Suka Duka Driver Ojek Online "Kala dimana Penumpang adalah Raja"

May 28, 2017 4 Comments A+ a-


Internet memang mengubah segala sendi kehidupan manusia,  dari kota desa hingga pelosok daerah terpencil sudah dirambahnya. Seakan tak ada batasan lagi di belahan dunia satu dengan yang lain.

Perkembangan ini juga merambah ke dunia transportasi yang selama ini masih offline akhirnya terdobrak pakem lamanya menjadi online dengan segala kelebihannya.  Penumpang dulu harus berpanas panas menunggu angkutan umum sekarang tinggal nyalakan aplikasi di telepon pintarnya dan mobil pesanan akan tiba tanpa perlu repot pesan lewat customer service seperti transportasi darat konvensional.

Kini semua segi kehidupan hampir terlayani dengan adanya aplikasi bernama Gojek, Grab,  Uber,  dll.  Mulai dari taxi motor,  taxi mobil,  jasa antar barang dan makanan,  jasa pembersihan rumah,  pijat,  dll sekarang tinggal klik dan sim salabim dalam sekejab apa yang anda inginkan terpenuhi.

Ya semua kemudahan itu ada di satu genggaman saja,  tak perlu keluar rumah repot repot untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari dan kuliner favorit anda. Apa yang anda inginkan akan siap diantar sesuai dengan pesanan anda. Namun sebagai manusia anda harusnya menyadari siapa orang orang dibalik semua itu. Mereka yang rela berhujan-hujan,  berpanas-panas,  atau bahkan antri berjam-jam untuk mendapatkan barang yang amda inginkan.

Pengalaman ini saya tulis berdasarkan kenyataan apa yang dialami rekan dan sobat sebagai pengemudi ojek online Gojek. Beberapa hari yang lalu kebetulan saya menginap di rumah kontrakan teman yang kebetulan sehabis pulang kerja bekerja sambilan sebagai driver Gojek. Berangkat jam 7 malam,  kedua sobat tersebut baru pulang sekitar setengah dua belas malam.

Saya terbangun karena kedatangan mereka yang hampir tengah malam. Satu diantaranya sehabis bersih bersih menceritakan pengalaman yang bisa dibilang "Naas" malam itu.  Mendapat 3 kali orderan Go-food semua warung makannya sudah tutup,  hingga dia masih berharap di orderan terakhirnya dia beruntung. Rupanya go food sedang ramai Kamis petang itu yang kebetulan tanggal merah.

Seorang cewek memesan menu fried chicken di kedai A namun naas kedai tersebut juga tutup namun dia tidak putus asa,  dia kembali menghubungi si pemesan dan mengatakan apakah orderannya bisa dibelikan di kedai lain dan diiyakan oleh si pemesan. Tak lama menunggu,  sepotong ayam goreng dengan nasi dan kentang goreng sudah ditangan,  saat akan menerima nota pembelian alangkah terkejutnya teman saya menerima kenyataan bahwa cewek yang mengorder ayam goreng itu membatalkan pesanannya.

Dia berusaha menghubungi si cewek namun naas ternyata aplikasi GoJek sangat berpihak kepada pengguna bukan kepada driver, history percakapan dan nomer telepon dengan pelanggan akan hilang setelah order selesai atau order di Cancel.  Ya,  hanya bisa tersenyum miris melihat ordernya dibatalkan akhirnya teman saya memutuskan untuk mengakhiri perjuangannya malam itu.

Dalam tertawa candaannya dia berkata,  dia akan ikhlas jika konsumen tidak membayar makanan yang sudah dibelikan asalkan tidak membatalkan orderan.  Dalam hati saya tertawa "Opo yo tenan Lek lek...." Karena sudah rugi nombok pula. Paling tidak jika order tidak tercancel dia akan mendapat 2 point go food dan biaya pengiriman sebesar 9 ribu rupiah. Untung saja teman saya satu ini tidak mau ambil pusing dengan apa yang terjadi malam ini.

Saya hanya bisa manggut manggut saja,  kok masih banyak orang orang yang dengan tega hati membuat order TUYUL atau pura pura dan dengan seenak hati membatalkannya di tengah jalan. Coba Mas atau Mbak bayangkan andaikata situ dalam posisi seperti teman saya atau driver Gojek lainnya,  rela berpanas-panas, malam hari keluyuran dan mengantri membelikan makanan pesanan anda dan tiba tiba anda batalkan pesanannya.

Dalam hati saya "S...a rasanya belum pantas bagi anda yang tidak punya rasa kemanusiaan terhadap sesama". Oalah yo nasib. nasib.........

Bapak dari dua orang anak, aktif menulis dan Nge Blog semenjak 2 tahun terakhir, bangku keras kereta ekonomi adalah tempat tidur ketiga saya, setelah rumah dan kamar kost

4 komentar

Write komentar
Deddy Susanto
AUTHOR
6 June 2017 at 01:57 delete

Oppo iyo lek.....?????😝aaa

Reply
avatar
6 June 2017 at 02:33 delete

Iyo tenan Lek Ded, mesake wis teko dalu muleh ra nggowo duwit malah dikerjani penumpang e :-)

Reply
avatar
Anonymous
AUTHOR
9 March 2018 at 03:49 delete

Lah klo gofood mau hubungi pelanggan gk lewat aplikasi kali...klo dia sudah menghubungi brrti sudah tlpon atau SMS ...no nya pasti ke simpen...saya driver pemain good mas...tulisan artikel nya sangat bagus..to kedepankan fakta di banding fiktif...

Reply
avatar
9 March 2018 at 04:59 delete

Thanks Mas atas komentarnya, artikel yg saya buat semuanya berdasarkan fakta dan pengalaman pribadi saya, andaikan ada point yg kurang tepat itu murni kesalahan saya karena gak cross cek lagi dengan obyek atau pelaku.

Reply
avatar

Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau Spam. Terima kasih

Total Pageviews

Popular Posts

DMCA

DMCA