6. Pasang muka sangar dan jangan kelihatan seperti orang kebingungan.

BISAKAH MEMESAN TAXI ONLINE "UBER, GRAB DAN GO-CAR" DI BANDARA JUANDA

Terminal 1, Bandara Juanda

Keberadaan layanan ojek dan taxi online yang kian marak di berbagai kota di Indonesia memang menimbulkan polemik. Di satu sisi masyarakat diuntungkan dengan layanan transportasi murah, cepat dan nyaman. Namun disisi lain banyak pihak yang merasa terusik karena layanan aplikasi berbasis online dianggap "mengusik" pendapatan atau income mereka selama ini.

Seperti halnya di bandara lain di Indonesia, bandara Juanda juga menerapkan layanan "monopoli" untuk transportasi ke tujuan lain di luar bandara. Satu-satunya layanan transportasi publik yang ada adalah bus DAMRI dengan tujuan terminal Bungurasih, Pelabuhan Tanjung Perak dan Gresik.

Taxi resmi di bandara Juanda mematok harga yang lebih tinggi daripada taxi argo meter, tarif taxi yang dikenakan kepada penumpang berdasarkan pembagian lokasi atau "zonasi".

Dengan adanya layanan taxi atau ojek online yang masuk ke kota Surabaya, beberapa calon penumpang dari beberapa sumber di internet berusaha untuk mendapatkan layanan ini dengan memesan langsung lewat aplikasi. Baik itu UBER, Go-CAR maupun GRAB. Di saat awal beroperasi mungkin para driver taxi online ini masih bisa mengambil orderan di area bandara Juanda.

Namun seiring waktu, pihak manajemen transportasi online tersebut memberlakukan zona merah untuk kawasan bandara bagi para drivernya. Hal ini untuk mencegah "gesekan" dengan pihak pengelola bandara. 

Secara teori memang masih bisa memesan taxi-taxi online di bandara, karena kalau anda iseng membuka aplikasinya di HP akan tampak sebaran pengemudi yang nampak di layar. Namun, jika anda melakukan pemesanan tidak akan semudah membalik telapak tangan "Orderan" anda akan di pick up oleh pengemudi.

Resiko besar akan dihadapi pengemudi atau driver taxi online jika berani mengambil penumpang di bandara. Kejadian di bandara Adi Sucipto menjadi salah satu preseden buruk yang terjadi. Konon kabarnya, jika ada taxi online yang tertangkap basah mengambil penumpang di bandara Juanda, maka sebagai hukuman adalah mobilnya disuruh berputar-putar keliling bandara hingga bahan bakarnya habis. 

Tak mudah juga bagi penumpang memesan taxi online di bandara karena, saat anda membuka layar HP anda akan ada berpuluh pasang mata yang mengawasi anda. Bisa jadi yang mengawasi anda adalah petugas keamanan bandara, para sopir resmi bandara, atau pihak lainnya.

Saran saya berhati-hati saja jika anda mencoba memesan ojek atau taxi online di bandara Juanda. Resiko terbesar memang tidak di pihak anda, namun di pengemudi. Lebih baik gunakan moda transportasi resmi bandara, atau mengandalkan jemputan teman dan keluarga.

Amankah Menginap di Bandara Juanda Sidoarjo??

Suasana Terminal 2 Bandara Juanda Sidoarjo

Saya sendiri belum pernah menginap karena kemalaman di bandara terbesar di Indonesia timur ini. Namun saya hafal seluk beluknya karena sering mengantar tamu dan teman ke tempat ini. Bandara Juanda terletak di daerah Sedati Sidoarjo dan bukan di Surabaya seperti persepsi kebanyakan orang.

Saat menunggu teman yang dijemput baik itu di terminal 1 maupun di terminal 2, saya sering luangkan waktu untuk melihat "SIKON" bandara ini. Terminal 2 bandara Juanda yang merupakan tempat keberangkatan dan kedatangan pesawat dengan rute internasional dan domestik untuk maskapai tertentu yakni Garuda dan Air Asia lebih kecil daripada terminal 2 yang notabene adalah terminal domestik atau dalam negeri.

