Dilema Banjir Kaligawe "Haruskah Anak Cucu Kita Mengalaminya"

March 24, 2018 0 Comments A+ a-

Banjir di jalan Raya Kaligawe, foto dokumenter pribadi
Selama hampir dua tahun saya sering riwa-riwi di daerah Terboyo atau orang Semarang lebih mengenalnya dengan Kaligawe. Jalan Kaligawe Raya merupakan akses utama menuju arah Pantura dari dan ke kota Semarang serta Demak.

Padatnya lalu lintas kendaraan bisa kita temui setiap harinya saat jam jam sibuk, ini dikarenakan banyak terdapat kawasan industri di sekitar wilayah ini. Kawasan industri Lik,  Kawasan Industri Terboyo serta masih banyak lain area industri di sekitarnya. Selain lalu lintas kendaraan para pekerja,  tentu saja hilir mudik kontainer kontainer besar dari dan ke arah pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

Dan jangan dilupakan adanya terminal Terboyo di tempat itu juga, perpindahan terminal tersebut ke dua terminal lainnya masih menjadi dilema bagi pemkab Semarang hingga saat ini. Keberadaannya yang sangat strategis dibanding dua terminal pengganti yang telah disiapkan membuat awak bus tidak bergeming dan tetap memilih menaik turunkan penumpang di terminal itu.

Banjir di jalan Raya Kaligawe akibat curah hujan dan banjir ROB, foto dokumenter pribadi
Daerah Kaligawe seringkali macet saat saat jam sibuk yakni pagi dan sore hari, dan saat musim penghujan dan banjir ROB seperti beberapa minggu terakhir ini sungguh sangat menyiksa semua pihak. Air membanjiri jalan Kaligawe Raya dari mulai ujung dekat pintu masuk Tol Srondol Tembalang hingga pemakaman umum Kaligawe,  terutama sebelumnya dimana terdapat cekungan dalam yang bisa menjadi petaka bahkan bagi truk dan kendaraan besar lainnya.

Saya sudah beberapa kali mengalami banjir besar di Kaligawe yang disertai Rob tersebut,  dua lajur kanan dan kiri terendam air hampir 30 cm hanya sedikit dangkal di sisi pembatas jalannya. Tak terhitung sepeda motor yang mogok karena knalpot dan mesin terendam air,  mobil kecil pun tak luput kena petakanya. Terutama di cekungan akhir dekat jembatan.

Pemkab Semarang seolah hanya siap dengan penanganan jangka pendek saja yakni menyiapkan pompa pompa air untuk menguras air dari jalan menuju ke selokan.  Namun tindakan jangka panjang dan menengah seperti normalisasi sungai sungai di sekitarnya sepertinya tidak pernah terlihat.

Apalagi memikirkan cara efektif  untuk jangka panjang agar banjir semacam itu tidak terjadi lagi,  kabarnya pemkab atau pemprop Jawa Tengah akan membangun bendungan yang terdapat didalam kompleks industri Terboyo II, saya sudah melihat adanya tanda tanda tersebut namun benar atau tidaknya peruntukkannya saya kurang tahu.

Sebenarnya ada jalan alternatif menghindari banjir di jalan raya Kaligawe khusus untuk pengguna sepeda motor namun kadang jika banjir terlalu besar hasilnya akan sama saja, kita bisa ambil jalan lewat jalan masuk terminal Terboyo lalu belok ke kiri setelah hotel Terboyo Indah,  kemudian terus saja dan masuk ke daerah Ngilir.

Jalan akses nya masih terputus dimana 200 meter jalan sudah dibeton sementara sisanya 300 meter jalan rusak parah karena sering diterjang banjir rob,  dan kondisi terakhir hanya diuruk dengan material bongkaran bangunan dimana masih banyak terdapat besi besi bekas cor yang tentu saja berbahaya saat jalanan terendam air.

Dari wilayah Ngilir tersebut kita akan masuk ke kawasan industri Terboyo II dan jika sudah menyeberangi jembatan kecil belok ke arah kanan kita sudah lepas dari wilayah utama Kaligawe yang terendam banjir.

Saya bukan warga Semarang namun sangat prihatin dengan kondisi yang demikian,  hampir setiap tahun jalann terendam banjir,  rusak,  lalu diperbaiki. Haruskah seperti ini seterusnya hingga ke anak cucu kita.

Bapak dari dua orang anak, aktif menulis dan Nge Blog semenjak 2 tahun terakhir, bangku keras kereta ekonomi adalah tempat tidur ketiga saya, setelah rumah dan kamar kost

Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau Spam. Terima kasih

Total Pageviews

Popular Posts

DMCA

DMCA