Facebook

"TERTIB BERLALU LINTAS CERMIN BUDAYA BANGSA"

Mobil bak terbuka dengan angkutan berlebihan "sesuatu yang hanya ada di Indonesia"

Kebanyakan dari kita mungkin juga termasuk saya sering memandang sepele masalah yang satu ini, Ya tertib berkendara atau berlalu lintas. Taat berkendara merupakan cermin dari perilaku dan sikap kita sehari hari, namun dengan jumlah penduduk dan pemilik kendaraan bermotor yang kian hari kian meningkat susah rupanya membudayakan tertib yang satu ini. 

Tensi atau tekanan darah saya sering naik tatkala berkendara di pagi hari saat jam jam sibuk dikala semua orang berangkat ke tempat kerja atau sekolah. Saya tidak menuding pengendara motor lebih ugal ugalan dari pengendara roda 4. Namun kenyataan berbicara demikian, serobot kanan serobot kiri. Menyerobot di celah sedikit dan sempit di antara bodi bodi mobil menjadi atraksi tersendiri bagi mereka. Entah takut terlambat atau dikejar makhlus halus, pengendara motor seakan tak kenal takut. Padahal mungkin saja maut mengintai mereka jika kewaspadaan mereka hilang.

Sepeda motor dengan muatan barang barang bekas

Korban kecelakaan dijalan mungkin lebih banyak daripada yang meninggal akibat sakit. Satu hal yang membuat miris adalah pengendara motor yang belum cukup umur alias masih anak anak, padahal kita tahu untuk bisa mendapatkan SIM C untuk roda 2 haruslah berusia minimum 17 tahun, itu ekivalen halnya dengan anak kelas 3 SMA atau bahkan mereka yang kuliah semester 1. Namun tidak di negera kita, anak anak yang belum cukup umur dibiarkan bebas memakai motor dalam aktifitas sehari hari. Mungkin saja mereka mahir dalam berkendaran namun perlu diingat kestabilan emosi dan pola pikirnya belum lah matang.

Berkendara dengan berboncengan lebih dari 2 orang, tanpa mengenakan helm adalah hal yang mahfum di Indonesia. Entah pembiaraan atau aturan yang kurang jelas dan tegas. Saya ingat pesan almarhum ayah, suatu saat ketika hendak pergi dengan menggunakan motor dan tidak mengenakan helm, "Kamu pikir jika naik motor tidak pakai helm kamu akan terlihat gagah dan ganteng". Sejak saat itu sampai sekarang kemana mana jika berkendara motor ke jalan jalan protokol atau di luar komplek perumahan saya selalu memakai helm.

Satu lagi yang sering membuat saya geleng geleng kepala yakni adanya mobil angkutan barang dengan bak belakang terbuka yang memuat lebih dari kapasitasnya. Baik itu menonjol ke atas maupun ke belakang. Tidak terlintas mungkin di benak si sopir maupun pemilik kendaraan bahwa hal tersebut berbahaya bagi pengguna jalan lain. Jika tidak berhati hati bisa saja muatan mereka tumpah atau bahkan mobil terguling menimpa pengguna jalan lainnya. Ah itu sudah biasa, itu sudah sering saya lakukan, itu tidak berbahaya, petugas juga tidak melarang, berbagai macam argumen dan alasan. 

Aturan sudah jelas namun ketegasan yang tumpul jika berhadapan dengan lembaran uang, sikap hedonis atau tidak peduli dengan kepentingan orang lain sudah mulai mengakar di pikiran kita. 
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment

Tolong biasakan komentar yang baik setelah membaca, saya akan balas jika pertanyaan sesuai topik. Dan tolong jangan meninggalkan link aktif atau Spam. Terima kasih