Facebook

BISAKAH MEMESAN TAXI ONLINE "UBER, GRAB DAN GO-CAR" DI BANDARA JUANDA

Terminal 1, Bandara Juanda

Keberadaan layanan ojek dan taxi online yang kian marak di berbagai kota di Indonesia memang menimbulkan polemik. Di satu sisi masyarakat diuntungkan dengan layanan transportasi murah, cepat dan nyaman. Namun disisi lain banyak pihak yang merasa terusik karena layanan aplikasi berbasis online dianggap "mengusik" pendapatan atau income mereka selama ini.

Seperti halnya di bandara lain di Indonesia, bandara Juanda juga menerapkan layanan "monopoli" untuk transportasi ke tujuan lain di luar bandara. Satu-satunya layanan transportasi publik yang ada adalah bus DAMRI dengan tujuan terminal Bungurasih, Pelabuhan Tanjung Perak dan Gresik.

Taxi resmi di bandara Juanda mematok harga yang lebih tinggi daripada taxi argo meter, tarif taxi yang dikenakan kepada penumpang berdasarkan pembagian lokasi atau "zonasi".

Dengan adanya layanan taxi atau ojek online yang masuk ke kota Surabaya, beberapa calon penumpang dari beberapa sumber di internet berusaha untuk mendapatkan layanan ini dengan memesan langsung lewat aplikasi. Baik itu UBER, Go-CAR maupun GRAB. Di saat awal beroperasi mungkin para driver taxi online ini masih bisa mengambil orderan di area bandara Juanda.

Namun seiring waktu, pihak manajemen transportasi online tersebut memberlakukan zona merah untuk kawasan bandara bagi para drivernya. Hal ini untuk mencegah "gesekan" dengan pihak pengelola bandara. 

Secara teori memang masih bisa memesan taxi-taxi online di bandara, karena kalau anda iseng membuka aplikasinya di HP akan tampak sebaran pengemudi yang nampak di layar. Namun, jika anda melakukan pemesanan tidak akan semudah membalik telapak tangan "Orderan" anda akan di pick up oleh pengemudi.

Resiko besar akan dihadapi pengemudi atau driver taxi online jika berani mengambil penumpang di bandara. Kejadian di bandara Adi Sucipto menjadi salah satu preseden buruk yang terjadi. Konon kabarnya, jika ada taxi online yang tertangkap basah mengambil penumpang di bandara Juanda, maka sebagai hukuman adalah mobilnya disuruh berputar-putar keliling bandara hingga bahan bakarnya habis. 

Tak mudah juga bagi penumpang memesan taxi online di bandara karena, saat anda membuka layar HP anda akan ada berpuluh pasang mata yang mengawasi anda. Bisa jadi yang mengawasi anda adalah petugas keamanan bandara, para sopir resmi bandara, atau pihak lainnya.

Saran saya berhati-hati saja jika anda mencoba memesan ojek atau taxi online di bandara Juanda. Resiko terbesar memang tidak di pihak anda, namun di pengemudi. Lebih baik gunakan moda transportasi resmi bandara, atau mengandalkan jemputan teman dan keluarga.
Reaksi:

4 comments:

  1. Bisa sih diakalin. Driver suruh masuk dulu ke bandara, parkir. Trus customer datang ke parkiran.

    Cuma taxi online sudah keburu keder duluan kalau dapat order dr bandara, takut2 itu order palsu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener tuh Gan, tp resikonya berat kalau ketahuan petugas.

      Delete
  2. Iya bener banget cara ngakalinnya minta driver untuk parkir dulu di parkiran seperti mobil lainnya. Dan kita order dari dalam toilet bandara, setelah selesai kongkalingkongnya baru deh kita cari itu mobilnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip Gan, asal tahu caranya pasti aman.

      Delete

Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau Spam. Terima kasih