Skip to main content

Artikel Unggulan

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

Candi Brahu "Sisa Sisa Kebesaran Kerajaan Mojopahit" Trowulan Mojokerto

Candi Brahu, sumber foto pribadi

Kalau anda masih mengingat pelajaran sejarah, Kerajaan terbesar yang pernah ada di Indonesia adalah Mojopahit. Kerajaan Mojopahit ini dengan sisa sisa kejayaannya masih bisa kita temukan di daerah Mojokerto, Jawa Timur. Berjarak kurang lebih 50 km dari kota Surabaya, di daerah Trowulan Mojokerto kita masih temukan sisa sisa peninggalan kerajaan Majapahit tersebut. 

Salah satu diantaranya adalah CANDI BRAHU. Terletak di desa Bejijong Trowulan, candi ini merupakan candi peninggalan kerajaan Majapahit ini masih berdiri kokoh walaupun banyak batu bata yang menopang candi tersebut nampak sudah tidak orisinil lagi.



Candi ini sangat mudah dijangkau karena terletak tidak jauh dari jalan Raya Mojokerto ke arah Jombang walaupun sebenarnya kita berbalik arah lagi ke arah Mojokerto. Dari perempatan lampu merah setelah pos polisi Trowulan anda berbelok ke kanan, tidak banyak petunjuk jalan yang bisa ditemukan, namun seingat saya setelah anda belok perempatan tersebut anda akan  melalui jalan cor, kemudian anda menemui belokan pertama ke arah kiri (kanan kiri jalan adalah kebun tebu) anda ikuti saja belokan tersebut kurang lebih 1 km setelah itu anda akan temui candi Brahu berdiri megah. 


Tidak ada lokasi parkir yang memadai jika anda membawa mobil, anda bisa parkir di pinggir jalan dengan tarif 5 ribu rupiah namun ada lokasi parkir untuk sepeda motor di dalam area Candi, anda harus melapor dan mengisi buku tamu dulu di pos sebelah kanan pintu masuk dan membayar tiket sebesar 2 ribu rupiah untuk dewasa dan seribu untuk anak anak. 

Candi Brahu ini adalah candi tunggal dimana tidak ada candi candi lain di sekitarnya, di sekeliling candi ditumbuhi rumput hijau yang terawat bersih dan rapi, serta ada tanaman perdu hijau yang segaja dibentuk seperti stupa stupa candi. Kondisi candi masih nampak sangat terawat dan cocok untuk lokasi pemotretan. Sayang sekali kita tidak diperbolehkan naik ke atas altar candi tersebut, yang kedua tidak banyak informasi tersedia mengenai sejarah candi Brahu ini.


Bagi saya dengan mengunjungi candi ini bisa memberikan pelajaran bagi anak anak kita mengenai sejarah besar bangsa kita. Di dekat candi Brahu ini terdapat satu wahana menarik yakni PATUNG BUDDHA TIDUR letaknya tidak lebih dari 1 km.

Comments

Popular posts from this blog

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

Selimut fasilitas bus EKA Menyambung artikel sebelumnya yakni trip report naik bus EKA dari Solo ke Purbalingga di akhir perjalanan ketika bus sudah memasuki wilayah kabupaten Purbalingga kondektur mulai membersihkan kursi dan merapikan kembali selimut selimut yang disediakan khusus bagi penumpang.  Setahu saya hanya armada bus EKA tertentu saja yang dilengkapi dengan fasilitas tambahan selimut. Selimut yang disediakan menurut saya cukup bagus dan menarik. Dengan warna menarik dan bahan lembut dan hangat tentu memancing "gairah nakal" tersendiri bagi oknum penumpang.  Ketika kondektur telah sampai di kursi bagian depan dia pun berkata kepada sang sopir. Pak selimute ilang siji maneh! Pak selimutnya hilang lagi satu. Kemudian saat kondektur kembali ke kursinya mulai terdengar percakapan mereka berdua mengenai hilangnya selimut tersebut. Sang kondektur sambar atau mengeluh ini adalah selimut kedua yang hilang dalam kurun satu bulan terakhir. Harga satu selimut itu lu

NAIK ANGKOT APA YA??? DARI STASIUN GUBENG KE TERMINAL BUNGURASIH

Stasiun Surabaya Gubeng Baru Bagi anda yang pertama kali datang ke kota Surabaya dengan menggunakan kereta api, anda harap perhatikan hal ini. Ada dua stasiun besar di Surabaya yakni, Stasiun Gubeng melayani jalur lintas Selatan dan Stasiun Pasar Turi yang melayani jalur lintas Utara.  JALUR LINTAS SELATAN kereta yang mengarah ke Banyuwangi, Malang, Kediri, dan Jakarta (lewat Madiun, Solo dan Jogjakarta), sedangkan  JALUR LINTAS UTARA  (kereta yang mengarah ke Lamongan, Babat, Bojonegoro, dan Jakarta (lewat Semarang).  Sejak tahun 2013 semua kereta api Ekonomi, Bisnis dan Ekskutif berjalan langsung di Stasiun Wonokromo alias tidak berhenti di Wonokromo lagi, jadi sekarang semua kereta api terakhir berhenti di Surabaya Gubeng. Ini jelas agak merepotkan apalagi bagi anda yang ingin melanjutkan perjalanan ke arah Sidoarjo atau ke terminal Bungurasih . Stasiun Surabaya Gubeng Lama Namun perlu anda tahu sebelumnya kenapa ada Stasiun Gubeng Baru dan Stasiun Guben

SMOKING ROOM di bandara Juanda

Smooking room di terminal 1 bandara Juanda  Area merokok di bandara Juanda Surabaya -  Tak mudah sekarang bagi para perokok mencari tempat yang nyaman untuk merokok, apalagi di bandara udara. Kenyataannya memang demikian, sebagai seorang perokok saya juga “Tahu Diri” untuk merokok di tempat yang telah disediakan. Nasib perokok, tambah terjepit karena ruang bebas merokok yang disediakan sangat sempit dan terbatas, padahal jumlah perokok yang berada di ruangan tersebut melebihi kapasitasnya. Kalo sudah demikian saya mesti mengalah daripada bisa “mati berdiri” terpanggang asap rokok hehehehe. Di postingan saya sebelumnya SMOKING ROOM di bandara Soekarno Hatta terminal 1 A, ternyata pihak bandara lebih bijak dengan menyediakan taman di tengah tengah gate sebagai area merokok. Ini tentunya lebih “manusiawi” karena para perokok termasuk saya bisa menikmati “hobby” tersebut dengan nyaman dan tidak tersiksa. Smoking pot di bandara Juanda Lain halnya dengan di bandara Juanda

Archive

Show more