Skip to main content

Artikel Unggulan

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

Naik Kereta Api Jarak Jauh Saat PSBB (Trip Report Semarang Cirebon)


Saya masih punya kesempatan untuk naik kereta api jarak jauh saat PSBB di Jakarta dan di beberapa daerah mulai diterapkan aturan tersebut. Namun belum ada kebijakan  resmi dari pemerintah saat itu untuk membatasi perjalanan kereta api terutama untuk rute jarak jauh.

Kesempatan pertama yakni naik kereta api Jayabaya dari Semarang ke Cirebon, kereta ini memiliki trayek dari Surabaya menuju Jakarta. Saat tiba di stasiun Poncol Semarang saya bergegas menuju loket penjualan tiket, suasana di sekitar area stasiun terlihat sepi sore menjelang malam hari itu. Begitu juga dengan area loket pemesanan dan penjualan tiket nampak sepi tidak seperti biasanya. 

Saya menanyakan kepada petugas kereta apa saja yang tersedia untuk tujuan Cirebon malam itu, sebenarnya ketika saya cek di website ada kereta dengan keberangkatan jam 6 sore namun saat saya tanyakan ke petugas kereta tersebut tidak dioperasikan hari itu. Sebuah tanda tanya besar bagi saya. Petugas kemudian memberi tahu ada kereta lain dengan waktu keberangkatan terdekat yakni kereta api Jayabaya dengan jam berangkat pukul 7 malam lewat beberapa menit. 

Tanpa pikir panjang saya serahkan KTP saya dan menanyakan berapa harga tiketnya. Saya mendapatkan tiket kelas ekonomi dengan harga 165 ribu rupiah. Saya meminta petugas memilihkan bangku sebelah yang masih kosong, petugas mengiyakan dan menjawab, jangan khawatir Pak, masih banyak bangku yang kosong. Alhamdulillah, paling tidak saya bisa melakukan physical distancing saat di kereta api dan tidak merasa was was duduk berdua dengan penumpang lainnya.

Kereta agak terlambat beberapa menit dari jadwal awalnya. Saya mendapat bangku di gerbong ekonomi 4 dengan nomer bangku 4D ini berarti tempat duduk saya berada ada di akhir gerbong. Sempat melongok di gerbong sebelah nampak penumpang tidak terlalu banyak dan kelihatan berjarak antara satu penumpang dengan penumpang lainnya. Hampir semua penumpang memakai masker saat didalam gerbong.

Kebetulan sekali bangku sebelah saya mang kosong seperti yang dikatakan petugas loket begitu juga dengan bangku di depan saya, saya semprotkan cairan hand sanitizer ke tangan saya dan segera memakai kaos tangan, serta jaket untuk segera mengistirahatkan sejenak badan yang kelelahan karena seharian telah menempuh perjalanan yang lumayan jauh.

Sayang sekali keinginan istirahat saya terkendala karena penumpang di seberang saya yang kebetulan menyalakan volume HP nya keras sekali tanpa ada tenggang rasa dengan penumpang lain yang ingin beristirahat, begitu juga saat dia menerima telepon dari kerabatnya speaker HP ternyata dinyalakan juga. Dari logatnya saya sudah bisa menebak, ah ternyata memang benar.......

Setelah beberapa saat terganggu suara berisik, penumpang tersebut tertidur dan mematikan HP nya. Alhamdulillah bisik saya.

Perjalanan ke Cirebon dari Semarang sangat singkat hanya sekitar 3.5 jam saja, saya aktifkan alarm mendekati jam kedatangan kereta di Cirebon sesuai dengan yang tertera di tiket. 
Sesampainya di Pekalongan ternyata kursi di depan saya ditempati penumpang yang baru naik, beruntung hanya satu orang saja. Saya luruskan kaki dengan selonjor dibangku sebelah yang kosong dan beberapa saat saya terlelap dalam tidur. 

Tidak ada pengecekan tiket kereta seperti dahulu, kondektur bersama tim sekuriti kereta hanya berjalan menyusuri gerbong memeriksa kursi penumpang lewat aplikasi di HP nya. Tidak seperti dulu kondektur kereta mengecek dan melubangi tiket penumpang satu persatu. 

