Skip to main content

Artikel Unggulan

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

Wisata Kuliner di Krian

Sentra Kuliner Krian

Krian tempat saya bermukim dengan keluarga kurang lebih 6 tahun terakhir tak banyak berubah dulu hingga saat ini. Sebenarnya melihat lokasinya sangat strategis yakni berada di perlintasan jalur antar kota dan kini dekat dengan pintu masuk jalan Tol Surabaya Mojokerto tepatnya di daerah Penompo Kedamean. 

Namun entah mengapa perkembangan infrastruktur nyaris jalan di tempat. Pembangunan pasar Krian baru sejak beberapa tahun terakhir tak nyata hasilnya. Hanya ada satu swalayan besar saja sampai saat ini di Krian. Padahal perkembangan pemukiman baru banyak berkembang di sekitarnya seperti di Wonoayu, Prambon dan sekitarnya. 


Untuk wisata kulinernya sendiri sama juga hanya jalan di tempat hanya ada beberapa depot dan rumah makan besar yang ada di jalur Krian lama dan satu restoran besar di bypass Krian. Untuk sekelas depot ada nama nama seperti Mila,  Sederhana dan Pantes yang saya pikir patut dicoba serta warung apung Rahmawati dan Rumadi yang baru saja dibuka dan telah ramai pengunjung.

Namun untuk wisata kuliner murah meriah anda bisa mencoba di pusat kuliner Krian. Tempat ini macam pujasera atau food court istilah kerennya,  terletak di dekat lapangan setelah rel kereta Krian yang mengarah ke Prambon di sisi sebelah kiri jalan. Saya berkesempatan mengunjungi dan mencicipi beberapa menu hidangan di tempat ini beberapa hari yang lalu bersama keluarga.  Sambil jalan-jalan sore,  istri saya atau "Upik Abu" berkata untuk mencoba lontong kikil di tempat tersebut. 


Terlihat jajaran warung dengan area parkir yang cukup luas dan hamparan lapangan sepak bola tepat di belakang warung. Saya suka sekali dengan konsep tempat ini.  Saya kurang tahu siapa yang membangun tempat ini nyatanya cukup menarik perhatian bagi saya dan banyak warga Krian lainnya. 

Nampak warung bebek goreng,  angkringan susu hangat,  lontong kikil,  es juice,  pangsit mie ayam,  lontong balap dan kupang ada di tempat ini. Segera istri saya memesan dua porai mie ayam dan seporsi kikil,  dua gelas es kelapa muda serta seporsi tahu petis yang terkenal dari tempat itu. 
Mie ayam di sentra kuliner Krian

Agak lama menunggu muncullah menu pesanan kami yang pertama yakni mie ayam,  saya sempat cicipi sedikit milik anak sulung saya rasanya lumayan meskipun sawi putih kelihatannya yang digunakan bukan sawi hijau.  Tak lama muncul lontong kikil pesanan saya,  dari tampilan awal kelihatan jelas memang kikil yang dipakai sebagai bahan dasar tanpa ada campuran lain seperti kebanyakan kikil di Krian. 

Lontong kikil di sentra kuliner Krian

Namun setelah saya cicipi rasanya sih lumayan namun sayang kuahnya terasa dingin. Hal itu menyebabkan selera makan saya berkurang. Dari analisa saya kenapa kuah kikil menjadi dingin, pertama daging kikil tidak dimasukkan ke dalam panci untuk mencegah daging menjadi terlalu lunak, jadi jika ada pesanan kikil baru dipotong dan disiram dengan kuah. Kedua, potongan lontong yang terlalu banyak sehingga menyerap panas dari kuah dan menyebabkan dinginnya kuah. Hal tersebut membuang semua rasa enak kikil karena kikil menjadi cepat dingin begitu pula kuahnya.  
Tahu goreng petis di sentra kuliner Krian

Terakhir menu pesanan yang keluar adalah tahu goreng garing dengan sambal petis, istri saya mengatakan bahwa menu ringan ini adalah juaranya di tempat ini sumber dari obrolan dengan teman temannya. Isi satu porsinya adalah sepiring tahu goreng yang diiris kotak kotak dan digoreng garing dengan cocolan sambal petis khas Sidoarjo. Rasa sambal petisnya biasa saja menurut saya bahkan cenderung kurang gurih, untuk tahunya lumayan fresh dengan tingkat kematangan yang sesuai.

