Facebook

7 Jam Perjalanan Surabaya Kudus dengan PO Jaya Utama

Bus Patas Jaya Utama di gate 22 Terminal Bungurasih

Mumpung kerjaan kantor sedang sepi,  saya sempatkan untuk datang sendiri melakukan inspeksi di Jepara. Jujur ini kali pertama kali saya berkunjung ke kota kelahiran RA Kartini,  kota yang terkenal dengan ukiran dan mebel kayunya tersebut.

Konon kata saking mahirnya orang Jepara membuat ukiran kayu dari semenjak bayi oeeek mereka mahir memegang pahat dan palu ukir. Ukiran Jepara tak hanya kondang di negeri sendiri namun sudah diakui di seluruh dunia. Indonesia ku memang hebat.

Berangkat jam 12 malam dari terminal Bungurasih saya rupanya beruntung karena masih ada bus Patas Jaya Utama jurusan Semarang yang lewat Pantura. Saya akan transit di Kudus terlebih dahulu karena pihak pabrik akan menjemput di terminal kota penghasil jenang atau dodol tersebut.

Bus berwarna biru dengan tulisan warna putih tersebut rupanya sudah hampir terisi penuh,  saya kebagian dua kursi kosong di posisi belakang dekat pintu belakang. Bus membelah kesunyian tol Surabaya arah Gresik,  tak melaju kencang seperti bus malam lainnya. Tapi eiiit tunggu dulu itu baru pemanasan mungkin.

Lepas tol bus memasuki terminal Bunder Gresik, tak nampak penumpang baru naik namun lepas terminal ada beberapa orang naik, bus hampir dalam kondisi penuh. Kursi sebelah yang mulanya kosong akhirnya harus saya relakan ditempati penumpang baru.


Tiket bus Jaya Utama Surabaya-Semarang

Kondektur mulai menarik tiket,  Surabaya Kudus dihargai 95 ribu rupiah, saya tak mengamati tiket iti lebih lanjut karena ngantuk tak tertahankan. Bus membelah laju jalan Pantura, saya pun terbuai dalam dinginnya penyejuk udara didalam bus. [Tiket bus Jaya Utama dan bus Indonesia Surabaya - Semarang]

Entah sudah berapa lama perjalanan bus akhirnya berhenti, saya terbangun karena suara suara berisik penumpang yang turun. Saya amati kondisi di luar bus,  ah saya pernah mampir di tempat ini sebelumnya. Sebuah warung makan di daerah Tuban.

Hanya nampak bus yang saya tumpangi berhenti di tempat itu,  saya akhirnya masuk kedalamnya setelah mendapati tiket bus ternyata sudah termasuk kupon makan. Sebenarnya saya sudah ill feel ketika tahu bus berhenti di rumah makan yang sama seperti beberapa tahun lalu ketika saya naik PO Indonesia dari Semarang ke Surabaya.




Rumah Makan Rasa Utama dan menu soto ayamnya di Jenu Tuban

Nampak di depan meja saji hanya ada menu soto,  rawon,  nasi rames dan kare ayam. Saya memilih soto ayam dengan alasan kuah hangatnya mungkin bisa menyegarkan tubuh.

Tak berapa lama pesanan saya datang,  teh hangat pun tak luout dari genggaman. Ternyata benar, menu tersebut mengecewakan, nasinya menggumpal,  beberapa potong suiran daging ayam dan telur ayam menjadi lauknya. Tak apalah mubadzir juga kalau tak saya makan.

Saya kemudian beringsut keluar untuk merokok,  kemudian ke kamar kecil. Dan saya amati toilet tersebut tidak Gratis karena ada penunggu didepannya. 2 ribu rupiah untuk tiap pengguna. Tak lama berselang nampak bus Indonesia dari Semarang memasuki parkir rumah makan tersebut.

Kondektur bus yang saya naiki kemudian berteriak teriak memanggil penumpang untuk segera naik,  bus akan segera berangkat. Sopir bus mulai menunjukkan keahliannya,  goyangan khas bus Pantura mulai terlihat, beberapa over take kepada kontainer dan truk truk besar dilakukan. Saya terjaga beberapa kali ketika bus masuk kota Rembang,  Pati dan Juwana.


Terminal Jati di kota Kudus
Saya akhirnya memilih terjaga ketika bus mulai kota Kudus,  hingga akhirnya bus berhenti tepat di seberang terminal KudusTerminal yang lumayan besar itu masih kelihatan sepi,  saya sempatkan sebentar ngopi di warung seberang terminal.

Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau Spam. Terima kasih