Sebuah kemajuan yang patut di apresiasi. Namun sayang, entah kenapa mendengar kabar terakhir Dirut PT KAI dicopot dari jabatannya oleh menteri BUMN. Semoga bukan karena kinerjanya yang tidak bagus, ah sudahlah bukan urusan saya.

Menjelang jam setengah 11 malam, speaker dalam gerbong berbunyi dan petugas kereta mengatakan bahwa kereta api akan segera berhenti di stasiun Kejaksan Cirebon. 

Alhamdulillah, perjalanan saya hari itu hampir usai dan saya bisa segera beristirahat di Cirebon malam itu.

Comments

Popular posts from this blog

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

Selimut fasilitas bus EKA Menyambung artikel sebelumnya yakni trip report naik bus EKA dari Solo ke Purbalingga di akhir perjalanan ketika bus sudah memasuki wilayah kabupaten Purbalingga kondektur mulai membersihkan kursi dan merapikan kembali selimut selimut yang disediakan khusus bagi penumpang.  Setahu saya hanya armada bus EKA tertentu saja yang dilengkapi dengan fasilitas tambahan selimut. Selimut yang disediakan menurut saya cukup bagus dan menarik. Dengan warna menarik dan bahan lembut dan hangat tentu memancing "gairah nakal" tersendiri bagi oknum penumpang.  Ketika kondektur telah sampai di kursi bagian depan dia pun berkata kepada sang sopir. Pak selimute ilang siji maneh! Pak selimutnya hilang lagi satu. Kemudian saat kondektur kembali ke kursinya mulai terdengar percakapan mereka berdua mengenai hilangnya selimut tersebut. Sang kondektur sambar atau mengeluh ini adalah selimut kedua yang hilang dalam kurun satu bulan terakhir. Harga satu selimut itu lu

NAIK ANGKOT APA YA??? DARI STASIUN GUBENG KE TERMINAL BUNGURASIH

Stasiun Surabaya Gubeng Baru Bagi anda yang pertama kali datang ke kota Surabaya dengan menggunakan kereta api, anda harap perhatikan hal ini. Ada dua stasiun besar di Surabaya yakni, Stasiun Gubeng melayani jalur lintas Selatan dan Stasiun Pasar Turi yang melayani jalur lintas Utara.  JALUR LINTAS SELATAN kereta yang mengarah ke Banyuwangi, Malang, Kediri, dan Jakarta (lewat Madiun, Solo dan Jogjakarta), sedangkan  JALUR LINTAS UTARA  (kereta yang mengarah ke Lamongan, Babat, Bojonegoro, dan Jakarta (lewat Semarang).  Sejak tahun 2013 semua kereta api Ekonomi, Bisnis dan Ekskutif berjalan langsung di Stasiun Wonokromo alias tidak berhenti di Wonokromo lagi, jadi sekarang semua kereta api terakhir berhenti di Surabaya Gubeng. Ini jelas agak merepotkan apalagi bagi anda yang ingin melanjutkan perjalanan ke arah Sidoarjo atau ke terminal Bungurasih . Stasiun Surabaya Gubeng Lama Namun perlu anda tahu sebelumnya kenapa ada Stasiun Gubeng Baru dan Stasiun Guben

SMOKING ROOM di bandara Juanda

Smooking room di terminal 1 bandara Juanda  Area merokok di bandara Juanda Surabaya -  Tak mudah sekarang bagi para perokok mencari tempat yang nyaman untuk merokok, apalagi di bandara udara. Kenyataannya memang demikian, sebagai seorang perokok saya juga “Tahu Diri” untuk merokok di tempat yang telah disediakan. Nasib perokok, tambah terjepit karena ruang bebas merokok yang disediakan sangat sempit dan terbatas, padahal jumlah perokok yang berada di ruangan tersebut melebihi kapasitasnya. Kalo sudah demikian saya mesti mengalah daripada bisa “mati berdiri” terpanggang asap rokok hehehehe. Di postingan saya sebelumnya SMOKING ROOM di bandara Soekarno Hatta terminal 1 A, ternyata pihak bandara lebih bijak dengan menyediakan taman di tengah tengah gate sebagai area merokok. Ini tentunya lebih “manusiawi” karena para perokok termasuk saya bisa menikmati “hobby” tersebut dengan nyaman dan tidak tersiksa. Smoking pot di bandara Juanda Lain halnya dengan di bandara Juanda