Ada apa di Kampung Warna Warni Jodipan Malang?

June 20, 2018 0 Comments A+ a-

Kampung Warna Warni Jodipan Malang
Malang yang merupakan daerah dataran tinggi di Jawa Timur yang merupakan tujuan wisata favorit di Jawa Timur selain kota Batu tentunya. Dua wilayah yang saling berdekatan ini banyak dikunjungi wisatawan lokal dari kota sekitarnya seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Pasuruan di saat akhir pekan.

Selain wisata alam dan juga wahan permainan modern Malang memiliki tempat wisata tematik macam kampung Warna Warni yang terletak di daerah Jodipan. Wilayah ini terletak tak terlalu jauh dari pusat kota Malang. Menilik dari lokasinya bisa dibilang memang unik karena mirip dengan Kalicode di Yogyakarta yakni daerah di pinggiran sungai. Dimana di lereng-lereng dekat dengan aliran arus sungai terdapat pemukiman penduduk sekitar yang cukup padat.



Entah atas inisiatif siapa,  warga sekitar kemudian bersama-sama mengecat tembok dan atap rumah mereka dengan cat berwarna-warni. Saya sudah beberapa kali melewati tempat tersebut namun beberapa hari yang lalu baru berkesempatan untuk melihatnya kedalam secara langsung. Saya tidak sendiri waktu itu melainkan bersama seorang wisatawan asing asal Singapura yang kebetulan menyewa mobil saya dan sekaligus meminta saya menjadi tour guidenya.

Dari atas jembatan besar diatas kampung tersebut terlihat dua sisi kampung warna-warni,  disisi kanan terlihat atap atap rumah penduduk mayoritas dicat warna ungu dan biru,  sedangkan di sisi kirinya lebih variatif alias bermacam-macam. Sebenarnya saya agak bingung saat mencari lokasi parkir mobil karena tidak ada petunjuk sama sekali.

Untung saja saat saya masuk di jalan sesudah jembatan dekat dengan pasar loak atau barang bekas saya bertanya pada salah seorang pedagang disitu dimana tempat parkir mobilnya. Ternyata oleh dia saya disuruh langsung berbelok di gang sebelah kanan dari tempat saya parkir.  Rupanya tempat itu bukan parkir sesungguhnya melainkan seperti lokasi gudang atau pabrik, kurang memadai sebenarnya namun tempatnya teduh karena berada didalam.



Dari lokasi kami parkir tepat diseberangnya adalah jalan masuk menuju kampung Warna-Warni. Tepat di gang masuk ada 2 orang perempuan yang merupakan warga sekitar menarik tiket masuk sebesar 3 ribu rupiah per orang, namun setelah itu mereka memberi kita sticker sebagai bukti masuk. Setelah itu kita langsung disambut jalanan masuk menurun dimana kanan kiri gang sudah di cat dengan tema Piala Dunia 2018, aneka bendera negara pesertanya dicat di sisi sebelah kiri tembok.

Jalanan di kampung itu menurun tajam dan berkelok-kelok. Namun satu hal yang pasti kampung tersebut bersih dan rapi serta tertata dengan baik. Terlihat berbagai macam pernak pernik hiasan dipasang diatas jalan yang tak sebegitu lebar. Tak lama kita jumpai sebuah area lapang yang cukup luas,  dimana di dindingnya terdapat beberapa latar foto boot. Sedangkan di sisi lain adalah tepian sungai yang kebetulan saat itu alirannya sedang surut.
Namun sayang tamu saya agak kecewa saat melihat beberapa orang penduduk sekitar sedang "adu ayam" di sisi seberang sungai lainnya. Terlihat juga beberapa bocah kecil asyik bermain layang-layang di tepian sungai berbatu tersebut.



Tak jauh dari lapangan kecil tersebut ada anak tangga besi untuk naik ke "Jembatan Kaca". Dari kejauhan kami lihat sedang berlangsung sesi pemotretan untuk "Pre Wedding". Nampak pengantin wanita mengenakan gaun pengantin berwarna kuning dengan bagian belakang baju yang menjuntai panjang. Kami cuek saja,  dan lanjut hendak menyebrangi jembatan kaca tersebut. Saya sendiri tak tahu apakah dikenakan tarif jika hendak menyeberangi jembatan kecil itu. Ada dua orang warga yang menjaga jembatan itu namun mereka tak menarik tiket masuk kepada kami.

Sempat saya baca papan peringatan di satu sudut jembatan,  bahwa maksimal hanya 15 orang yang boleh berada di atas jembatan dalam waktu yang bersamaan. Jembatan itu tak terlalu panjang mungkin sekitar 25-30 meter saja dengan lebar sekitar satu meter.  Jadi hanya cukup untuk dua orang bersisihan. Tepat di tengah badan jembatan terdapat kaca tebal atau mungkin tepatnya berbahan fiberglass.



Setelah menunggu beberapa saat sesi pemotretan sang calon pengantin,  kami permisi untuk melewati mereka. Lanjut ke perjalanan di sisi kampung uang lain, ternyata kami harus membayar lagi 3 ribu rupiah dan sebagai gantinya kita diberi souvenir gantungan kunci yang lucu berbentuk binatang. Tidak ada yang istimewa di sisi kampung yang lain,  hampir semua tembok rumah penduduk di cat warna warni dan memiliki tema tersendiri.

Di ujung kampung terlihat beberapa warga sekitar nampak sedang membangun bangunan baru,  nampak pula tulisan Kampung Tridi di sisi seberang lainnya. Untuk menjangkaunya kita harus turun lagi ke bawah dan tentu saja kita dikenakan tarif lagi. Beberapa foto boot menarik kelihatan jelas dari tempat kami berdiri. Ada bapak bapak menawarkan satu lokasi foto boot kepada kami, letaknya telat diatas kami,  bentuknya mirip pos ronda yang berada di atas jalan,  lengkap dengan beberapa hiasan didalamnya dan juga bergambar tematik.

Saya tawarkan kepada tamu saya barangkali dia berminat,  namun dia menolak. Tidak ada sesuatu yang spesial disana katanya. Akhirnya dengan halus saya menolak tawaran bapak bapak tersebut dengan alasan tamu saya tidak menginginkannya. Kita akhirnya memutuskan pulang dengan memilih jalan yang sama. Di salah satu sudut gang terdapat lukisan dinding yang cukup menarik,  yakni gambar seorang putri dalam film kartun yang sempat booming beberapa waktu lalu.

Sambil terengah-engah kita berdua menyusuri jalanan kampung yang mulai panas karena teriknya matahari siang itu. Kembali ke tempat parkir mobil, saya menanyakan berapa tarif parkir mobil di tempat tersebut, ternyata standard saja seperti parkir di tempat lain yakni 5 ribu rupiah. Lanjut ke artikel berikutnya Wisata Omah Kayu dan Paralayang di Gunung Banyak Kota Batu.

Bapak dari dua orang anak, aktif menulis dan Nge Blog semenjak 2 tahun terakhir, bangku keras kereta ekonomi adalah tempat tidur ketiga saya, setelah rumah dan kamar kost

Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau Spam. Terima kasih

Total Pageviews

Popular Posts

DMCA

DMCA