Skip to main content

Artikel Unggulan

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

Mobil Perpustakaan Keliling Surabaya

 Mobil perpustakaan keliling milik pemkot Surabaya

Mungkin hanya kebetulan atau keberuntungan bagi saya untuk bisa bertemu dengan mobil perpustakaan keliling milik pemkot surabaya Surabaya ini. Kebetulan beberapa minggu yang lalu saya temui mobil ini di Kebun Bibit 2 Wonorejo. Mobil minibus yang cukup besar ini kelihatan cukup terawat, dan dirancang terbuka pada sisi sebelah kiri mobil dimana terdapat rak rak buku di dalamnya. 

Sayang sekali saya tidak menjumpai petugasnya saat itu, anak anak dan para pengunjung taman tidak banyak yang menyempatkan diri membaca buku koleksi perpustakaan keliling tersebut. Hanya satu dua orang saja anak anak yang saya lihat membuka buka dan membaca buku buku didalamnya. Saya sempat melihat koleksi buku buku di mobil tersebut ternyata cukup bagus dan lengkap. Buku bukunya kelihatan terawat dan tidak lusuh.

Pengunjung kebun bibit 2 sedang asyik memilih buku di mobil perpustakaan



Saya coba mencari sumber di internet ternyata pemkot Surabaya memiliki 4 mobil perpustakaan keliling namun satu diantaranya rusak, jadi hanya 3 unit yang beroperasi. Dengan titik jangkauan sebanyak 483 titik di wilayah kota Surabaya, jelas jumlah 3 unit mobil itu kurang. Anggap dalam satu hari menemui 2 titik maka dalam satu bulan hanya 180 titik saja yang terlayani.

Mudah mudahan pemkot Surabaya memiliki dana untuk dapat menambah armada mobil perpustakaan keliling ini, dengan demikian animo besar dari anak anak untuk bisa menikmati bahan bacaan bermutu bisa terwujud. Karena dengan rajin membaca maka jendela dunia akan terbuka.


Comments

Popular posts from this blog

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

Selimut fasilitas bus EKA Menyambung artikel sebelumnya yakni trip report naik bus EKA dari Solo ke Purbalingga di akhir perjalanan ketika bus sudah memasuki wilayah kabupaten Purbalingga kondektur mulai membersihkan kursi dan merapikan kembali selimut selimut yang disediakan khusus bagi penumpang.  Setahu saya hanya armada bus EKA tertentu saja yang dilengkapi dengan fasilitas tambahan selimut. Selimut yang disediakan menurut saya cukup bagus dan menarik. Dengan warna menarik dan bahan lembut dan hangat tentu memancing "gairah nakal" tersendiri bagi oknum penumpang.  Ketika kondektur telah sampai di kursi bagian depan dia pun berkata kepada sang sopir. Pak selimute ilang siji maneh! Pak selimutnya hilang lagi satu. Kemudian saat kondektur kembali ke kursinya mulai terdengar percakapan mereka berdua mengenai hilangnya selimut tersebut. Sang kondektur sambar atau mengeluh ini adalah selimut kedua yang hilang dalam kurun satu bulan terakhir. Harga satu selimut itu lu

NAIK ANGKOT APA YA??? DARI STASIUN GUBENG KE TERMINAL BUNGURASIH

Stasiun Surabaya Gubeng Baru Bagi anda yang pertama kali datang ke kota Surabaya dengan menggunakan kereta api, anda harap perhatikan hal ini. Ada dua stasiun besar di Surabaya yakni, Stasiun Gubeng melayani jalur lintas Selatan dan Stasiun Pasar Turi yang melayani jalur lintas Utara.  JALUR LINTAS SELATAN kereta yang mengarah ke Banyuwangi, Malang, Kediri, dan Jakarta (lewat Madiun, Solo dan Jogjakarta), sedangkan  JALUR LINTAS UTARA  (kereta yang mengarah ke Lamongan, Babat, Bojonegoro, dan Jakarta (lewat Semarang).  Sejak tahun 2013 semua kereta api Ekonomi, Bisnis dan Ekskutif berjalan langsung di Stasiun Wonokromo alias tidak berhenti di Wonokromo lagi, jadi sekarang semua kereta api terakhir berhenti di Surabaya Gubeng. Ini jelas agak merepotkan apalagi bagi anda yang ingin melanjutkan perjalanan ke arah Sidoarjo atau ke terminal Bungurasih . Stasiun Surabaya Gubeng Lama Namun perlu anda tahu sebelumnya kenapa ada Stasiun Gubeng Baru dan Stasiun Guben

SMOKING ROOM di bandara Juanda

Smooking room di terminal 1 bandara Juanda  Area merokok di bandara Juanda Surabaya -  Tak mudah sekarang bagi para perokok mencari tempat yang nyaman untuk merokok, apalagi di bandara udara. Kenyataannya memang demikian, sebagai seorang perokok saya juga “Tahu Diri” untuk merokok di tempat yang telah disediakan. Nasib perokok, tambah terjepit karena ruang bebas merokok yang disediakan sangat sempit dan terbatas, padahal jumlah perokok yang berada di ruangan tersebut melebihi kapasitasnya. Kalo sudah demikian saya mesti mengalah daripada bisa “mati berdiri” terpanggang asap rokok hehehehe. Di postingan saya sebelumnya SMOKING ROOM di bandara Soekarno Hatta terminal 1 A, ternyata pihak bandara lebih bijak dengan menyediakan taman di tengah tengah gate sebagai area merokok. Ini tentunya lebih “manusiawi” karena para perokok termasuk saya bisa menikmati “hobby” tersebut dengan nyaman dan tidak tersiksa. Smoking pot di bandara Juanda Lain halnya dengan di bandara Juanda