Saat termalam saya pernah di bandara ini adalah jam 11, bus DAMRI yang mengarah ke terminal Bungurasih sudah berhenti beroperasi. Kebanyakan "angkutan gelap" sudah terang-terangan beraksi. Mereka sudah mulai berani mencari calon penumpang di depan pintu keluar kedatangan. Namun saya perhatikan tak ada paksaan dari mereka agar orang yang baru turun pesawat naik mobil mereka.

Tempat aman di terminal 1 jika anda kemalaman atau terpaksa menginap karena berangkat pagi-pagi keesokan harinya adalah di:
1. Hotel Ibis bandara yang letaknya di dekat air mancur terminal 1A dan 1B
(tentu saja harus bayar :-()
2. Kursi kursi di ruang tunggu depan terminal kedatangan
3. Masjid yang letaknya persis di seberang terminal kedatangan 1B (200 meter, lokasinya menyatu dengan area parkir)

Saya tidak menyarankan anda menginap di tempat umum sendirian, kecuali anda sudah siap dengan segala resikonya. Lain halnya jika berombongan minimal 2 orang, bisa diajak bergantian begadang menjaga barang bawaan. 

Sekian artikel saya kali ini semoga bermanfaat bagi anda yang kemalaman atau sengaja hendak bermalam di bandara Juanda Sidoarjo.
 

KE TERMINAL TERBOYO DARI BANDARA AHMAD YANI SEMARANG

Halte BRT di bandara Ahmad Yani Semarang

Tidak seperti di Surabaya atau Jakarta, di bandara Ahmad Yani Semarang tidak kita jumpai bus DAMRI yang menghubungkan bandara dengan terminal bus terdekat. Yang ada hanya taxi resmi bandara dan beberapa agen travel.

Namun jika anda lagi bokek atau tipis isi dompet anda bisa naik bus trans Semarang atau BRT yang letak haltenya sekitar 300 meter dari pintu keluar bandara. Sekitar 200 meter dari gapura bandara. Hanya dengan 3 ribu rupiah saja anda sudah bisa menjelajah kota Semarang. Tak perlu memiliki kartu BRT layanan transportasi ini masih menerima pembayaran secara tunai.

Bus BRT yang melewati bandara Ahmad Yani ini biasanya yang berwarna merah dengan ukuran sedang atau biasa kita sebut bus 3/4. Beberapa bulan terakhir saya tidak lagi melihat petugas BRT yang berjaga dalam halte kecil tersebut.

Halte tersebut sangat kecil hanya bisa menampung 4 orang dengan bangku panjangnya, jika hujan alamat dah calon penumpang yang menunggu akan basah karena tempat itu tidak sepenuhnya tertutup. Ironi sebenarnya, fasilitas umum yang nampaknya kurang terawat "atau" memang sengaja dibuat seperti itu agar tak banyak orang menggunakan moda transportasi tersebut.

Anda yang hendak ke terminal Terboyo yang jaraknya kira-kira 15 kilometer dari Bandara Ahmad Yani tidak bisa langsung ke terminal melainkan harus transit di Halte Imam Bonjol, entah mengapa saya kurang tahu??? Padahal jika ditempuh dari arteri yakni keluar area bandara ke arah kiri kemudian lurus saja adalah jalur terpendek menuju terminal. Namun selama ini saya tak pernah mendapati bus BRT dengan tujuan langsung ke Terboyo.

Tunggu saja beberapa saat di halte tersebut, jika nampak bus merah melintas dan berhenti sejenak di halte itu bilang saja tujuan anda kemana. Biasanya jika ke Terboyo saya selalu bilang hendak ke Imam Bonjol untuk kemudian transit ke Terboyo dengan bus lainnya.

Jangan membuang waktu anda terlalu lama di halte tersebut untuk menunggu BRT yang mengarah langsung ke terminal Terboyo karena sejauh pengalaman saya tidak pernah menjumpai. Tanya saja ke petugas yang ada di bus apakah bus itu mampir ke Imam Bonjol, Poncol atau Tawang. Jika iya, segera naik. Dan di halte seperti diatas anda bisa ganti bus.

Lebih baik anda turun dan transit di halte Imam Bonjol karena haltenya lumayan besar dan hampir semua bus BRT akan transit di tempat itu. Sekian informasi dari saya semoga bermanfaat bagi anda yang hendak melanjutkan perjalanan dari bandara Ahmad Yani ke terminal Terboyo Semarang. Silahkan Simak Jadwal BRT, dan Koridor BRT Semarang https://indoinspector.blogspot.com/2017/04/jadwal-tarif-halte-dan-koridor-bus.html.

