Skip to main content

Artikel Unggulan

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

SUKA DUKA SEORANG PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad)

Kereta api ekonomi Kertajaya berhenti si stasiun Poncol Semarang

Hampir sebulan lebih sudah kerasnya bangku kereta api ekonomi tidak kurasakan, beberapa lembar tiket kereta terbuang percuma karena belum sempat kutukarkan. Namun bukan berarti hilang kesempatan untuk bertemu keluarga tercinta saya, pas kebetulan memang ada kerjaan kantor yang memungkinkan saya pulang ke kota saya dengan biaya kantor. 

Bagi saya yang telah menjadi pejuang PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) hampir 5 tahun lebih, kerinduan tentu saja membucah apabila kesempatan untuk naik kereta api tersebut terlewatkan. Banyak hal menarik dan unik yang sebenarnya bisa saya rekam setiap waktunya namun sayang hanya beberapa hal saja yang masih terekam di memori ingatan. 

Stasiun Pasar Senen Jakarta

Pengalaman berdiri dari Jakarta sampai Pekalongan di saat tiket kereta tanpa tempat duduk masih dijual, atau duduk dan tidur di dekat pintu keluar kereta api sepanjang perjalanan Jakarta ke Surabaya sudah pernah saya lalui.

Atau berhadapan dengan penumpang gelap kereta di saat kebijakan penjualan tiket sudah dibatasi hanya menjual tiket dengan tempat duduk saja, serta perasaan mengharu biru saat menghadapi kenyataan bahwa kita harus selalu BERSYUKUR (pengalaman melihat langsung petugas kebersihan kereta api yang memakan sisa sisa nasi penumpang kereta api).

Banyak sisi kemanusiaan yang bisa terlihat oleh kita yang PEKA akan keadaan sekitar kita. Namun seringkali terlewatkan oleh kita karena ke EGOISAN pribadi. Bagi kita para PJKA tujuan kita mungkin adalah sama bertemu dengan keluarga tercinta kita setiap minggunya. 

Sesama kita yang sering bertemu adakalanya telah saling mengenal, dan saat dipandang raut muka muka tersebut terpancar KEHAUSAN akan kasih sayang dari keluarga. Kerasnya hidup di Jakarta menempa kita dan keluarga yang kita tinggalkan untuk tetap BERSABAR entah sampai kapan hingga kita dapat dipersatukan kembali dengan mereka.

Comments

Popular posts from this blog

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

Selimut fasilitas bus EKA Menyambung artikel sebelumnya yakni trip report naik bus EKA dari Solo ke Purbalingga di akhir perjalanan ketika bus sudah memasuki wilayah kabupaten Purbalingga kondektur mulai membersihkan kursi dan merapikan kembali selimut selimut yang disediakan khusus bagi penumpang.  Setahu saya hanya armada bus EKA tertentu saja yang dilengkapi dengan fasilitas tambahan selimut. Selimut yang disediakan menurut saya cukup bagus dan menarik. Dengan warna menarik dan bahan lembut dan hangat tentu memancing "gairah nakal" tersendiri bagi oknum penumpang.  Ketika kondektur telah sampai di kursi bagian depan dia pun berkata kepada sang sopir. Pak selimute ilang siji maneh! Pak selimutnya hilang lagi satu. Kemudian saat kondektur kembali ke kursinya mulai terdengar percakapan mereka berdua mengenai hilangnya selimut tersebut. Sang kondektur sambar atau mengeluh ini adalah selimut kedua yang hilang dalam kurun satu bulan terakhir. Harga satu selimut itu lu

NAIK ANGKOT APA YA??? DARI STASIUN GUBENG KE TERMINAL BUNGURASIH

Stasiun Surabaya Gubeng Baru Bagi anda yang pertama kali datang ke kota Surabaya dengan menggunakan kereta api, anda harap perhatikan hal ini. Ada dua stasiun besar di Surabaya yakni, Stasiun Gubeng melayani jalur lintas Selatan dan Stasiun Pasar Turi yang melayani jalur lintas Utara.  JALUR LINTAS SELATAN kereta yang mengarah ke Banyuwangi, Malang, Kediri, dan Jakarta (lewat Madiun, Solo dan Jogjakarta), sedangkan  JALUR LINTAS UTARA  (kereta yang mengarah ke Lamongan, Babat, Bojonegoro, dan Jakarta (lewat Semarang).  Sejak tahun 2013 semua kereta api Ekonomi, Bisnis dan Ekskutif berjalan langsung di Stasiun Wonokromo alias tidak berhenti di Wonokromo lagi, jadi sekarang semua kereta api terakhir berhenti di Surabaya Gubeng. Ini jelas agak merepotkan apalagi bagi anda yang ingin melanjutkan perjalanan ke arah Sidoarjo atau ke terminal Bungurasih . Stasiun Surabaya Gubeng Lama Namun perlu anda tahu sebelumnya kenapa ada Stasiun Gubeng Baru dan Stasiun Guben

SMOKING ROOM di bandara Juanda

Smooking room di terminal 1 bandara Juanda  Area merokok di bandara Juanda Surabaya -  Tak mudah sekarang bagi para perokok mencari tempat yang nyaman untuk merokok, apalagi di bandara udara. Kenyataannya memang demikian, sebagai seorang perokok saya juga “Tahu Diri” untuk merokok di tempat yang telah disediakan. Nasib perokok, tambah terjepit karena ruang bebas merokok yang disediakan sangat sempit dan terbatas, padahal jumlah perokok yang berada di ruangan tersebut melebihi kapasitasnya. Kalo sudah demikian saya mesti mengalah daripada bisa “mati berdiri” terpanggang asap rokok hehehehe. Di postingan saya sebelumnya SMOKING ROOM di bandara Soekarno Hatta terminal 1 A, ternyata pihak bandara lebih bijak dengan menyediakan taman di tengah tengah gate sebagai area merokok. Ini tentunya lebih “manusiawi” karena para perokok termasuk saya bisa menikmati “hobby” tersebut dengan nyaman dan tidak tersiksa. Smoking pot di bandara Juanda Lain halnya dengan di bandara Juanda

Archive

Show more