Terminal 1 Cargo Bandara Juanda "Pengalaman Ambil Barang Port to Port"

June 13, 2017 0 Comments A+ a-

Terminal Cargo Bandara Juanda

Kebetulan hari ini ada seorang pelanggan saya dari Ternate yang minta dijemput di bandara Juanda terminal 1 karena dia menggunakan maskapai Sriwijaya Air. Namun rupanya ada tugas tambahan yang harus saya lakukan, penumpang tersebut ternyata juga menyertakan barang cargo dalam pesawat yang dia tumpangi. 

Demi pelayanan dan servis kepada pelanggan saya iyakan saja keinginannya, hitung-hitung ada pengalaman bagaimana cara mengambil barang kiriman cargo port to port atau dari bandara ke bandara. Layanan ini diklaim lebin murah ongkosnya daripada port to door atau bandara ke rumah seperti layanan yang sudah umum ada seperti PT POS,  JNE,  JNT,  TIKI,  dll. 

Rupanya terminal cargo di bandara Juanda juga terbagi dua yakni berdasarkan terminalnya yakni T1 dan T2. Dimana terminal 1 adalah semua penerbangan domestik sedangkan terminal 2 adalah domestik khusus penerbangan Garuda Indonesia serta penerbangan internasional.



Letak kedua cargo ini dekat dengan terminal aslinya dimana cargo T1 dekat terminal 1 dan begitu juga untuk terminal. 

Letak cargo terminal 1 bandara Juanda ada di sebelah kiri perempatan lalin setelah gate atau keluar gerbang parkir terminal. Ada papan petunjuk yang jelas terpampang di kiri jalan. Anda ikuti saja jalanan tersebut kemudian belok ke kiri kira kira 500 meter letak terminal cargo ada di sebelah kanan begitu juga pintu masuk parkir mobilnya.  

Sedangkan jalan lurus adalah restricted area karena tempat lalu lalang mobil operasional bandara termasuk tangki bahan bakar. Setelah parkir maka nampak deretan gudang gudang kecil seperti ruko lengkap dengan nama-nama layanan jasa cargonya. Ada beberapa nama besar yang saya tahu,  namun ada juga yang saya belum familiar. 

Akhirnya jasa layanan cargo pelanggan saya pun ketemu,  dan saya parkir mobil di sebelah kanan atau di depan seberang kantor tersebut. 

Pelanggan saya segera menghubungi petugasnya,  dan ternyata barangnya masih dalam proses bongkar muat setelah bongkar muat bagasi penumpang maka muatan cargo selanjutnya. Dan kita disuruh menunggu kurang lebih satu jam.  Pelanggan menanyakan apakah saya keberatan atau tidak menunggu, saya jawab tidak asal dia bersedia membayar tiket masuk parkir terminal cargo tersebut, dan dia pun setuju. 

Setelah satu truk selesai bongkar muat kurang lebih 35 menit,  muncul truk baru lagi milik perusahaan ekspedisi tersebut dan syukurlah barang yang kita tunggu akhirnya datang. Sebuah keranjang berwarna biru yang terbungkus lakban atau isolasi coklat di sisinya diambil oleh pegawai ekspedisi tersebut.



Ternyata isinya imut banget seekor kelinci ras atau Angora. Saya bertanya berapa biaya kirimnya dari Ternate ternyata sekitar 25 ribu per kilogram dengan total berat 5 kg. Dan untuk mengirim hewan atau tanaman fan buah-buahan dibutuhkan surat pengantar dari Dinas Karantina setempat dan surat pengeluaran hewan dari dinas terkait. Namun saat pengambilan surat tersebut tidak ditanyakan lagi oleh petugas cargo. Juga ada biaya tambahan setelahnya yakni biaya antar lintas cargo yang besarnya sekitar 30 ribu rupiah. 

Sekitar lima menit penyelesaian pembayaran dan dokumen akhirnya kelinci imut sudah bisa kita bawa pulang.  Dan setelah itu segera saya pacu mobil keluar bandara mengarah ke daerah Dupak mengantar sang ta,mu. 

Bapak dari dua orang anak, aktif menulis dan Nge Blog semenjak 2 tahun terakhir, bangku keras kereta ekonomi adalah tempat tidur ketiga saya, setelah rumah dan kamar kost

Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau Spam. Terima kasih

Total Pageviews

Popular Posts

DMCA

DMCA