Harga Tiket Masuk Jembatan Bukit Kuneer Wonosari Lawang

June 20, 2018 0 Comments A+ a-

Jembatan Bukit Kuneer
Di dalam area perkebunan teh Wonosari Lawang tidak hanya terdapat tanaman teh saja, didalamnya ada berbagai wahana wisata. Antara lain, pabrik pengolahan teh, wahana permainan anak-anak, flying fox, kolam renang dan bukit Kuneer. 

Bukit Kuneer sendiri adalah spot terbaru didalam area perkebunan teh Wonosari yang sedang hits saat ini karena disana terdapat spot foto yang instagrammable.

Lokasi bukit Kuneer berada di dalam perkebunan teh Wonosari Lawang. Berada kurang lebih satu kilometer dari pusat perkebunan,  untuk menuju kesana ada berbagai alternatif cara yakni:
1. Menggunakan jeep dengan tarif 300 ribu rupiah, entah hitungan per mobil atau per kepala saya kurang tahu.  Hitungan pulang pergi atau mengantar saya juga lupa hehehe. Namun di beberapa ratus meter menjelang lokasi,  kita tetap harus berjalan kaki.
2. Menggunakan ojek motor trail dengan tarif 50 ribu rupiah per orang pulang pergi dengan waktu tunggu satu jam. Lama perjalanan kira kira 15 menit, sama dengan menggunakan Jeep kita tetap harus berjalan kaki di sisa perjalanan.
3. Berjalan kaki melalui jalanan menanjak dan berbatu, kemudian jalanan setapak kira kira 45 menit perjalanan


Sedangkan tiket masuk lokasi Jembatan Bukit Kuneer saat bulan puasa kemarin, saya dan tamu tidak ditarik tiket apapun terkecuali tiket awal masuk kebun teh yakni 10 ribu rupiah per orang dan parkir mobil 5 ribu rupiah.

Mungkin saat itu tidak banyak atau bahkan hanya kita berdua yang datang, jadi tidak ada petugas yang menjaga lokasi wisata tersebut. Namun sempat terlihat dibawah jembatan Kuneer terdapat papan kayu kecil bertuliskan "Tiket Naik Jembatan 5 ribu rupiah" dengan maksimal 15 orang dalam satu kesempatan yang bisa naik. Sementara untuk wahana rumah kayu saya pikir digratiskan karena tidak terdapat tulisan apapun di tempat itu.


Tiket masuk kebun teh Wonosari
Dengan latar belakang bentang alam perkebunan teh,  tempat ini menyajikan spot foto yang menarik dan berbeda dari yang lain. Namun saya rasa tidak ada sesuatu yang spesial. Sekedar saran buat pengelola agar ada perbaikan akses jalan menuju lokasi,  serta penambahan beberapa spot baru agar tidak kelihatan monoton.

Bapak dari dua orang anak, aktif menulis dan Nge Blog semenjak 2 tahun terakhir, bangku keras kereta ekonomi adalah tempat tidur ketiga saya, setelah rumah dan kamar kost

Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau Spam. Terima kasih

Total Pageviews

Popular Posts

DMCA

DMCA