11 May 2017

Pengalaman Naik Gojek dengan Driver Cewek- Cekidot Pren

Pengemudi Driver Gojek Cewek

Sekarang jamannya emansipasi, peran wanita telah merambah luas di hampir semua sisi kehidupan.  Begitu juga dengan wanita dan pekerjaan atau profesi yang digelutinya. Tak ada pekerjaan yang biasa laki-laki lakukan yang kini perempuan atau kaum hawa tidak bisa lakukan. 

Termasuk driver atau tukang ojek online yang kini sedang booming. Naik Gojek sudah menjadi rutinitas bagi saya saat menjalankan tugas di luar kota termasuk di kota Semarang seperti saat ini.  Moda transportasi ini saya pilih karena lebih cepat dan praktis menembus kemacetan yang sering terjadi di sekitar jalan Kaligawe Raya atau Genuk arah ke Demak. 

Beberapa puluh kali saya tidak beruntung mendapatkan kesempatan untuk dibonceng driver Gojek cewek. Namun dua hari yang lalu saya "beruntung" karena bookingan Gojek saya di pick up oleh driver cewek atau perempuan.

"Beruntung" karena saya bisa jadikan perjalanan kali ini sebuah artikel pendek tentang bagaimana sepak terjang wanita menjalani profesi sebagai pengojek. 

Bookingan saya pagi itu dari depan hotel Amaris jalan Pemuda Semarang ternyata diambil oleh seorang driver cewek bernama F.. Y setelah sempat menelpon dan menanyakan keberadaan saya tak berapa lama pun pengemudi gojek wanita dengan motor matiknya pun muncul dihadapan saya. Tanpa basa basi saya langsung naik dan sedikit "jaga jarak" xixixixi. Sebenarnya agak risih juga dalam hati mending saya yang boncengin Mbak huahahaa. 



Mungkin seperti sudah menjadi ciri khas pengemudi cewek seperti "Upik Abu" tercinta di rumah jika sedang mengemudi motor bawaannya tergesa-gesa dan kurang awas terhadap haluan.  Sedikit lihat ada celah masuk tanpa tengok spion lebih dahulu.  Saya yang sedikit jantungan memegang erat erat besi sadel dibelakang jok motor,  karena terkadang saat setelah berhenti tina tiba saja Mbaknya langsung tancap gas,  nek ra gocekan po ra tibo aku hahahaha.  

Melintasi jalan Kaligawe yang belum sembuh dilanda Rob, saya sempat berkata pelan ati ati Mbak banyak genangan air. Dia pun mengangguk pelan. 

Tak lama kemudian motor matik itupun belok kiri ke arah Kawasan Industri Terboyo II Semarang, saya ingatkan lagi ke Mbaknya, pabrik paling ujung sendiri ya dan hati hati ya banyak polisi tidur. Namun himbauan saya yabg terakhir agaknya tak diindahkan beberapa kali sepeda motor membentur keras tonjolan jalan di kawasan tersebut. Sesampai di pabrik tujuan saya,  tak lupa ucapa terimakasih dan sedikit tip untuk Mbak nya. 

Apapun itu dalam benak hati paling dalam saya benar benar terenyuh kepada mereka para wanita yang dengan ikhlas menjalani profesi atau pekerjaan yang dianggap "kurang layak" bagi kodratnya.  Ah kesampingkan itu dulu,  bekerja dengan hasil yang halal tentunya lebih bermakna di mata Tuhan Yang Maha Esa.  

No comments:

Post a Comment

Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau spam. Terima kasih