Terakhir dari saya jika anda ke sana dan memesan lontong kikil mendingan kuahnya disajikan dalam mangkuk terpisah agar menjadi tetap hangat.  Overall saya kasih nilai 7 untuk mie ayam dan 5.5 untuk kikilnya. Sedangkan untuk tempatnya saya boleh kasih nilai 7.5 karena pas saya makan ada pertandingan sepak bola amatir berlangsung. Satu lagi yang penting dan membuat saya senang, tidak adanya tiket parkir untuk kendaraan.  Kendaraan pun aman karena dalam jangkauan penglihatan kita.

Comments

Popular posts from this blog

Penumpang Julit...... Bawa Kabur Selimut Bus EKA

Selimut fasilitas bus EKA Menyambung artikel sebelumnya yakni trip report naik bus EKA dari Solo ke Purbalingga di akhir perjalanan ketika bus sudah memasuki wilayah kabupaten Purbalingga kondektur mulai membersihkan kursi dan merapikan kembali selimut selimut yang disediakan khusus bagi penumpang.  Setahu saya hanya armada bus EKA tertentu saja yang dilengkapi dengan fasilitas tambahan selimut. Selimut yang disediakan menurut saya cukup bagus dan menarik. Dengan warna menarik dan bahan lembut dan hangat tentu memancing "gairah nakal" tersendiri bagi oknum penumpang.  Ketika kondektur telah sampai di kursi bagian depan dia pun berkata kepada sang sopir. Pak selimute ilang siji maneh! Pak selimutnya hilang lagi satu. Kemudian saat kondektur kembali ke kursinya mulai terdengar percakapan mereka berdua mengenai hilangnya selimut tersebut. Sang kondektur sambar atau mengeluh ini adalah selimut kedua yang hilang dalam kurun satu bulan terakhir. Harga satu selimut itu lu

NAIK ANGKOT APA YA??? DARI STASIUN GUBENG KE TERMINAL BUNGURASIH

Stasiun Surabaya Gubeng Baru Bagi anda yang pertama kali datang ke kota Surabaya dengan menggunakan kereta api, anda harap perhatikan hal ini. Ada dua stasiun besar di Surabaya yakni, Stasiun Gubeng melayani jalur lintas Selatan dan Stasiun Pasar Turi yang melayani jalur lintas Utara.  JALUR LINTAS SELATAN kereta yang mengarah ke Banyuwangi, Malang, Kediri, dan Jakarta (lewat Madiun, Solo dan Jogjakarta), sedangkan  JALUR LINTAS UTARA  (kereta yang mengarah ke Lamongan, Babat, Bojonegoro, dan Jakarta (lewat Semarang).  Sejak tahun 2013 semua kereta api Ekonomi, Bisnis dan Ekskutif berjalan langsung di Stasiun Wonokromo alias tidak berhenti di Wonokromo lagi, jadi sekarang semua kereta api terakhir berhenti di Surabaya Gubeng. Ini jelas agak merepotkan apalagi bagi anda yang ingin melanjutkan perjalanan ke arah Sidoarjo atau ke terminal Bungurasih . Stasiun Surabaya Gubeng Lama Namun perlu anda tahu sebelumnya kenapa ada Stasiun Gubeng Baru dan Stasiun Guben

SMOKING ROOM di bandara Juanda

Smooking room di terminal 1 bandara Juanda  Area merokok di bandara Juanda Surabaya -  Tak mudah sekarang bagi para perokok mencari tempat yang nyaman untuk merokok, apalagi di bandara udara. Kenyataannya memang demikian, sebagai seorang perokok saya juga “Tahu Diri” untuk merokok di tempat yang telah disediakan. Nasib perokok, tambah terjepit karena ruang bebas merokok yang disediakan sangat sempit dan terbatas, padahal jumlah perokok yang berada di ruangan tersebut melebihi kapasitasnya. Kalo sudah demikian saya mesti mengalah daripada bisa “mati berdiri” terpanggang asap rokok hehehehe. Di postingan saya sebelumnya SMOKING ROOM di bandara Soekarno Hatta terminal 1 A, ternyata pihak bandara lebih bijak dengan menyediakan taman di tengah tengah gate sebagai area merokok. Ini tentunya lebih “manusiawi” karena para perokok termasuk saya bisa menikmati “hobby” tersebut dengan nyaman dan tidak tersiksa. Smoking pot di bandara Juanda Lain halnya dengan di bandara Juanda

Archive

Show more