Amankah Terminal Terboyo Semarang???


Terminal bus Terboyo Semarang


Anda calon penumpang yang ingin menuju terminal Terboyo karena hendak melanjutkan perjalanan ke daerah lain seperti Solo, Surabaya, Kudus, Pati, Rembang, Yogyakarta, Pekalongan, Tasikmalaya dan Jakarta silahkan simak pengalaman berikut ini.

Terminal Terboyo terletak persis di belakang RSI Sultan Agung yang berada di jalan Semarang Demak atau orang sering menyebutnya daerah Kaligawe. Terminal bus ini bisa saya bilang sudah tidak memenuhi syarat sebagai terminal. Ruang tunggu penumpang sangat terbatas, hanya berupa bangku tunggu panjang yang jumlahnya hanya hitungan jari.

Deretan toko atau kios pedagang makanan kecil dan warung makanan terlihat didalam terminal, namun hanya beberapa saja yang kelihatan masih buka lainnya sudah tutup karena sepinya penumpang yang masuk ke terminal ini.
Selain itu kondisi bangunan terminal sudah sangat tidak layak, banyak atap-atap bangunan terminal yang sudah rusak, dan tentu saja bocor di saat hujan. 

Fasilitas penunjang lainnya seperti toilet dan WC umum tidak ada yang GRATIS semuanya harus bayar. Ada dua toilet umum, pertama di sisi pojok kanan pintu masuk terminal sedangkan yang kedua berada di dalam terminal pojok sebelah kiri. Toilet yang terakhir berada di dekat musholla terminal, dimana sepatu atau sandal yang kita taruh pun harus bayar, wakwaw :-(

Bus-bus yang masuk terminal biasanya hanya beberapa saat saja terutama untuk jalur tujuan ke Solo, sedangkan untuk tujuan yang lebih jauh biasanya menunggu jadwal keberangkatan saja. Simak bus-bus apa saja yang beroperasi di terminal Terboyo Semarang DISINI.

Anda yang baru masuk di pintu terminal biasanya disambut oleh cecaran pertanyaan dari para calo bus, bersikap saja yang wajar dan jangan kelihatan bingung. Jawab pertanyaan mereka sewajarnya tanpa menyebut tujuan anda kemana. Jangan mau untuk diajak ke tempat tertentu, apalagi untuk membayar tiket bus yang menjadi tujuan anda. Bayar tiket bus hanya jika telah naik bus kepada kondektur dan bukan kepada yang lain.

Jika anda terpaksa bertanya, tanya saja kepada penjaga toko sambil membeli barang dagangannya sewajarnya, air mineral atau obat masuk angin. Mereka biasanya terbuka dan tidak memiliki maksud apa-apa terhadap penumpang. Jarang sekali terlihat petugas terminal, jadi jangan berharap kehadiran mereka di terminal tersebut.

Warung angkringan di terminal Terboyo Semarang

Jika anda lapar, beli saja makanan di warung angkringan dekat pintu masuk terminal sebelah kanan. Namun sayang buka hanya saat sore sampai malam hari saja, menurut saya itu adalah tempat paling aman di terminal Terboyo. Di warung itu biasanya berkumpul para sopir dan kernet bus, jika anda iseng coba tanyakan bus yang hendak anda naiki. Ibu pemilik warung angkringan adalah teman baik saya, karena setiap saat saya datang ke Terboyo tak lupa saya hampiri warungnya dan makan sepuasnya dengan harga murah di tempatnya.

Jika hari sudah malam, diatas jam enam sore saya tidak merekomendasikan anda untuk masuk area terminal karena faktor keamanan yang tidak terjamin. Apalagi untuk wanita, mending anda menunggu bus di dekat pintu luar masuk terminal di samping RSI Sultan Agung, daerah tersebut relatif jauh lebih aman daripada anda harus masuk jauh ke terminal Terboyo. Di tempat tersebut anda akan menjumpai banyak sekali calon penumpang yang sedang menunggu bus incarannya.

Sekian pengalaman saya selama menjelajahi terminal Terboyo Semarang semoga bermanfaat bagi sobat sekalian.

IKLAN ANTAR JEMPUT

Popular Posts

Total Pageviews

Indoinspector. Powered by Blogger.

DMCA

DMCA