Catatan perjalanan hidup seorang QC dalam melakoni kehidupan dan pekerjaannya sehari-hari

EDISI KE 2 "JALAN-JALAN KE PATUNG BUDHA TIDUR TROWULAN"

Patung Budha Tidur di Trowulan, Mojokerto

Selepas melihat beberapa pondok pesantren di Jombang, saya menawarkan ke Upik Abu, anak-anak mau diajak main kemana,  sebenarnya ada opsi di taman kota Jombang entah apa namanya,  yg letaknya di dekat terminal bus Jombang. 

Namun melihat banyaknya parkir mobil di pinggir jalan di sekitar wilayah taman saya membatalkan niat untuk berhenti. Jujur saya kurang suka berhenti di tempat dengan lahan parkir yang kurang memadai. Anak bungsu saya berteriak teriak minta mobil dihentikan dan kembali ke taman tersebut, apa daya teriakannya teredam deru mesin mobil yang saya pacu kencang. 

Saya akhirnya menawarkan untuk berenang saja di Waterland Mojokerto. Namun,  Upik Abu tidak mengiyakan khawatir di saat musim penghujan si kecil bisa sakit selepas berenang nanti.
Tiket masuk wisata Patung Budha Tidur Mojokerto

Tiket parkir wisata Patung Budha Tidur Mojokerto


Akhirnya pilihan jatuh ke Wisata Patung Budha Tidur Trowulan, ini kali kedua kita berempat ke tempat ini. Untuk menuju ke tempat ini kalau dari arah Jombang dan Mojoagung  kita bisa langsung belok ke arah kiri jalan,  ada papan petunjuk pas di pinggir gang,  setelah ikuti saja petunjuk jalan yang ada. 

Dari jalan besar Mojokerto Surabaya lokasi Maha Vihara Trowulan tempat Patung Budha Tidur ini hanya berjarak sekitar 500 meter, tidak terlalu jauh jika anda mau berjalan kaki. Jangan harap ada angkutan umum menuju lokasi. Gang-gang di desa Bejijong tempat patung ini berada berciri khas memiliki gapura mirip rumah rumah tempo dulu. Berwarna merah terbuat dari batu bata. Nampak seragam dan saya yakin itu sengaja dibuat oleh pemkab setempat untuk menarik wisatawan. 



Sayangnya pemanfaatan bangunan di depan rumah penduduk tersebut tidak maksimal,  beberapa saja yang dimanfaatkan untuk berjualan. Sisanya tak jelas untuk apa,  mungkin hanya sebagai penanda saja. Inilah yang menjadi keprihatinan saya, pemerintah setempat membuat program bagus sayang tidak berkelanjutan. Namun peran masyarakat setempat juga kurang.

Nampak di gang masuk wisata patung Budha Tidur telah banyak kendaraan wisatawan berjejer,  saya diarahkan juru parkir untuk masuk ke area parkir meskipun agak susah karena jalan masuk sedikit terhalang lapak pedagang,  untung saja mereka mau sedikit meminggirkan lapaknya. Di lokasi parkir terisi penuh mobil pengunjung bercampur dengan lapak-lapak pedagang. Upik Abu yang kelaparan segera menuju warung bakso tempat mobil kami di parkir.

Beberapa saat kemudian kita bergegas masuk ke dalam Maha Wihara Trowulan tempat patung tersebut berada. Tiket masuk wisata Patung Budha Tidur cukup murah yakni 2 ribu rupiah untuk anak-anak dan 3 ribu rupiah untuk dewasa. Sedangkan parkir motor 3 ribu rupiah, dan parkir mobil 5 ribu rupiah.





Beberapa kali jepretan saya arahkan di area tengah depan pintu masuk dimana ada beberapa patung tegak berdiri di sisi kanan dan kiri, ada larangan batas masuk bagi pengunjung. Namun beberapa pengunjung nekat masuk lebih ke dalam. Segera kita menuju lokasi utama yang berada di sisi pojok kiri dimana Patung Budha itu berada di kelilingi kolam ikan. Tepat di sisi kanan terdapat kolam berisi bunga teratai atau lotus yang cantik. 





Susah sekali mendapatkan kesempatan take photo karena banyaknya pengunjung, namun beberapa kali momen sempat saya abadikan. Patung tersebut nampak indah ditempatnya, berkilau ditimpa sinar matahari siang. 

Bergeser ke bagian kanan komplek Wihara tersebut terdapat miniatur candi Borobudur, altar pemujaan,  gazebo besar tempat pemujaan dimana ada larangan pegunjung masuk ke dalamnya. Kemudian beberapa patung marmer didepannya.  Dan diseberangnya ada bangunan besar yang entah untuk apa keberadaannya saya kurang tahu. Tak banyak memang yang bisa kita eksplor dari tempat ini,  namun banyak foto boot yang menarik di tempat ini. 


SHARE

Catatan Kaki QC

Bapak dari dua orang anak, aktif menulis dan Nge Blog semenjak 2 tahun terakhir, bangku keras kereta ekonomi adalah tempat tidur ketiga saya, setelah rumah dan kamar kost

  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
  • Image
    Blogger Comment

0 komentar:

Post a Comment

Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau spam. Terima kasih

INDO.INSPECTOR. Powered by Blogger.