Sumber: GOOGLE |
Saya bukannya orang yang percaya akan FengSui dan peruntungan lainnya namun secara psikologis saja, tempat saya menjadi lalu banyak orang sehingga tidak ada privasi lagi, apalagi tepat di depan pintu ada CCTV yang seolah menjadi mata hantu setiap harinya hehehe.
Divisi saya selama 5 tahun ini menjadi divisi elit di kantor, namun ya itulah roda berputar tidak selamanya berada di atas kadang juga di bawah, namun selama 2 tahun terakhir ini paling tidak ada hal yang sudah saya persiapkan andaikata kondisi terburuk datang yakni di LayOff. Padahal di opis saya LayOff menjadi sesuatu yang tidak ditakuti bahkan menjadi hal yang ditunggu tunggu, macam nunggu giliran mendapat lotere Arisan hehehe.
Kemarin sambil duduk manis di depan komputer menunggu jam maka siang, email push saya berbunyi, ah ternyata dari salah satu klien kenalan saya. Rupanya mereka ada satu request dan membutuhkan pembicaraan intens, segera kumulai interview online tersebut, rupanya yang ditanya terlebih dahulu adalah masalah Fee, segera ada kecocokan di antara kita. Namun begitu berlanjut ke arah topik sebenarnya yakni masalah pekerjaan rupanya pihak klien agaknya kurang berminat dengan profile saya dan menganggap saya belum CaPaBlE dalam hal tersebut.
Ya, gpp lah mungkin belum rejeki pikir saya. Saya sebenarnya berharap banyak mendapat kesempatan tersebut meskipun dengan FEE yang dibawah rata rata, namun sekali lagi peruntungan belum berpijak ke saya, bagi saya mendapat kesempatan dan pengalaman baru tentu saja lebih berharga daripada mengejar duit semata, namun siapa sih yang hak butuh DuIt, jangan MUNA deh loe hehehe.
![]() |
Sumber: GOOGLE |
Saya dulu juga memulai side job saya secara kebetulan, namun kebetulan itu tidak datang dengan sendirinya kalo tidak kita sengaja ciptakan. Pepatah bijak yang ada selama ini memang tidak ada yang salah, tinggal kita saja mau tidak mengikutinya.
Sejam berlalu, saya mencoba merenung lagi dan berpikir, saya sebenarnya mau FIGHT dan beradu argumen dengan klien baru ini agar mendapat order tersebut. Namun hati kecil saya berkata, sudah biarin aja. Dan benar, email push saya berbunyi lagi, ah rupanya klien reguler saya ada request pada hari yang sama dengan klien yang baru saja menolak saya. Segera saja saya sms istri saya, REJEKI PASTI GAK KEMANA.
Comments
Post a Comment
Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau spam. Terima kasih