![]() |
Warna Warni Bangunan di Jalan Panggung Surabaya |
Setelah melewati jalan Bongkaran saya merapat ke kanan untuk mengarah ke jalan Kembang Jepun, dan saya sempat melihat di seberang jalan ternyata adalah jalan Panggung yang saya cari. Dari kejauhan memang nampak warna warni bangunan di gang tersebut.
Niat untuk memotong jalan dan langsung masuk ke gang tersebut saya batalkan karena ada tanda forbidden didepan gang tersebut. Saya terpaksa meneruskan perjalanan dan mencari gang disebelahnya, namun apa yang terjadi setelah masuk ke jalan yang entah apa namanya. Saya tidak menemukan jalan memutar untuk ke jalan Panggung, saya justru memasuki jalan Pabean yang mengarah ke wisata religi Sunan Ampel.
Saya putuskan kembali lagi dan memilih untuk menuju jalan Panggung meskipun harus menerjang tanda larangan masuk. Memutar balik ke jalan Bongkaran saya akhirnya masuk ke jalan Panggung yang sebenarnya satu arah saja, namun saya cuek saja karena kondisi lalu lintas disitu tidak sebegitu ramai. Di akhir gang tersebut saya memutar balik motor dan berhenti sebentar untuk mengamati kondisi sekitar dan menyempatkan untuk mengambil beberapa jepretan foto.
Di jalan Panggung tersebut sama seperti halnya jalan Bongkaran, Bibis dan Kembang Jepun yakni banyak difungsikan sebagai gudang-gudang penyimpanan perusahaaan ekspedisi.
Saya berhenti di pinggir jalan depan toko yang masih tutup rupanya diamati oleh dua orang yang entah siapa, mungkin penduduk sekitar atau pegawai perusahaan ekspedisi.
![]() |
Kya Kya Kembang Jepun |
Hasil pengamatan saya di sekitar jalan Panggung memang bangunan bangunan tua di gang yang panjangnya kurang lebih 200 meter tersebut dicat dengan warna warna mencolok yang di banyak media sering disebut warna PINK BARBIE.
Kesan yang saya dapat sebenarnya warna tersebut bagus untuk menarik perhatian namun jika menilik kisah historis bangunan tua sisa peninggalan sejarah kota Lama Surabaya agaknya kurang tepat apa yang dilakukan pemkot. Harusnya warna warna bangunan tersebut dicat dengan warna putih dan pastel yang cenderung cocok untuk bangunan historikal. Seperti halnya yang pernah saya lihat di sekitar kota Lama Semarang dan Jakarta.
Masih butuh waktu untuk pemkot Surabaya merealisasikan revitalisasi Kota Lama nya, terutama dari segi infrastruktur terlebih dahulu. Saya berharap ke depan daerah tersebut bisa menjadi destinasi wisata baru bertipe historis di Surabaya.
Comments
Post a Comment
Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau spam. Terima kasih