2.5 Jam “Digoyang” Habis-habisan Bus Sugeng Rahayu Ekonomi AC Semarang Solo

October 27, 2017 0 Comments A+ a-

Bus Sugeng Rahayu Semarangan berhenti di terminal Tirtonadi

Entah nasib apa yang membuat saya agak “SIAL” petang hari itu. Jam setengah enam sore saya sudah di seberang RSI Sultan Agung menunggu bus EKA Semarang-Surabaya yang menurut jadwal biasanya berangkat jam 6 kurang 5 menit. Namun jam 6 lebih beberapa menit bus tersebut tak kunjung lewat.

Mata pun tak lepas memandang arus lalu lintas dari dan ke arah terminal, tak nampak pula bus Sugeng Rahayu Patas berwarna orange yang masuk ke arah terminal. Saya segera menghubungi teman yang hendak pulang ke Sragen malam hari itu. Saya bilang bahwa bus EKA sedang “PERPAL” alias tidak jalan dan kemungkinan besar bus SR Patas juga.

Tak lama teman tersebut akhirnya sampai juga ke tempat saya menunggu bus tepat di pinggir Kali atau sungai depan rumah sakit. Hingga jam 7 malam bus Patas jurusan Semarang-Surabaya itupun tak muncul. Namun beberapa menit kemudian dari arah seberang Nampak bus dengan livery bergambar lumba-lumba berwarna biru mengarah ke terminal.

Ah, mudah-mudahan saja bus itu tidak perpal karena sepi penumpang. Namun teman saya masih berharap ada bus Patas yang ke arah Solo malam itu, karena bus macam Safari dan Taruna sudah tak terlihat lagi setelah setengah tujuh malam hari itu. Sepuluh menit kemudian bus Sugeng Rahayu Ekonomi AC jurusan Surabaya itu kembali dari terminal dan meluncur di depan kita. Tanpa pikir panjang kita berdua lari menghampiri. Nampak beberapa orang juga hendak menaiki bus terserbut.

Rupanya bus tersebut sudah hampir penuh dengan penumpang didalamnya. Hanya tersisa beberapa kursi di bagian belakang. Kursi dengan konfigurasi tempat duduk 3 kanan dan 2 kiri hanya menyisakan tempat duduk 3 penumpang saja. Dalam kondisi seperti itu sebenarnya kita lebih memilih bangku dengan dua tempat duduk karena akan lebih nyaman tidak terlalu berdesakan. 

Bus segera mosak masik melaju memasuki tol Tembalang-Srondol, bertemu dengan kepadatan di pintu atau gate pembayaran pertama. Bus akhirnya sampai di Sukun beberapa menit kemudian. Rupanya penumpang banyak yang turun di terminal bayangan tersebut, ada dua bangku yang kosong di belakang, segera teman saya beringsut menempati tempat duduk baru tersebut.

Dan benar saja, tak berapa lama bus pun penuh sesak dengan penumpang. Ongkos bus SR dari Semarang ke Solo 18 ribu rupiah tak berbeda jauh dengan bus PATAS atau Cepat Surabaya Semarangan yang hanya 25 ribu saja plus sebotol air mineral.

Tak sampai dua menit bus SR ngetem di Sukun, untuk kemudian melaju kencang di jalanan naik turun Semarang-Ungaran-Bawen. Rata-rata bus ekonomi memiliki 3 kru, sopir, kondektur dan kenek. Gocekan bus SR memang khas, kencang dan terukur. Penumpang termasuk saya digoyang habis-habisan sepanjang jalan. 

Sesekali saja sopir bus menginjak pedal rem, andaikata terinjak pun tidak membuat penumpang kaget. BRAVO, ciri khas bus Sumber Group yang tidak akan terlupakan dan membuat ketagihan setiap penumpang dan SK Lovers.

Kedua tangan saya tak lupa berpegangan pada kursi di depan, mata ngantuk harus sedikit merelakan terusik agar saya tidak sampai jatuh karena goyangan bus. Lalu lintas malam itu terhitung lancar dan tanpa hambatan. Sempat terbuai selama satu jam, saya terbangun dan melihat sekeliling. Ah ternyata sudah sampai terminal Boyolali. Jam baru menunjukkan setengah 9 malam kurang.

Waduh gila, Semarang-Boyolali cuman 2 jam kurang. Bus melaju kencang jalanan Boyolali-Solo, dan akhirnya banyak penumpang turun di Kartosuro. Menjelang Kerten beberapa orang penumpang turun, dan akhirnya sampai di tempat bernama “KIJING” di seberang terminal Tirtonadi. Saya meilhat jam di HP saya, bukan main baru jam 9 lewat beberapa menit saja. Kira-kira 2.5 jam saja perjalanan semarang-Solo.

Sekedar informasi saja jika biasanya menggunakan bus EKA dan SR cepat waktu tempuh normal adalah tiga jam perjalanan. Namun ini setengah jam lebih cepat. Andai kita komparasi saja dengan kecepatan 60 km/jam, maka bus SR Ekonomi AC ini berada 30 km di depan bus-bus Patas. Saya berani taruhan SKILL driver-driver atau sopir bus Sumber Selamat atau Sugeng Rahayu tak kalah moncer dengan Lewis Hamilton atau Nico Rossberg hahhahaah. 

Jempol dua untuk sopir sopir bus malam Jawa Timuran, salut Mas Bro, injak gas penuh dan waspada rem ...……..

Bapak dari dua orang anak, aktif menulis dan Nge Blog semenjak 2 tahun terakhir, bangku keras kereta ekonomi adalah tempat tidur ketiga saya, setelah rumah dan kamar kost

Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau Spam. Terima kasih

Total Pageviews

Popular Posts

DMCA

DMCA