Skip to main content

Artikel Unggulan

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

DILEMA POHON BERBUAH

Buah jambu air
Bagi kita yang pernah tinggal di desa mungkin melihat tanaman atau pohon berbuah adalah hal yang biasa saja dan bukan sesuatu yang istimewa. Namun di perkotaan sudah sangat jarang kita jumpai warga yang masih menanam tanaman buah-buahan musiman di halaman rumahnya. Maklum lahan untuk menanam pepohonan tersebut kini telah banyak terganti dengan lahan untuk parkir mobil dan beranda rumah.

Lain halnya dengan di desa dimana lahan untuk menanam pepohonan masih banyak tersedia bahkan di pelataran rumah sekalipun. Tanaman berbuah macam jambu air, mangga, rambutan, nangka, durian dan lain lain masih banyak kita jumpai. Begitu juga dengan perumahan tempat saya tinggal, kebetulan tidak ada larangan dari pihak pengembang untuk menanam pepohonan di halaman depan rumah.

Saya ingat betul, sekitar 10 tahun yang lalu dua buah cangkokan tanaman mangga saya tanam di halaman rumah. Begitu juga dengan pohon belimbing, srikaya dan jambu biji merah. Khusus untuk tanaman mangga, baru sekitar 2 tahun berakhir ini rajin berbuah dan pada tahun ini berbuah sangat lebat walaupun sayang buahnya tidak berjenis mangga "GADUNG" dan "MANALAGI" seperti yang dulu dijanjikan penjual bibit cangkoknya. Melainkan buah mangga PODANG, dengan ciri khas buahnya kecil dengan serat besar dan rasa yang sedikit "serik" di tenggorokan.

Untuk pohon belimbing dan jambu biji bisa dikatakan hampir setiap saat berbuah namun untuk belimbing buahnya tidak bisa dirasakan karena kurang perawatan dan pohonnya kalah dengan pohon jambu biji dan mangga. 

Saat pohon mangga saya berbuah seperti saat ini, saya tidak pernah melarang tetangga khususnya para PRT tetangga tetangga sebelah yang ingin mengambilnya. Namun justru mereka cenderung takut jika mengambilnya sendiri, hanya kalau saya dan istri sedang memetik buahnya mereka baru akan mendekat dan malu-malu mengatakan ingin mencicipinya.

Pernah saat suatu hari saya keluar kota, istri dan para PRT memanen buah mangga tersebut dan mendapat 2 plastik besar untuk dibagi-bagi. Ya, walaupun buahnya tidak terlalu istimewa rasanya, namun mereka senang betul dengan pembagian buah tersebut.

Satu peristiwa unik saya temukan saat berkunjung di pabrik relasi saya di Semarang. Kebetulan pohon jambu air di dekat pos sekuriti sedang berbuah. Buah jambu air yang berwarna merah tua itu memang kelihatan sangat menggoda bagi yang melihatnya. Entah mungkin karena tidak ingin buah tersebut diambil oleh para karyawan lain, sekuriti membungkus buah yang sedang tumbuh tersebut dengan plastik bening dan disertai tulisan-tulisan lucu didalamnya.

Simak seperti foto-foto dibawah ini:

1. Jangan diambil dulu, biarkan besar dulu, buahnya masih pahit, ada uler nya

OJO PODO DIJUPUK BEN GEDE SEK, JEH PAIT, ONO ULERE
 2. Ambil jambu ini kena "SP"

AMBIL JAMBU DI "SP"
3. Jambu ini HARAM

JAMBU INI HARAM













Comments

Popular posts from this blog

Berapa Hari Transfer Uang dari Luar Negeri Sampai ke Rekening Bank di Indonesia

Bukti Transfer dari Luar Negeri ke Indonesia Selama hampir 4 tahun lamanya saya bekerja freelance atau pekerjaan sampingan sebagai quality control dimana agent yang saya wakili berada di Shenzhen China. Hampir dalam seluruh kurun waktu tersebut bayaran atau fee yang saya terima dikirim lewat bank transfer atau transfer antar rekening bank. Sejauh ini tidak ada permasalahan berarti baik itu dari pihak saya maupun pihak pengirim yakni klien saya. Uang yang saya terima biasanya akan masuk ke rekening bank saya setelah sehari pemberitahuan dari klien bahwa mereka sudah melakukan proses transfer uang. Memang menurut pengalaman saya bila klien mengirim email pemberitahuan bahwa transfer sudah dilakukan maka keesokan harinya setelah makan siang maka uang sudah berada di rekening tabungan saya. Ini berlaku saat hari kerja yakni Senin sampai Kamis, namun jika transfer dilakukan hari Jumat maka mau tak mau uang tersebut baru akan sampai di rekening kita pada hari Senin setelah...

SIMAK JADWAL DAN TARIF BUS SAFARI DAN SAFARI LUX SOLO-SEMARANG

Bus Safari melintas di jalan Kaligawe Semarang Jalur tengah pulau Jawa yakni dari kota Solo ke Semarang dan sebaliknya merupakan jalur yang cukup ramai dan padat. Jalur ini melewati kota Solo sebagai start awal kemudian Boyolali, Ampel, Salatiga, Bawen, Ungaran dan berakhir di Semarang.  Beberapa kali saya naik bus dari terminal Tirtonadi ke terminal Terboyo dan sebaliknya jarang melihat bus-bus tersebut sepi penumpang, dengan puncaknya saat awal pekan dan keberangkatan pagi hari penumpang akan penuh sesak walaupun dikelas Patas AC sekalipun. Bus-bus yang menguasai jalur ini adalah Royal Safari, Safari Lux, Taruna, Raya, Muncul, Ismo dan sebagai kompetitor luar adalah bus EKA dan Sugeng Rahayu di kelas patas eksekutif. Sebenarnya ada dua jurusan terminal di Semarang jika kita berangkat dari Solo yakni Terminal Terboyo atau Kaligawe dan Terminal Mangkang. Namun tentu saja yang menjadi  favorit dan lebih padat penumpangnya adalah yang menuju ke Terboyo karena l...

SIMAK JADWAL DAN TARIF BUS TARUNA SOLO-SEMARANG

Bus Taruna Solo Semarang ngetem di Terboyo Jalur Solo ke Semarang dan sebaliknya adalah jalur yang cukup ramai dan padat lalu lintasnya menurut saya. Sekian kali saya naik bus dari terminal Tirtonadi ke terminal Terboyo dan sebaliknya jarang bus-bus ini sepi penumpang, bahkan saat awal pekan dan keberangkatan pagi hari penumpang akan penuh sesak walaupun dikelas Patas AC sekalipun.  [Simak kereta api Kalijaga angkutan alternatif murah Semarang Solo dan sebaliknya] Bus-bus yang menguasai jalur ini adalah Royal Safari, Safari Lux, Taruna, Muncul, Ismo dan sebagai kompetitor luar adalah bus EKA dan Sugeng Rahayu di kelas patas. Sebenarnya ada dua jurusan terminal di Semarang jika kita berangkat dari Solo yakni Terminal Terboyo atau Kaligawe dan Terminal Mangkang namun tentu saja yang menjadi  favorit dan lebih padat penumpangnya adalah yang menuju ke Terboyo karena lebih dekat dengan pusat kota Semarang. Tiket Bus Taruna Solo Semarang Bus-bus dengan urutan...